Padamu buku kecilku Kutorehkan kisahku Pada tiap lembar yang tergores cerita Malam ini kembali ku baca Dalam sujud sunyiku Impuls-impuls syarafku berpacu Menembus dinding-dinding waktu Membuka catatan sejarah pilu Tempo dulu
Padamu buku kecilku Kutorehkan kisahku Pada tiap lembar yang tergores cerita Malam ini kembali ku baca Dalam sujud sunyiku Impuls-impuls syarafku berpacu Menembus dinding-dinding waktu Membuka catatan sejarah pilu Tempo dulu
Kisah Kecil Masa Lalu Ingatan kecilku merekam kisah kecil masa lalu Tentang kaki-kaki mungil yang menari lincah pada tanah kearifan Mengukir jejak riang di tengah guyuran hujan Senyum polos makhluk-makhluk kecil yang bersahabat dengan alam
………………………….. Seratus tahun dihadapan, memulai langkahnya manusia mulai hilang moral kemudian pudarkan cinta, setelah itu akalpun ikut lenyap Seratus tahun kedepan manusia kembali purba peradapan tak lagi mengenal mulia angkara murka semakin mengganas mereka kembali menjadi binatang buas buram antara lawan atau kawan Seratus tahun menjelang meski terselubung dalam misteri, Saussure ajarkan tanda-tanda manusia binasa oleh alam ataukah alam binasakan manusia? tunggu suratan takdir dari-Nya 20 Januari 2010
Perempuan fatamorgana Ku tatap kau kenakan kerudung jingga itu Berbalut mentari, iringi langkah kaki Sungguh kau cantik selaksa fatamorgana Terbang indah bagai burung camar, elok dan rupawan Tapi, ternyata isi tempurungmu onak dan duri Saat malam mulai merangkak, kerudung jingga itu kau campakkan Dan kaupun melesat diantara gelap dan kelam berubah menjadi kelelawar malam
Hari ini aku melihat seribu bidadari bersenandung riang di tepian sungai firdausyi melantunkan syair-syair cinta yang menyentak jiwa begitu syahdu dengan senyum ikhlas dari kedua bibir indahnya. Sungguh di wajahnya terpancar keindahan antara langit dan bumi Hari ini, satu bidadari telah pergi penuhi panggilan suci menjadi abdi cinta sang lelaki mulia meleburkan hasrat dalam indahnya [...]
PRASANGKA Selalu saja muncul Dalam segala bentuk, bias Berjejal, penuhi jalan fikirku Menjadi belenggu lara Melahirkan duri-duri tak bertuan Sehingga menyisakan bekas sesak dan merah
MEREKA BERKATA TENTANG NEGERIKU kata orang, negeriku dulu tanah subur menyimpan takjub membentuk panorama hayati surga khayali para penyair maknawi objek anugrah penari-penari kanvas memunculkan romansa cinta sepasang pipit tua memadu cinta
Ia Bersandar Dalam Tengadah Wajah-wajah sayu itu… duduk tengadah di gerbang-gerbang utama terdiam ringkih dalam balutan usia yang mulai menua mereka…. mempertahankan setiap aliran nafas dengan bergantung pada tangan-tangan derma saat tangan-tangan itu terus bersambut di atas tangan-tangan mereka maka tarikan nafas itupun sejenak mampu bertahan dengan kehendak-Nya namun, saat kosong dalam tengadahnya ia pun [...]
SAAT MATA TAK MAMPU BERSAKSI mata itu tak mampu lagi bersaksi sandarkan hakim dunia, namun palu menyuap menjadi pengadil hilang nurani “siapa penyelubung keadilanku?” maka, tergeletak layu tubuh itu peroleh putusan menyesakkan: tak rela
KEMARAU JIWA Kering Daun-daun layu Gugur gapai bumi Bunga tak lagi tersenyum Gersang
THE VIOLENCE: Tragedi Aku aku melihat api di mata runcingnya menatapku tajam bola matanya menyimpan bara yang setiap saat dapat tumpah jika telah mencapai ubun-ubun aku hanya sanggup menunduk
Ekspresikan dirimu dalam puisi Puisi adalah satu dari sekian banyak cara tuk mengekspresikan hati seseorang tentang sesuatu yang ia alami atau sekedar ia dengar. Dengan puisi sesuatu yang kita rasakan dapat dirasa pula oleh orang lain. Dan itulah yang coba saya lakukan, dengan menuliskan perasaan saya dalam bentuk sebuah puisi, saya ingin