Biadabnya Israel, Anak-Anak Yatim Piatu Pun Didzolimi

Standar

PALESTINA

Sabtu, 26 Apr 08

By Era Muslim.com

Ribuan anak yatim piatu di kota al-Khalil (Hebron), Tepi Barat, terlunta-lunta menyusul perintah militer Israel untuk menutup dua lembaga bantuan sosial Islam yang selama ini mengurusi anak-anak yatim itu. Israel memerintahkan penutupan dan evakuasi Islamic Charitable Society (ICS) dan Muslim Youth Society (MYS) yang berbasis di kota al-Khalil, dengan tuduhan kedua lembaga itu membantu para “teroris.”

Hani al-Maqdasi, guru di sekolah yang dikelola ICS mengatakan, ribuan anak yatim akan menjadi korban penutupan itu. “Bagaimana anak-anak yatim akan hidup dan siapa yang akan merawat mereka, ” ujarnya.

Seorang anak yatim berusia 9 tahun bernama Ahmed mengungkapkan kegundahannya. “Apa yang akan kami lakukan. Kami akan tidur dan mencari makan di jalan, keluhnya.

“Tolonglah kami. Kami tidak mau jadi anak jalanan. Kami sudah kehilangan bapak dan ibu kami. Sekarang Israel merenggut kami dari mereka yang membantu kami, ” kata Lamia, anak yatim piatu lainnya.

Menurut Popular Committee for Support of Orphans, saat ini ICS menyediakan tempat penampungan dan perawatan bagi lebih dari 4.000 keluarga yang sangat miskin dan mengurus sekitar 300 anak yatim piatu. ICS juga mendidik bagi lebih dari 7.000 siswa, memberikan bantuan bagi 4.000 siswa dan mempekerjakan lebih dari 700 guru serta staff pendukung lainnya.

Israel memerintahkan menutup lembaga-lembaga sosial Islam seperti ICS dan sekolah-sekolah Islam, dengan tudingan bahwa lembaga-lembaga memiliki hubungan dengan Hamas. Bulan Maret lalu, pasukan militer rejim Zionis menyerbu kantor ICS di Hebron, menyita komputer-komputer dan kendaraan dari kantor pusat ICS.

Yang memprihatinkan, bukan hanya Israel yang mengeluarkan perintah penutupan semacam itu, tapi juga pemerintahan Palestina di Tepi Barat. Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad sudah menutup lebih dari 103 lembaga sosial di Tepi Barat dan Jalur Ghaza karena dianggap melanggar peraturan.

Para aktivis hak asasi manusia internasional menyebut tindakan Israel itu sebagai tindakan yang brutal. “Menutup sekolah, menyerbu rumah-rumah yatim piatu di tengah malam buta, merusak makanan dan pakaian, dan melempar anak-anak ke jalanan. Apa yang sedang terjadi di sana?, ” tanya Nago Humbert, kepala Swiss Medecin du Mond.

“Apa kesan yang selalu ingin ditinggalkan Israel di dalam pikiran anak-anak itu ketika mereka dewasa? Bagaimana bisa kita mengajarkan untuk tidak melakukan kekerasan bagi anak-anak Palestina, sementara Israel melakukan itu semua. Ketika Israel membuang anak-anak dari rumah-rumah yatim piatu, itu artinya Israel telah merusak segala upaya perdamaian yang telah dilakukan, ” papar Humbert.

Sementara itu, ICS membantah semua tuduhan Israel bahwa mereka membantu kelompok “teroris.” “Kami bukan teroris. Kami hanya membantu anak-anak yatim piatu dan keluarga-keluarga yang membutuhkan, yang tidak punya sumber penghasilan, ” kata Abu Hamdan, juru bicara ICS.

Menurut pengacara ICS, Abdul Karim Fatah, Israel dan pemerintah otoritas Palestina memonitor dan menelusuri setiap uang yang masuk dan keluar. “Saya menantang mereka yang telah menuduh untuk membuktikan tuduhannya. Jika mereka tidak bisa membuktikan, mereka harus berani mengatakan bahwa mereka telah melakukan kesalahan, ” tantang Abdul Karim Farah.

Ia juga menegaskan bahwa ICS tidak ada kaitannya dengan Hamas. ICS berdiri tahun 1957 dan Muslim Youth Society berdiri tahun 1961, kedua lembaga itu sudah ada jauh sebelum terbentuknya Hamas yang dibentuk pada era tahun 1980-an.

Terkait perintah Israel itu, ratusan anak yatim piatu melakukan aksi duduk di depan kantor Komite Palang Merah Internasional dan kantor Komisi PBB di Hebron. Mereka menuntut dunia internasional untuk melakukan intervensi, menghentikan tindakan Israel.

“Saya layak diperlakukan seperti anak-anak lainnya di seluruh dunia. Ayah saya sudah tiada, siapa yang akan merawat saya?” protes Rani Hasan, salah seorang anak yatim yang ikut dalam aksi unjuk rasa itu. (ln/iol)

About these ads

2 pemikiran pada “Biadabnya Israel, Anak-Anak Yatim Piatu Pun Didzolimi

  1. assalamualaykum
    salam kenal juga om ….he he he
    weblog om udah saya pasang di blog ku ya …

    sekiranya bersedia mencantumkan blogku di blog om ahsin
    wassalam

    >>Wa’alaikum salam, dengan senang hati. terima kasih telah berkunjung ke Blog kecil ini dan ngelink blog Om (waduh kesannya kok udah seperti bapak-bapak, he…he…).Good luck!!!

  2. Pertanyaannya: Bagaimana dan apa yang dilakukan para aktivis HAM disini?

    *Tampaknya mereka lebih “aktif” kalo masalahnya seputar pornografi, kebebasan berpendapat, seputar pencekalan artis, dan perusakan diskotik, pub, dsb*
    ……… maka mereka akan datang beramai-ramai membela semua itu.

    >>Salut, buat Simbah!!!
    meski sudah tua (bener gak ya?) tapi otak tetep encer.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s