KHUTBAH IMAM ALJABIR TENTANG FENOMENA AKHIR ZAMAN

Standar

KHUTBAH IMAM ALJABIR TENTANG FENOMENA AKHIR ZAMAN

Sudah beberapa hari ini saya tidak sempat membuka blog ini. Kesibukan akan tugas kuliah dan berbagai kegiatan organisasi kampus yang masyaallah berjubel banyaknnya menjadi salah satu alasan mengapa saya tidak juga menjamah blog kecil ini. Baru hari ini alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh Allah untuk bersua dengan catatan-catatan ini. Ya, mau bagaimana lagi. Hari ini saya mulai pergi ke internet perpustakaan kampus. Tempat ini adalah tempat favorit saya untuk melakukan berbagai aktiftas yang insyaallah bermanfaat. Internet di kampus lumayan lebih murah dibandingkan dengan di warnet sekitar kampus. Hanya 1000 rupiah perjam. Meski accessnya cukup lama. Nah saat saya mulai menelusuri jendela blog. Saya dihadapkan pada kata “(2)menunggu moderasi” yup ada 2 komentar dari sahabat yang menunggu untuk diterbitkan. Komentar itu ditulis 4 hari yang lalu. Saat saya mengklik komentar tersebut, masyaallah panjang bener komentarnya. Saya benar-benar kaget. Tapi setelah saya baca, ternyata itu adalah sebuah kutipan

KHUTHBAH SHALAT ‘IDUL ADHHA
Tahun 1428 H / 2007 M
Oleh ALJABIR
PEMIMPIN AKHIR ZAMAN.

Yang dikirim oleh saudara Hariyanto. Terima kasih untuk saudara Haryanto yang dengan kerelaan hati berbagi ilmu dengan mempostingkan catatan khutbah imam Aljabir berkenaan dengan kemunculan imam Mahdi dan kondisi umat islam sekarang. Berikut khutbah Imam Aljabir dalam khutbah idul Adhanya pada tahun 1428 H.

DI SAMPAIKAN ALOH :
DEPARTEMEN DAKWAH
HIMPUNAN PEMUDA SINAR SYAHID
HIMPASS

KHUTHBAH SHALAT ‘IDUL ADHHA
Tahun 1428 H / 2007 M
Oleh ALJABIR
PEMIMPIN AKHIR ZAMAN

Allaahu Akbar ….9 x, Allaahu akbar kabira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, allaahu akbar wa lillaahil hamd Alhamdulillaahilladzii arsala rasuulahu bil hudaa wa diinil haq, liyuzhhirahuu ‘alad diini kullihii walau karihal musyrikuun. Ashhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah wa ashhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allahumma shalli wa sallim wa baarik ’alaa saiyyidinaa Muhammad, wa ’alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin.

Amma ba’du, fayaa ‘ibaadallaah, ittaqullaaha haqqa tuqaatih wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa aiyyuhalladziina aamanuu, athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri minkum; fa in tanaaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaahi war rasuuli inkuntum tu`minuuna billaahi wal yaumil aakhir; dzaalika khairun wa ahsanu ta`wiila. Qaalallaahu ta’aala fii kitaabihil kariim, A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu sesungguhnya telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa yang hak, Maka Adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?. Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka Tuhan-Tuhan yang mereka ada-adakan.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
Dikumandangkan kepada kamu sekalian Pemberitaan yang dari Tuhanmu ini, supaya kamu mengetahui bahwa sekalian umat manusia ini sedang menunggu kedatangan seorang anak manusia yang ianya memerintah dikerajaan Bumi Allah ini dengan Kalam Tuhannya. Semua manusia menunggu kedatangan seorang anak manusia yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Semua manusia menunggu seorang anak manusia yang dapat menyatukan semua manusia dimuka bumi ini dengan menjalankan apa yang mereka sangka adalah suatu kebenaran.

Sebahagian manusia menunggu kemunculan Imam Mahdi yang sangat mereka yakini Imam Mahdi akan memimpin mereka memerangi orang kafir. Sebahagian manusia menunggu turunnya ‘Isa dari langit yang sanggup membunuh Almasihud Dajjal. Sebahagian manusia menunggu kedatangan sang Ratu Adil sehingga memerintah Indonesia ini dengan adil. Ada yang menunggu reinkarnasinya sang Buda Sidarta Gautama sehingga bumi dipenuhi dengan keindahan budi pekerti. Ada yang menunggu Kresna kembali meluncurkan anak panahnya yang sanggup menembus jantung dan hati orang-orang yang durjana. Dan banyak nama lagi yang ditunggu manusia di muka buni ini.

