Padamu buku kecilku
Kutorehkan kisahku
Pada tiap lembar yang tergores cerita
Malam ini kembali ku baca
Dalam sujud sunyiku
Impuls-impuls syarafku berpacu
Menembus dinding-dinding waktu
Membuka catatan sejarah pilu
Tempo dulu
Jiwaku merefleksi diriMelihat kembali sisi kelabu
Saat daya melepuh
Dalam cengkraman tangan kejinya
Damaiku terampas
Kini aku ambil jalan berbeda
Berharap inilah langkah keberuntungan
Sambiroto, 9 Oktober 2011









![Almost Like Another Planet... Pamukkale Sunset (UNESCO World Heritage) [Explore First Page, THANK YOU] Almost Like Another Planet... Pamukkale Sunset (UNESCO World Heritage) [Explore First Page, THANK YOU]](http://static.flickr.com/7217/7222907624_572d3bbf1c_t.jpg)















Irfan Handi
Oktober 14, 2011 pada 7:43 am
Semoga selalu diberikan jalan yang terbaik mas. Amin.
ahsinmuslim
Oktober 14, 2011 pada 7:45 am
Amin….makasih kawan!!! semoga kita senantiasa berada dalam bimbinganNya. Amin
Mila
Oktober 14, 2011 pada 11:12 am
Allah kan menggenggam hambanya yang berserah diri padaNya, believe it!
kunjungan balik, salam persahabatan
ahsinmuslim
Oktober 17, 2011 pada 3:43 am
ya, I truly believe it!!! Allah inside of us. thanks for your share and coming
CatatanHatiKu
Oktober 14, 2011 pada 12:01 pm
Aamiiin…
Ketika kita hidup dengan keyakinan..Semuanya bisaa…
Salam…
ahsinmuslim
Oktober 17, 2011 pada 3:44 am
yup, pasti BISA!!!! salam persahabatan….
doelsoehono
Oktober 15, 2011 pada 3:47 am
salam .,.,., menengok mendoakan semoga selalu di berikan kesehatan dan selalu di jalanNya .
semoga selalu mendapatka yang terbaik dariNya
ahsinmuslim
Oktober 17, 2011 pada 4:26 am
amin ya Robbal ‘alamin. makasih pak doel. lama tidak bersua. semoga anda pun demikian. amin. salam persaudaraan….
Wahyu Nurudin
Oktober 17, 2011 pada 4:02 am
di dirimu diary aku berkisah
ahsinmuslim
November 6, 2011 pada 12:24 am
tentang cinta, persaudaraan, keteguhan, dan kepedulian yang merefleksikan kebermaknaan hidup. makasih silaturahminya kawan
bensdoing
Oktober 17, 2011 pada 8:59 am
biarlah kita terasing didunia ini tapi kita tidak terasing dimata Sang Pencipta Azza Wajalla……:-)
Red
Oktober 17, 2011 pada 10:46 am
lebih asik lagi jika urusan duniawi dan urusan ilahi bisa berjalan selaras. memang tidak gampang, but worth to try
ahsinmuslim
November 6, 2011 pada 12:26 am
Allah mencintai keseimbangan. karena alam semesta ini berproses secara seimbang, maka kebahagian dunia dan akhiratlah yang kita pintakan kepadaNya.
bluethunderheart
Oktober 17, 2011 pada 12:51 pm
dari dulu blue is seorang yg kagum sama ide menukis postmu kawan
semnagat
nice
salam hangat dari blue
ahsinmuslim
Oktober 21, 2011 pada 6:02 am
thanks brother. saya juga salut caramu bercerita. semangat!!!
salam persaudaraan ya….
badawihusein
Oktober 17, 2011 pada 2:23 pm
kunjung balik nih^^
udh di pasang link nya di weblog saya..
pada link blog sahabat..silakan dicek..
ahsinmuslim
November 6, 2011 pada 12:28 am
makasih kunjungan dan link persahabatannya. semoga lewat blog ini kita dapat saling memberi manfaat bersama. Amin
Abed Saragih
Oktober 18, 2011 pada 2:54 am
kembali berkunjung gan cuma memberitahukan bahwa labkomputerku berubah menjadi
http://diketik.wordpress.com
ahsinmuslim
Oktober 21, 2011 pada 6:04 am
oke, laporan diterima. dan terimakasih kunjungannya.
Wahyu Nurudin
Oktober 19, 2011 pada 4:07 am
kita sama-sama belum update blog
ahsinmuslim
November 6, 2011 pada 12:30 am
iya sob, semoga bisa segera update ya. he..he..thanks for comin’
Nisa
Oktober 20, 2011 pada 4:19 pm
langkah keberuntungan yang berakhir bahagia, semoga
ahsinmuslim
November 6, 2011 pada 12:30 am
Amin ya Robbal’alamin. terima kasih doa dan silaturahminya. ^_^
pelancongnekad
Oktober 23, 2011 pada 5:17 pm
ada sensasi tersendiri saat baca jurnal ini
yang bahkan ga bisa saya tulis dikomen ini
ahsinmuslim
November 6, 2011 pada 12:32 am
sensasi artis sobat. he..he..never ending exist klo gitu. ^_^
ysalma
Oktober 27, 2011 pada 3:17 am
melangkah di jalan yang baik, sukses.
ahsinmuslim
November 6, 2011 pada 12:33 am
amin….sukses juga untuk sahabat ysalma. salam silaturahmi….
agustri
Oktober 31, 2011 pada 12:53 pm
hancur…:) bagai pasir…:)
ahsinmuslim
November 6, 2011 pada 12:34 am
semoga tidak sampai ditelan ombak. kemudian lenyap. tak bersisa. SEMANGAT!!!
akhmad fauzi
November 7, 2011 pada 2:39 pm
Kalau ditempat saya mengetuk hati, silahkan berkunjuung.
hanis
November 18, 2011 pada 3:35 am
ini ceritanya tentang nulis diary gitu? mirip sajak saya tentang menulis, saya suka menulis karena ini… http://hanissincerely.wordpress.com/2010/07/04/menulis-katarsis/