“kamu mau ambil jurusan apa sin?” Tanya teman satu kelasku saat SMA.

“Yang pasti aku tidak mau jadi guru, aku mau ambil jurusan arsitek atau farmasi.”kataku penuh keyakinan ketika itu, seolah berusaha menepis keraguan yang ada dalam diri.

Saat itu kami baru saja selesai UN, seperti kebanyakan siswa lulusan SMA, kami mulai memperbincangkan jurusan yang akan kami ambil seusai lulus SMA. Teman-temanku pun mengutarakan jurusan yang akan mereka ambil. Ada yang pingin ambil jurusan managemen ekonomi, bahasa inggris, farmasi, tehnik mesin, bahkan beberapa teman kami sudah ada yang diterima di PTN lewat jalur PMDK.

Setelah pengumuman kelulusan, saya dan teman-teman mencoba mendaftar PTN melalui jalur SPMB. Keinginan saya untuk menjadi arsitek atau farmasi sepertinya tidak akan tercapai. Bapak tidak setuju, beliau malah menyarankan saya ambil FKIP. Kata beliau, prospek guru kedepannya insyaallah lebih baik. namun, aku tetap kukuh pada pendirianku, bahwa aku tidak ingin jadi guru. Banyak hal yang menjadi alasan mengapa aku tidak mau jadi guru. Selain gaji guru yang sangat jauh dari standar, juga karena kesadaran akan kekurangan-kekurangan pada diri ini. Saya adalah remaja yang pemalu dan jauh dari kata percaya diri. Berbicara cepat sehingga terkadang tidak jelas. Introvert, sering merasa terasing dan masih banyak lagi kekurangan-kekurangan diri ini.  paling tidak hal-hal demikianlah yang ada pada diri saya ketika itu.

Akhirnya setelah berdiskusi dengan keluarga serta teman-teman, saya memutuskan untuk mengambil FKIP Bhs. Inggris, itupun setelah diberi gambaran bahwa, lulusan FKIP Bhs Inggris tidak harus jadi guru, banyak peluang kerja non guru yang membutuhkan jasa tenaga yang bisa bahasa inggris. Maka, saya pun mengambil jalur IPC untuk bisa mendaftar jurusan FKIP Bhs. Inggris karena saya dari Jurusan IPA. Saya dan teman-teman mengikuti ujian SPMB selama dua hari dan pada akhirnya saya tidak diterima, karena saingannya yang teramat banyak dan tidak sebanding dengan kuota yang diambil.

Maka saat itu juga, setelah mengetahui hasilnya, bapak menyuruh saya kuliah di PTS. Kami pun mulai mencari brosur-brosur PMB PTS. Singkat cerita, saya diterima di PTS yang saya daftar dan menjadi mahasiswa FKIP Bhs. Inggris.

Setelah 4 tahun, akhirnya saya lulus dengan hasil sangat memuaskan. Selama masa kuliah, pandangan saya tentang profesi guru pun mulai berubah,meskipun saya masih belum memutuskan menjadi guru atau tidak tidak setelah lulus kuliah. Setelah lulus kuliah, saya malah bingung mau bagaimana. Sempat terbersit dipikiran ingin mencoba berwirausaha. Saya mulai asyik dengan buku-buku tentang manajemen usaha. Namun seperti semboyan entrepreneur, untuk menjadi seorang usahawan dibutuhkan keberanian dan tekat yang kuat. Itu yang tidak ada pada diri saya. Terlalu banyak yang dipertimbangkan sehingga akhirnya tidak jadi. Saya mulai aktif mencari lowongan kerja di Koran-koran local. Ada lowongan kerja jadi tentor di LPK, saya ajukan lamaran ke LPK tersebut, dan Alhamdulillah diterima . hanya kurang lebih 5 bulan sebelum akhirnya saya mengundurkan diri dari LPK tersebut, setelah saya mendaftar jadi guru di sebuah sekolah dasar di kota solo. Setelah mengikuti proses seleksi yang sangat ketat dan melelahkan selama kurang lebih 2 bulan, akhirnya saya diterima di SD tersebut. Tepatnya bulan april kemarin, saya mulai mengajar di SD tersebut sampai sekarang.

Kini, saya benar-benar telah menjadi seorang guru, profesi yang dulu sangat saya kesampingkan dan bahkan hindari. Kini, ratusan anak-anak penerus negeri ini memanggil saya guru, jabatan yang tentu saja tidak ringan, karena ada tanggung jawab besar disana. saya adalah seorang guru, yang harus terus belajar meningkatkan kemampuan diri, memberi teladan yang baik bagi anak didik, sabar dalam mendidik, tegas dan jujur dalam bersikap dan tentu saja belajar ikhlas menjadi seorang pendidik. maka mulai saat ini, saya telah memutuskan untuk mengabdikan hidup saya untuk turut serta mencerdaskan anak bangsa dan membimbing mereka menjadi anak sholeh baik secara pribadi maupun social. Semoga Allah meridhoi. Amin…