PISANG: khasiat luar biasa pada makanan para filsuf


PISANG

Khasiat Luar Biasa Pada Makanan Para Filsuf

4208348740.jpgOrang mengenal pisang sebagai buah yang dihidangkan sebagai penutup makan sekaligus pencuci mulut karena khasiatnya yang mampu menghilangkan bau mulut. Ketika SD kita telah diajarkan oleh guru kita tentang manfaat buah pisang bagi kesehatan, karena ia mengandung vitamin A yang mampu menyehatkan mata, namun sebatas itulah guru mengajarkan tentang khasiat buah pisang, mengandung vitamin A dan baik bagi kesehatan mata.

Apakah sebatas itu? Tentu tidak siapa sangka buah yang menjadi makanan pokok kera ini memiliki khasiat yang luar biasa

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa buah pisang mengandung satu hormon yang mampu mencegah ketuaan, menjaga hidup agar lebih awet muda dan umur yang lebih panjang. Hormon yang dimaksud adalah hormon melatonine . Hormon ini terkandung pada pisang dalam jumlah besar.

Selain mengandung hormon melatonine yang dijadikan sebagai alternatif pengganti obat. Buah pisang juga memiliki peranan penting dalam melancarkan tenaga di sel-sel badan, yang berwujud kolesterol, karbonhidrat dan protein.

Sebuah penelitian juga mengungkapkan kalau buah pisang juga menjadi sumber penyedia protein dan gula yang mudah diserap oleh tubuh. Kandungan vitamin B2­ yang besar dalam pisang memungkinkan adanya penambahan tenaga atau energi yang dijadikan andalan dalam susunan makanan yang bertujuan menghidupkan dan menyelaraskan kehidupan. Di samping menambah tenaga, vitamin B2 dalam pisang juga memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan mata dan kulit.

Berbeda dengan pandangan masyarakat sekarang yang menyatakan pisang identik dengan makanan orang desa. Ya sah-sah saja, karena memang pisang adalah makanan yang banyak ditanam di daerah pedesaan. Sehingga pisang menjadi makanan sehari-hari para masyarakat desa. Tapi tahukah saudara kalau zaman dahulu, para filsuf dan cendekiawan India sering memakan buah pisang sebagai hidangan, sehingga tak salah kalau orang-orang dahulu menyebut pisang sebagai “makanan para filosof”. Dari sini dapat disimpulkan bahwa pisang bisa membantu pertumbuhan otak.

Seperti kebanyakan buah, selain mengandung protein dan vitamin, buah pisang juga mengandung karbohidrat yang tiada bandingnya. Yang unik di sini bahwa karbohidrat tidak bisa tersimpan dalam badan manusia, sehingga meski mengkonsumsi dalam jumlah yang banyak tidak menyebabkan berat badan bertambah. Jadi tidak perlu takut gemuk, khan!

Buah pisang, baik ketika masih mentah maupun sudah masak tetap aja memiliki khasiat yang luar biasa. Sebagaimana telah disebut di atas bahwa buah pisang yang telah masak mengandung sumber protein dan gula yang mampu menghasilkan tenaga dan menggerakkan kehidupan, buah yang mentah pun tidak kalah hebat khasiatnya. Para peneliti mengungkapkan bahwa buah pisang adalah satu-satunya buah yang bila dimakan mentah bisa menyembuhkan penyakit luka lambung dan menurunkan tekanan darah tinggi, hal ini disebabkan pisang memiliki kandungan potasium yang tinggi dengan yodium yang sedikit. Manfaat yang lain adalah mengantisipasi keasaman lambung dan cocok bagi penderita gizi buruk dan kurang vitamin.

Nah, sudah tahu khan, bagaimana khasiat buah pisang. Buah yang sering disepelekan dan dianggap makanan orang desa ternyata memiliki khasiat yang luar biasa. Bagaimana pandangan saudara pada buah pisang sekarang? Masihkah kita menganggap sepele makanan para filsuf ini?

Published by

muhsinsakhi

lahir di sebuah perkampungan kecil di Boyolali tepatnya di desa Sambiroto, Sindon, Ngemplak, Boyolali. Mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Surakarta jurusan FKIP Bahasa Inggris. Saat ini berprofesi sebagai pengajar di SD Al-Azhar Syifa Budi Solo. Tergabung dalam komunitas menulis FLP Solo Raya. Beberapa karyanya dimuat dalam buku antologi bersama seperti “Kapur dan Papan: Kisah Menjadi Guru” (2015), “Dupa Mengepul Di Langit” (2015), “Kapur dan Papan: Mendidik dengan Hati” (2016), “Ensiklopedi Penulis Nusantara” (2016), “Ketika Buku Berkisah Tentang Aku” (2016), “Bayang Terang Pendidikan” (2018) dan “Kaki Api” (2018) serta buku solo yang baru terbit tahun ini berjudul “Catatan Di Balik Ruang” (2020)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s