Semua nama yang kamu tunggu-tunggu itu tak lain tak bukan adalah nama Allah yang menciptakan langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya, bahkan yang menciptakan dirimu, bahwa dengan namaNya aku menyampaikan kepadamu sekalian salam dari Tuhan yang Maha Penyayang. Dengan kasih sayang Tuhanmu, maka aku datang kehadapanmu sekalian menyampaikan apa yang dari padaNya, supaya kamu mau bersatu dalam kasih sayang Tuhan.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga tidak ada yang membantah melainkan orang-orang kafir. Aku datang bukan memerangi orang kafir seperti yang kamu kata orang lain adalah orang kafir, sehingga berusaha kamu dengan berbagai cara membunuh, memfitnah bahkan mengusir orang dari kediamannya yang ini sangat dilarang oleh Alqur`an namun kebanyakan kamu menyangka ini adalah perbuatan yang mulia. Kebanyakan kamu mengikuti langkah syaithan yang memandang baik perbuatan yang buruk dan sebaliknya memandang buruk perbuatan yang baik.

Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga nyata Dajjal yang selama ini bersembunyi dengan kebohongan-kebohongan dalam agama. Maka setelah nyata Dajjal, mudah-mudahan para pengikutnya mau diajak kepada agama Allah. Mereka membuat kebohongan dengan mengatakan: “taqwalah kamu kepada Allah dan Rasul” sehingga samar entah siapa yang mau diikut karena Rasulnya tidak ada lagi. Akhirnya mereka hanya berpedoman dengan ilmu, amal, ibadah, yang telah mereka perbuat sedari nenek moyang mereka. Jika ada yang berbuat tak seperti ilmu, amal, dan ibadah, yang mereka perbuat, maka difatwakanlah sesorang tersebut kafir atau sesat atau dengan kalimat-kalimat keji lainnya.

Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga ketika aku mengumandangkan sama seperti apa yang dikumandangkan pendahulu-pendahulu sebelumku yaitu pewaris Nabi-Nabi: “taqwalah kamu sekalian kepada Allah dan Rasul”, maka orang yang beriman sangat mengetahui siapa yang diikutinya. Mereka tidak menyombongkan diri dengan ilmu yang telah dituntutnya, tidak menyombongkan diri dengan amal yang telah diperbuatnya, tidak menyombongkan diri dengan ibadah yang dikhidmatkannya, dengan kekuasaan yang sedang dijabatnya, dengan harta hasil usahanya, dsb. Bahkan mereka berserah diri, menundukkan diri, taslim, Islam, seraya berikrar dengan lisannya: “Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah” “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah”.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga setelah kamu mengikutiku, maka kamu akan berbuat dengan apa yang disenangi Tuhanmu. Kamu akan sangat segan dan takut berbuat apa yang dilarang Tuhanmu, begitulah akhirnya orang-orang yang beriman mempunyai budi pekerti yang indah dan luhur sesuai atas petunjuk Allah dan Rasul, bukan hanya sekedar dengan petunjuk akal nafsu yang selama ini diperolehnya dari yang diketahuinya.

