Akankah Film Ayat-Ayat Cinta Sukses?

Standar

Akankah Film Ayat-Ayat Cinta Sukses?

aac.jpgSebuah novel pembangun jiwa. Sebuah cerita tentang romantisme pria dan wanita. Sebuah cerita berlatar belakang mahasiswa Indonesia yang sedang nyantri di universitas al azhar cairo, mesir. Sebuah kisah yang sarat nilai-nilai islam, bukan romantisme cengeng ala novel percintaan umumnya. Novel ini cukup menyita perhatiaan public pencinta cerita-cerita islami. Menjadi perbincangan dari mulut ke mulut.*

Novel apakah yang dimaksud? Yup. Apalagi kalau bukan novel Ayat-Ayat Cinta( AAC) karya novelis no. 1 indonesia. Habiburrahman El Syirazy. Novel ini meraih sukses yang luar biasa. Diusianya yang kini telah menginjak angka 5. novel ini telah mengalami cetak ulang berkali-kali sejak kemunculannya ( Diterbitkan ) 2004 silam. Dalam waktu yang relative singkat, novel ini pun langsung menjandang predikat best seller, pasalnya sejak diterbitkan bulan desember 2004 hingga agustus 2006 saja novel ini telah terjual sebanyak 150 ribu eksemplar. Sungguh penjualan yang tergolong fantastis mengingat novel ini adalah novel bergender sastra islami.

Seiring perjalanan waktu, novel ini pun makin kokoh menancapkan diri sebagai bagian dari deretan novel-novel yang sukses sepanjang sejarah kesusastraan Indonesia. Pada tahun 2006, novel ini memperoleh penghargaan dari Islamic Book Fair (IBF) sebagai the most favorite book, untuk kategori fiksi dewasa, terpaut 4 angka dengan book fiksi Harry Potter karya JK. Rowling.

Baiklah, ini hanyalah sekelumit kisah sukses yang mengiringi perjalanan novel AAC sebagai novel fenomenal. Masih banyak sebenarnya cerita-cerita menarik yang bias kita dapatkan dari novel ini, mulai dari latar belakang penulisan AAC sampai pada yang baru-baru iin menjadi perbincangan hangat tak hanya dikalangan para penikmat sastra tapi juga sampai pada pecinta film-film Indonesia. Apalagi kalau bukan berita akan difilmkannya AAC.

Difilmkannya Ayat-ayat cinta seolah memberi angina segar bagi para penggemarnya yang memang telah menanti diputarkannya film ini. Film besutan sutradara kondang, hanung Bramantyo, ini rencananya akan diputar secara serentak di bioskop diseluruh Indonesia pada 28 Februari mendatang. Namun sebelum ditayangkan kepada public, film ini telah dipertontonkan pada para wartawan di studio Planet Hollywood 21, Jakarta.

aac-ii.jpgTak hanya dalam penciptaan novelnya saja ada cerita-cerita yang menarik, dalam pembuatan filmnya pun, ayat-ayat cinta memiliki cerita-cerita yang tak kalah seru sekaligur mengundang perdebatan dan perbincangan yang panas. Mulai dari syuting sampai pemilihan para tokoh Film ( dapat dilihat di balik layer Ayat-ayat cinta ).

Dari syuting pembuatan film misalnya. Sebagaimana kita ketahui novel AAC mengambil latar di cairo, Mesir. Namun, anehnya filmnya tidak mengambil latar di mesir, tapi malah di India dan semarang. Tentu hal ini akan mengurangi nilai estetika dari novel ini. Melihat salah satu keunggulan novel ini memang ada pada setting yang kuat. Seperti yang diungkapkan oleh Ibnu Wahyudi, kritikus sastra dari Universitas Indonesia ini mengatakan, “ Kekuatan ayat-ayat cinta terletak pada latarnya yang kuat sehingga pembaca begitu akrab dengan daerah itu sekalipun belum pernah kesana dan penyajian yang enak dibaca.

Hal ini pula yang membuat Hanung merasa kurang puas dengan film garapannya ini. Pasalnya ia tidak dapat mengambil gambaran secara detail seperti yang diceritakan oleh kang Abik ( sapaan akrab Habiburahman El Syirazy ). Selain itu, seperti yang dikatakan Hanung dalam wawancaranya, ada beberapa bagian dari novel tidak dapat diakomodasikan dalam film yang berdurasi 120 menit itu. Malah sebaliknya ada beberapa bagian yang mendapatkan tambahan. Ini berarti kita akan menemukan hal-hal baru yang belum pernah kita temukan dalam novel AAc sebelumnya. Ya, semoga saja hal ini mampu memberikanwarna baru bagi film ini.

OK,diluar semua itu, tentu saja film Ayat-ayat cinta masih menjadi hal yang dinanti-nanti kehadirannya oleh jutaan pasang mata. Nah, pertanyaan yang muncul sekarang, apakah film AAC akan meraih sukses mengikuti Novel adaptasinya? Waktu jualah yang akam menjawabnya. Yang paling penting adalah saat kita menyaksikan film ini diputar, ada hikmah yang bias kita peroleh. Semoga novel Ayat-ayat cinta mampu menjadi pioneer bagi tegaknya sastra-sastra Indonesia yang benar-benar mengusung nilai-nilai yang lebih, tak hanya nilai-nilai moral tetapi juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi para membaca dan penikmat film untuk melangkah hidup yang lebih baik. Amin.

Cat. * Majalah Sabili, no. 11 th. XII, 15 Desember 2005

One thought on “Akankah Film Ayat-Ayat Cinta Sukses?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s