Beranda > Syair, Uncategorized > Sepenggal Cinta tuk Sang Bidadari

Sepenggal Cinta tuk Sang Bidadari

0003-21Hari ini aku melihat seribu bidadari

bersenandung riang di tepian sungai firdausyi

melantunkan syair-syair cinta yang menyentak jiwa

begitu syahdu

dengan senyum ikhlas dari kedua bibir indahnya.

Sungguh di wajahnya terpancar keindahan antara langit dan bumi

Hari ini, satu bidadari telah pergi

penuhi panggilan suci

menjadi abdi cinta sang lelaki mulia

meleburkan hasrat dalam indahnya naungan illahi

sebuah pesona cinta Ar Rassyi

Jauh di tanah kering di sana

terduduk sang lelaki malang yang menunggu setia takdir cintanya.

Menemukan belahan jiwanya

Sekelebat rindu mencul dari kedua mata redupnya

‘tuk berjumpa sang pemilik kerudung surga

namun……..

gundah tengah menyelimuti jiwanya

takut, sang bidadari bukan untuknya

resah, “pantaskah aku tuk sang bidadari?” pikirnya

oh, malang nian sang lelaki itu

jiwanya terperangkap oleh kegundahan dunia

wajahnya semakin pucat merana

dilihatnya, noda-noda pekat itu mulai menggerogoti permata hatinya

sungguh ia telah dirundung duka

duka yang mendalam

akankah secercah cahaya baginya?

Sambiroto, 20 Januari 2009

  1. Januari 22, 2009 pukul 9:23 am | #1

    mudah2an lelaki itu tetap setia menuggu sang bidadari menghampirinya, dan bidadari itu belakangnya tidak bolong hehehe

  2. bayusmart
    Januari 22, 2009 pukul 9:30 am | #2

    terimaksih mas atas linknya, puisinya SubhanAllah . . .

    luar biasa mas (eh ini puisi kan? he he he )

  3. Januari 22, 2009 pukul 9:45 am | #3

    jadi inget ceritanya laila dan majnun..
    uhmm..

  4. Januari 22, 2009 pukul 2:56 pm | #4

    Rabbi…
    bila ku jatuh hati
    ku ingin terbang cepat
    hingga syaithan tak sanggup hinggap

    segera saja mas, bilamana bidadari itu telah siap. Tinggal katakan, “Bersediakah ukhti mjd ustadzah rumah ini?” Kalaupun blm, bilang saja, “Cantik, ijinkan aq menunduk.” :mrgreen:

  5. Januari 23, 2009 pukul 3:42 am | #5

    dan lelaki ini pun terdiam
    terpaku dalam

    berkecamuk di hatinya antara harapan dan kepasrahan
    namun ada satu titik terang
    jika senantiasa ada perbaikan

    lelaki ini tersenyum
    kerapuhannya tak kunjung padam
    hanya Tuhannya yang menguatkan

  6. Januari 23, 2009 pukul 5:07 am | #6

    malam ini kususui gejolak jiwaku dengan matair kata
    agar tak terus ia meratap dan menangis sepanjang malam.

  7. Januari 23, 2009 pukul 5:59 am | #7

    Lalu sang bidadari berkata…

    Wahai lelaki yang malang, janganlah engkau bersedih
    Engakau tidak sendiri, ada aku yang akan menemanimu

    Aku di ciptakan Tuhan hanya untukmu
    Mengabdi kepadamu, menjadi pendamping hidupmu

    Untuk mengisi hari-hari kosong mu
    Akan kujadikan hari-harimu begitu indah

    Seindah warna-warni pelangi cinta
    Tak akan kubiarkan kesedihan menyentuhmu

    Karena aku di sini diktakdirkan untuk menjagamu
    Menjagamu dari kesedihan itu

    aku di sini membawa secercah cahaya kebahagiaan
    Kebahagiaan yang tidak pernah kau dapatkan sebelumya

    Maaf yaa, saya ngelantur terbawa arus…

    “Terimakasih” sudah berkunjung kegubuk saya yang mungil

    Salam damai penuh cinta di dalam Rahmat dan Ridho Allah SWT

  8. Januari 23, 2009 pukul 10:39 am | #8

    Salam
    Hmm semoga lelaki yang merasa malang itu dapat segera bangkit :)

  9. Januari 24, 2009 pukul 9:52 am | #9

    jika syahid maka akan dapat bidadari

  10. bayusmart
    Januari 24, 2009 pukul 10:10 am | #10

    subhanAllah . . . mas, kalimatnya selalu menggugah jiwa

    hehe

    visit http://bayusmart.wordpress.com

  11. Januari 24, 2009 pukul 2:16 pm | #11

    mencari sepenggal rindu disini …. gak ada :(

  12. Januari 25, 2009 pukul 4:55 am | #12

    mudah2an laki2 itu bisa sabar + berjumpa dg sang pemilik kerudung surga

  13. Januari 25, 2009 pukul 6:34 am | #13

    euh … dalemmmmmm

  14. Januari 25, 2009 pukul 9:37 am | #14

    Jangan sedih, wahai lelaki…
    Berbahagialah… Bersemangatlah…

    Allah sudah menyiapkan bidadari untukmu. Insya Allah…

  15. Januari 26, 2009 pukul 5:44 am | #15

    jadi ingat joko tarub.

  16. Januari 31, 2009 pukul 4:33 pm | #16

    bismillah….

    wah di taman Firdausyi yak????
    kok pake syi???
    ga hanya Firdaus, without y…
    afwan, wah jadi inget ma laman aku dah..he…

    semoga temukan soulmate yang Sholichah…(aku juga harap demikian…)

    syukron dah sedia tuk silaturahmi akh…

  17. Februari 1, 2009 pukul 9:10 am | #17

    assalamualaikum.
    kak, gmna kabarnya? dah lama nih ga q ga ngsh komentar. hhe :D
    hanya singgah bentar. terima kasih.
    wassalamualaikum.

    dimas.

    dimasbandoeng.wordress.com

  1. Belum ada trackback.
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.