Aku datang mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga tersentuhlah hati orang-orang yang mencari kebenaran. Tersadarlah mereka dari apa yang selama ini mereka perbuat. Orang lalai tersadarkan bahwa sia-sia apa yang mereka perbuat sedang mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat yang sebaik-baiknya. Bahkan masuk neraka bagi orang-orang yang shalat, ketika dikumandangkan Alqur`an mereka masih mengatakan: “sebelumnya ini sungguh telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami dengan membawa kebenaran”. Pada hal aku tidak pernah mengatakan dulu belum pernah datang Rasul, bahkan aku membenarkan Rasul-Rasul terdahulu yang mereka juga mengumandangkan seperti apa yang aku kumandangkan sekarang ini kepadamu. Namun orang lalai sedari dulunya marah ketika diberi peringatan dengan Kalam-Kalam Tuhan. Mereka tetap bertahan dengan apa yang yang mereka dapatkan dari nenek-nenek moyang mereka menyembah walaupun nenek moyang mereka tidak sekalipun mau berfikir melainkan hanya dogma-dogma dan tidak pernah mendapatkan petunjuk dari Allah melainkan thagut dengan iming-iming surga.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
Thagut dengan si Dajjalnya membuatkan dogma dan iming-iming kepada pengikutnya, mudah-mudahan kita mendapat syafaat di yaumil akhir kelak pada seiap khuthbah Jum’at atau ketika mereka berpidato dsb. Padahal tidak berhak mereka mendapat syafa’at melainkan orang yang telah mendapatkan janji dari sisi Tuhan yang Pengasih. Thagut dan si Dajjalnya membuatkan dogma dan iming-iming kepada pengikutnya bahwa jika mereka mengamalkan amalan shalih seperti apa yang diamalkan salama ini mereka akan masuk surga. Padahal Apakah kamu menyangka bahwa kamu masuk surga sebelum didatangkan apa yang didatangkan kepada orang sebelum kamu, sehingga Rasul dan orang-orang yang percaya bersamanya berkata: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ketahuilah, pertolongan Allah amat dekat.

Sungguh mereka merugikan diri mereka sendiri dengan mengikuti dogma-dogma thagut, iming-iming Dajjal yang dengan fitnahnya yang paling populer :
• Rasul tidak ada lagi, padahal dengan keberadaan Rasul ditengah-tengah kamu itulah sebagai syarat bahwa ada surga sebagai cita-cita orang berakal.
• Wahyu tidak ada lagi, supaya ketika aku kumandangkan Wahyu Ilahi, Kalam Allah, Alqur`an kamu membantahnya dengan ilmu, amal dan ibadah.
• Pemimpin tidak wajib dipatuhi, sehingga kamu membuat kerusakan dimuka bumi Allah ini dengan kedok beramal shalih.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
Wahai orang-orang yang lalai, sungguh kamu telah merugikan dirimu sendiri dan sis-sialah, rusak binasalah apa yang selama ini kamu ada-adakan ketika aku sampaikan kepada kamu sekalian pemberitaan kebenaran Alqur`an ini kamu masih dilalaikan dengan mengatakan: “Dulu telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa kebenaran”. Lenyaplah dari mereka Tuhan-Tuhan yang mereka ada-adakan dengan mentiadakan Rasul setelahnya dan mentiadakan Pemimpin yang dipatuhi. Mereka mengada-adakan Tuhan yang namanya Allah tapi mentiadakan Rasul dan Pemimpin, padahal Tuhan memang ada yang namanya Allah, terbukti dengan didatangkannya Rasul untuk memimpin manusia dimuka bumi Allah ini. Jika penduduk negri ini beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akan bukakan ke atas mereka keberkatan dari langit dan bumi, namun mereka masih meragukan bahkan mendustakan, maka Kami ‘adzab mereka dengan isu pemanasan global disebabkan perbuatannya yang meragukan dan mendustakan.
Aku undang Ratu Balqis, Pemimpin negri ini, dengan Kalam Tuhan:

Innahuu min sulaimaana wa innahuu bismillaahir rahmaanir rahiim.
Allaa ta’luu ‘alaiyya wa`tuunii muslimiin.

Sesungguhnya surat itu dari SuIaiman dan sesungguhnya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang Islam.”

namun yang datang hanya intel-intelnya.
Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Baarakallaahu lii wa lakum fil qur`aanil ‘azhiim. Wanafa’anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wadzdzikril hakiim. Wataqabbala minnii wa minkum tilaawattahu, innahu huwas samii’ul ‘aliim. Aquulu qauli hadzaa, fastagfiruuh, innallaaha gafuurur rahiim.

KHUTBAH ke-2

Allaahu akbar …7 x kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila. Alhamdulillaahilladzii anzala ‘alaa ‘abdihil kitaaba wa lam yaj’allahu ‘iwaja.
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu rasuuluh.
Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii ajma’iin.
‘amma ba’du fa yaa ‘ibaadallaah : ittaqullaaha mastatha’tum, wa saari’uu ilaa magfiratir rabbil ‘aalamiin.
Fa qaala ta’aala : innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alannabiyy, yaa aiyyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimu tasliimaa.

Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammad, saiyyidil mursaliin, wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii wa azwaajihii wa dzurriyyatihii ajma’iin. Wardhallaahumma ‘alaa arba’atihil khulafaa-ir raasyidiin, Abii bakrin wa ‘umara wa ‘utsmana wa ‘aliy, wa ‘alaa baqiyyatish shahaabati wattaabi’iin, wa taabi’it taabi’iin waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin, wa ‘alainaa birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Allaahummashlih wulaati jamii’il muslimiin, wanshuril islaama wal muslimiin, wa ahlikil kafarati wal musyrikiin, wa a’li kalimatika ilaa yaumid diin.
Allaahummagfir lil muslimiina wal muslimaat, walmu`miniina wal mu`minaat, al ahyaa-i minhum wal amwaat, innaka samii’un qariibun mujiibud da’waat, wa yaa qaadhiyal haajaat. Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta wattaba’nar rasuula faktubnaa ma’asy syaahidiin.

‘ibaadallaah. Innallaaha ya`murukum bil ‘adli wal ihsaan, wa iitaa-idzil qur`baa wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal bagy. Ya’iizhukum la’allakum tadzakkaruun, fadzkurullaaha yadzkurkum wad’uuhu yastajiblakum wa ladzikrullaahi akbar. Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

SERUAN PEMIMPIN AKHIR ZAMAN….. AL MAHDI,,,, DIA-LAH MUHAMMAD UTUSAN ALLAH

ALI IMRAN 31
“JIKA BENAR KAMU MENCINTAI ALLAH, IKUTILAH AKU”

Qs. 4 An – Nisa 59
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah ALLAH, dan taatilah Rasul ( Nya ), dan ULIL AMRI diantara kamu.
Kemudian :
Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada ALLAH ( Al Quran ) dan Rasul ( Sunnah Nya ). Jika kamu benar-benar beriman kepada ALLAH dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya.

QS. 4 An Nisa 164
Dan ( Kami telah mengutus ) Rasul-rasul yang sungguh telah kami kisahkan tentang mereka ke padamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara langsung dengan Musa.

QS. 14 Ibrahim 1
Al Qur’an diturunkan kepada manusia untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju alam yang terang benderang ( cahaya yang terang )

Qs. 72 Al – Jinn 16
“Jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan Allah ( Agama ISLAM ) benar-benar kami akan memberi kepada mereka nikmat yang besar.

Qs. 36 Ya Sin 17.

17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.

QS. 36 Ya Sin 21
“Ikutilah orang yang tiada meminta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

QS.3 Ali Imran 164
164. Sungguh Allah Telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

QS. 4 An Nisa 165
Tidak ada alasan untuk membantah Allah (mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

DASAR JANJI SETIA
QS.48 Al Fath 10
QS. 2 Al Bagorah 80,81,82
“ Sudahkah kamu mengambil janji di sisi Allah?”

QS. 48 Al – Fath 10

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia ( Bai’ah) kepada kamu, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. “ Tangan Allah diatas tangan mereka “. Maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri. Dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

QS. 16 An – Nahl 89
(Dan ingatlah) akan hari ( ketika ) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan kami datangkan kamu menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan kami turunkan kepadamu Al kitab ( Al Qur’an ) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

QS. 33 Al – Ahjab 46
Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi

QS. 46 Al – Ahgaf 31
Hai kaum kami; terimalah ( seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan ber imanlah kepada Nya, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

QS. 46 Al – Ahqaf 32
Dan orang yang tidak menerima ( seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

QS. 5 Al Ma’idah 7
Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjiannya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu mengatakan “ Kami dengar dan kami taati “. Dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)

QS 16 An – Nahl 91
Dan tepatilah perjanjian apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah ( mu ) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan ALLAH sebagai saksimu ( terhadap sumpah-sumpah itu ). Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat.

QS 5 Al – Maidah 3
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.

QS 2 Al – Baqoroh 208
“ Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan “
( ISLAM KAFFAH )

From ARMAGEDDON :Bangsa Yahudi Akan Hancur Pada Tahun 2012???, 2008/04/06 at 9:44 PM

6 thoughts on “KHUTBAH IMAM ALJABIR TENTANG FENOMENA AKHIR ZAMAN

  1. yup,emang bener mas. padahal mengenal sosok imama mahdi sungguh sangat penting. salah satu cara untuk menangkal fitnah dajjal adalah dengan mengenal siapa imam pelindung kita agar kita tidak salah memilih imam. jangan sampai dajjal menjadi imam kita.naudzubillah

  2. Tidak sia-sia Rasulullah berpesan tentang Imam Mahdi kepada kita. Sungguh besar kasih sayang beliau kepada kita. Sayangnya ada juga orang yang jadi malas-malasan gara-gara adanya isu Imam Mahdi.

  3. hariyanto27

    KHUTHBAH ‘IDUL FITHRI ALJABIR 1429 H/2008M

    x 3 … ﺍﻜﺒﺮ  x 3 … ﺍﻜﺒﺮ  x 3 … ﺍﻜﺒﺮ 
    .         ﺍﻜﺒﺮ 
    . ur ﺍﷲ ﺍﻜﺒﺮ. ﺍﷲ ﺍﻜﺒﺮ   
       •      •
                   •   
    ﺍﻦ     ﻭﺣﺪﻩ ﻻﺸﺮﻴﻚ ﻠﻪ ﻭ ﺍﻦ  ﻋﺒﺪﻩ ﻭﻠﻪ
    ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻭﺴﻠﻡ ﻭﺒﺎﺮﻚ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻠﻪ ﻭﺼﺤﺒﻪ ﺍﺠﻤﻌﻴﻦ . ﺃﻤﺎ ﺒﻌﺪ ﻓﻴﺎﻋﺒﺎﺪﺍﷲ   •   •    . ﻗﺎﻞ ﺍﷲ ﺘﻌﺎﻠﻰ
                    •         •          ••           
    Allaahu Akbar ….3 x Allaahu Akbar ….3 x Allaahu Akbar ….3 x,
    Allaahu akbar kabira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila.
    Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil hamd.
    Alhamdulillaah: Tabaarakal ladzii nazzalal furqaana ‘alaa ‘abdihii liyakuuna lil’aalamiina nadziira. Alladzii lahuu mulkus samaawaati wal ardhi walam yattakhidz waladan walam yakun lahuu syariikun filmulki wakhalaqa kulla syai-in faqaddarahuu taqdiira.
    Ashhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah wa ashhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh.
    Allahumma shalli wa sallim wa baarik ’alaa saiyyidinaa Muhammad, wa ’alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin. Amma ba’d, fayaa ‘ibaadallaah:
    “ Ittaqullaaha haqqa tuqaatihii walaa tamuutunna illaa wa antum muslimuun.” Qaalallaahu ta’aala,
    Waqaaluu maali haadzaar rasuuli ya`kuluth tha’aama wayamsyii fil aswaaq, laulaa unzila ilaihi malakun fayakuuna ma’ahuu nadziira.(7) Au yulqaa ilaihi kanzun au takuunu lahuu jannatun ya`kulu minha. Waqaalazh zhaalimuuna in tattabi’uuna illaa rajulan mashuura.(8) Unzhur kaifa dharabuu lakal amtsaala fadhalluu falaa yastathii’uuna sabiila.(9)

    Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.
    Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan keatas hamba-Nya, agar ia kepada sekalian alam memberi peringatan, Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan, dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.
    Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Esa yang tidak ada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad hambanya dan pesuruhnya.
    Yaa Allah shalawat dan salam serta keberkatan atas Penghulu kami Muhammad, dan atas keluarganya serta sekalian shahabatnya. Kemudian dari pada itu wahai hamba-hamba Allah: “Taqwalah kepada Allah yang sebenar-benar taqwa padanya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan Islam”.
    Berkata Allah yang Maha Tinggi,
    Dan mereka berkata: “Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?,
    Atau diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau ada kebun baginya, yang dia dapat makan darinya?” dan orang-orang yang zalim itu berkata: “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”.
    Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup berjalan.

    Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.
    Yaa a’rabiy, hai orang-orang kampong, hai orang-orang desa…
    Allah Yang kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan, dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya, sentiasa menurunkan kepada hambanya Alfurqan. Sudahkah turun kepada kamu sekalian Alfurqan?! atau kamu hanya sekedar mempelajari, menerjemahkan, lalu kamu jadikan ia bacaan pada waktu pagi dan petang?! Kemudian kamu berbangga bahwa kamu telah tau atau mengerti dengan Alqur`an dan beramal shalih, pada hal kamu sedang berbuat kerusakan ketika ini sedang kamu tidak sadar?!

    Tuhan menurunkan Alfurqan itu hanya kepada hambanya. Tidak pandang apakah hambanya itu tak pandai tulis baca, tidak kaya dengan ilmu atau tidak terpandang di mata masyarakat kaumnya. Tidak pandang apakah sekolahnya sudah sampai IAIN atau sampai dua negri Kairo dan Arab Saudi. Tidak pandang ilmunya sudah sampai alam jabarut, malakut, atau lahut. Tidak pandang apakah orang Arab atau A’jam, pandai bahasa Arab atau tidak. Sehingga orang yang diturunkan padanya Alqur`an dikatakan gila, sesat, ahli sihir dan dengan perkataan-perkataan yang tak baik lainnya. Hamba Allah yang diturunkan padanya Alqur`an sentiasa mendapatkan pertentangan dari orang-orang kaya yang hidup mewah pada masyarakatnya. Mereka hidup kaya dan bermewah dengan harta, ilmu, amal ibadah sampai kaya dan bermewah alias bangga dengan kedudukan dan kekuasaan.

    Allah menurunkan Alfurqan pada hambanya yang bukan orang hidup kaya atau mewah pada suatu negri, supaya ia memperingatkan sekalian manusia dengan kalam-kalam Tuhannya. Ia menyampaikan salam dari Tuhan mereka yang Penyayang dan terputuslah pada hari itu orang-orang yang berdosa. Dia memperingatkan manusia dengan wahyu Tuhannya, lalu ia tidak lebih mendahulukan ‘ilmu yang ada pada akalnya selama ini telah dituntutnya, tidak lebih mendahulukan ‘amal ‘ibadah yang dilaksanakannya selama ini. Sehingga ia menjadi kabar gembira bagi orang-orang yang percaya, namun menjadi kabar peringatan bagi yang ragu-ragu dan menentang. Dia memperingatkan manusia baik yang beramal shalih atau thalih, alim atau lalim, tua atau muda, kaya atau miskin, raja atau jelata dengan ayat-ayat Allah yakni Alqur`an. Sehingga tidak ada yang berusaha melemahkan ayat-ayat Allah yang dibacakannya apalagi mengingkarinya melainkan orang-orang kafir. Dan ingat! kebanyakan yang berusaha melemahkan ayat-ayat Allah adalah orang kaya yang bermewah karena merasa banyak ilmu, amal, dan ibadah sehingga meragukan ayat-ayat Allah dengan ilmu Nahu, Sharaf, kitab-kitab yang disejajarkannya dengan Alqur`an sebab banyak ayat-ayat Alqur`an didalamnya yang dikarang manusia, pengalaman bathiniahnya atau ulama-ulama terdahulu pada hal tidak sama sekali pernah berjumpa. Tafakkur! Dirimukah orang kaya yang hidup mewah ini?!
      •      •
    Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan keatas hamba-Nya, agar ia menjadi pemberi peringatan kepada sekalian alam.

    Demikianlah aku mensucikan Allah dengan mengingatkan kamu sekalian dengan Alfurqan:
             •                       ••  
    Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

    Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.
    Kemudian kamu mengambil Tuhan-Tuhan yang kamu ketahui dari kitab-kitab yang dibuat-buat, dikarang nenek moyangmu. Sehingga kamu halakan, arahkan, pandangan pemikiran dan rasamu untuk mereka-reka hal keadaan Allah yang Dia tak bisa diumpamakan dengan tulisan, lisan, akal fikir dan rasa. Dengan tidak kamu sadari sama sekali kamu sudah membuatkan berhala bagi Allah dalam tulisan, ucapan, fikiran dan perasaan. Ilmu, amal, ibadah yang kamu halakan, arahkan bagi Allah itulah berhala yang aku takutkan pada akhir zaman ini, orang musyrik bukan karena menyembah patung. Orang musyrik mengada-adakan keTuhanan dengan tulisan, kata-kata, fikiran, dan rasa, sekali gus mentiadakan keRasulan. Lebih 1400 tahun lalu, mereka percaya adanya Tuhan sekaligus mentiadakan keRasulan Muhammad anak ‘abdullah. Lebih 2000 tahun lalu, mereka percaya adanya Tuhan sekaligus mentiadakan keRasulan ‘isa anak Maryam. Lebih 4000 tahun lalu, mereka percaya adanya Tuhan sekaligus mentiadakan keRasulan Yusuf anak Ya’qub. Adakah kamu yang mengambil pelajaran?!

    Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.
    Tahun 2004, aku sampaikan Alqur`an dihadapan MUI Sumatera Utara:

                  •                 
    Dan Sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu
    .
    Mereka berkata: “Ini cerita dulu, Pak Jubeir”

    Aku sampaikan Alqur`an:

          •
    Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.”

    Akhirnya mereka benar-benar mengingkari ayat-ayat Allah dan mengakui dihadapanku dan pengikut-pengikutku serta seorang pengacara yang hadir ketika itu bahwa mereka kafir. Namun sampai sekarang mereka belum mau tobat. Bahkan semakin menjadi-jadi membuatkan fatwa-fatwa berdasarkan akal fikir mereka yang disangka mereka baik untuk bangsa dan negara
    Pada hal mereka berbuat kerusakan dinegri ini namun mereka tak sadar.

    Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.
    Lain lagi MUI Langkat, membuatkan fatwa bahwa aku sesat hanya dengan mempercayai selebaran seorang yang mereka sendiri tak pernah berjumpa dengannya. Namun sudah aku peringatkan mereka dengan Kalam Allah melalui suratku:

            
    Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”.
    Benar Allah dengan segala firmanNya.
    Sampai MUI Langkat sanggup menzalimi pengikutku dengan menahan mereka dikantor Polisi Sekta Tanjung Pura dan mengatakan Alqur`an yang dibacakan pengikutku adalah buat-buatan Aljabir. Mereka lupa dan lalai dengan Kalam Tuhan:

                     
    Dan orang-orang kafir berkata: “Al Quran Ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain”; Maka Sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.
    Kalaupun mereka ini shalat, maka neraka Wail baginya dikarenakan mereka sedang lalai dalam shalatnya. Mereka tetap menganggap perbuatan yang sudah ditetapkan Allah masuk neraka Wail adalah perbuatan baik dan setan memandang baik perbuatan buruk. Ditangan kanan Dajjal surga dan tangan kirinya neraka, maka sesiapa yang mempertuhankan Dajjal diakhir zaman ini, pasti memilih tangan kanan Dajjal. Kamu tidak berTuhankan melainkan Allah, maka kamu dianiaya Dajjal di akhir zaman ini. Shabarlah wahai orang yang berpegang teguh dengan wahyu Allah.

    Aku sampaikan berulang-ulang perumpamaan ini untuk kamu supaya kamu dapat mengambil pelajaran. Siapa yang beriman, mereka mengetahui bahwa itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Siapa yang kafir, mereka bergumam: “Kok begini perumpamaannya”. Banyak yang tersesat dengan perumpamaan ini, banyak juga yang dapat petunjuk. Namun tidaklah tersesat melainkan orang-orang fasik.

    Mereka menjadikan Alqur`an hanya bacaan sejarah layaknya. Mereka baca pagi dan petang untuk dapat pahala. Tidak pernah turun dan berlaku pada dirinya, hanya turun dan berlaku pada orang-orang dulu.

    Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.
    Wahai hamba-hamba Allah, yang menerima dengan ikhlash Alfurqan diturunkan kepadanya. Hendaklah kamu memperkatakan perkataan yang benar yakni Alqur`an. Benar itu yakni Alqur`an datang dari Tuhanmu, maka jangan kamu ragu. Walaupun mereka bergumam sambil mengolok-olok kamu: “Ini orang yang menyampaikan Alqur`an?, Sudah datang malaikat Jibril dengan kamu?, Tunjukkan kelebihanmu; Bagaimana kamu bisa makan? Dan lain sebagainya”. Dan sampai perkataan mereka: “Kalian ini hanya mengikuti seorang laki-laki yang bukan Rasul. Tidak ada lagi Rasul setelahnya”. Demikianlah mereka tidak pernah berjalan dimuka bumi, sehingga tidak pernah datang kepada mereka berita Rasul-Rasul sebelum kamu, lalu mereka tetap dalam kegelapan.

    Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.

                    •         •          ••           
    Dan mereka berkata: “Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?,
    Atau diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau ada kebun baginya, yang dia dapat makan darinya?” dan orang-orang yang zalim itu berkata: “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”.
    Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup berjalan.

    ﺒﺎ   ﻠﻲ ﻮﻠﻜﻡ ﻓﻰ ﺍﻠﻗﺮﺃﻦ ﺍﻠﻌﻈﻴﻡ. ﻮﻨﻓﻌﻨﻲ ﻮﺍﻴﺎﻜﻡ ﺒﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻤﻦ ﺍﻷﻴﺖ ﻮﺍﻠﺬﻜﺮ ﺍﻠﺤﻜﻴﻤ ﻮﺘﻘﺒﻞ ﻤﻨﻲ ﻮﻤﻨﻜﻤ ﺘﻼﻮﺘﻪ ﺍﻨﻪ ﻫﻮ ﺍﻠﺴﻤﻴﻊ ﺍﻠﻌﻠﻴﻤ. ﺍﻗﻮﻞ ﻗﻮﻞ ﻫﺬﺍ. ﻓﺴﺘﻐﻔﺮﻮﻩ. ﺍﻦ ﺍﷲ ﻏﻔﻮﺮ ﺮﺤﻴﻢ.

  4. himpass

    Ass.. apa yang dikumandangkan Olh imam Al jabir merupakan suatu petunjuk bagi yang mau beriman kepadanya…

    DIA-LAH AL MAHDI SANG MUJADID (Utusan Allah )RASULULLAH , MUHAMMAD YANG BUKAN BAPAK SESEORANG LAKI LAKI DI ANTARA KAMU…. MUHAMMAD RASULULLAH BUKAN MUHAMMAD ANAK ABDULLAH, MELAIKAN MUHAMMAD UTUSAN ALLAH DI ZAMAN SEKARANG …

    AJAKAN KEPADA ISLAM(KESELAMATAN) BAGI YANG IMAN
    AJAKAN KEPADA ISLAM BAGI YANG IMAN
    Oleh : Al Jabir

    Yaa aiyyuhal ladziina aamanudkhuluu fis silmi kaaffah, walaa tattabi’uu khuthuwaatisy
    Syaithaan; innahuu lakum ‘aduwwun mubiin (Albaqarah 2 : 208)
    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

    Wahai saudaraku (Roseryzal), setelah sampai Kalam Tuhan ini kepadamu melalui si Aljabir dan kamu menerimanya, sehingga kamu menunudukkan diri dengan bersaksi dihadapannya maka muthlak kamu sudah menerima Islam yang dari sisi Allah. Yang selama ini kamu menyandang Islam berdasarkan garis keturunan, lalu kamu berbuat layaknya seperti pekerjaan Islam. Dan karena kamu berbuat layaknya Islam, maka orangpun mengatakan kamu Islam. Sebaliknya kamu melihat kawanmu berbuat layaknya Islam maka kamupun mengatakan mereka Islam, ini Islam yang menurut manusia atau Islam disisi manusia. Kamupun punya kartu identitas (IC) yang bertuliskan bahwa kamu beragama Islam. Ini Islam berdasarkan isian (borang) blangko kosong yang mau tak mau kamu isi dengan huruf I s l a m.

    Islam dari garis keturunan, Islam dari sisi manusia, Islam isian Blangko kosong (borang), dan banyak lagi menyebabkan manusia ini mengatakan dirinya Islam, itu semua adalah Islam dimata dunia. Dan dunia ini hanyalah tipu daya semata. Tidak bisa dijadikan pegangan untuk menyatakan bahwa Islammu benar walau sudah kamu tuntut ilmunya dari kecil sampai university, bahkan sampai ke Kairo atau Arab Saudi.

    Yaa aiyyuhal ladziina aamanuu athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri min kum.
    Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu.

    Wahai saudaraku, benarnya kamu taat kepada Allah yang tak seumpama dengan sesuatu, tak dapat diumpamakan dengan tulisan huruf A l l a h atau huruf Alif lam lam ha`, tak dapat diumpamakan dengan ucapan Allah. Tak pula dapat diumpamakan dengan khayalan akal walaupun sudah banyak ilmu tentang Allah yang kamu pelajari. Tak dapat diumpamakan dengan rasa dalam hati sehingga kamu rasakan kamu khusu’ dalam beribadah denganNya. Bukan itu Allah saudaraku, dan bukan pula diluar itu. Makanya tak bisa tidak kamu mesti taat kepada Rasul. