Arsip
Ku Sambut Ramadhan dengan Luka
Ku Sambut Ramadhan Dengan Luka

Hari-hari menuju mihrab kemuliaan semakin dekat. Meski masih 7 hari lagi, namun senandungnya sudah mulai berirama di hati. Menimbulkan kerinduan yang teramat sangat untuk segera bersua. Berbahagia bersama dalam lapar, bersyukur dengan nikmat berbuka, mengumandangkan ayat-ayat mulia, bercengkrama dengan Illah di malam buta, bertarawih, mengisi keringnya hati dengan untaian hikmah para ulama’, serta mempererat tali ukhuwah diantara sesama. Subhanallah, rindu semakin tak tertahankan.
Ia Bersandar Dalam Tengadah
Ia Bersandar Dalam Tengadah
Wajah-wajah sayu itu…
duduk tengadah di gerbang-gerbang utama
terdiam ringkih dalam balutan usia yang mulai menua
mereka….
mempertahankan setiap aliran nafas
dengan bergantung pada tangan-tangan derma
saat tangan-tangan itu terus bersambut
di atas tangan-tangan mereka
maka tarikan nafas itupun sejenak mampu bertahan
dengan kehendak-Nya
namun, saat kosong dalam tengadahnya
ia pun tak berdaya atas segalanya
pasrah…..
10 Agustus 2008
Aksi Sejuta Umat Menuntut Pembubaran Ahmadiyah
Aksi Sejuta Umat Menuntut Pembubaran Ahmadiyah
Puluhan ribu umat muslim pagi itu, ahad (3/8) tangah berkumpul di tanah lapang, tepatnya di utara alun-alun gladak. Mereka menuntut pemerintah agar segera membubarkan organisasi Ahmadiyah, yang telah dinyatakan sesat oleh MUI. Aksi sejuta Umat menuntut pembubaran Ahmadiyah ini diikuti oleh 43 ormas islam se-Karisidenan Surakarta. Puluhan poster yang berisi kecaman terhadap Ahmadiyah, berada ditangan para pemuda laskar Islam. Subhanallah, saat gemuruh Takbir mengumandang di setiap penjuru tanah lapang. Hati ini bergetar lirih, inilah Islam yang sesungguhnya. Persatuan dan ukhuwah yang terasa begitu kuat dan kentara Seandainya umat Islam selalu bersatu dan saling memahami serta menghilangkan ego masing-masing, niscaya kasus seperti yang terjadi di Monas beberapa bulan yang lalu tidak seharusnya terjadi.
Serunya Dunia Jurnalistik
Menjadi Pemburu Berita? Why Not!!!!
Bekerja di dunia jurnalistik ternyata tidak segampang seperti yang saya kira sebelumnya, lebih-lebih menjadi seorang wartawan baik di media cetak maupun elektronik. Selain kudu paham tentang dunia kejurnalistikan, mulai dari apa itu berita, bagaimana teknik melakukan wawancara yang baik sampai tentang bagaimana menyusun berita dan mengeditnya., kita juga mesti memiliki banyak koneksi atau relasi yang akan memberi informasi ketika ada suatu peristiwa di suatu daerah, sehingga memudahkan kita dalam mencari berita. Tanpa punya itu semua, akan susah menjadi seorang wartawan (ini menurut saya lho ya).. Dan yang tak kalah pentingnya, kita mesti paham, atau paling tidak tahu tentang kode etik jurnalistik. Ini perlu karena duni jurnalistik rentan dengan hukum.



















Komentar Terakhir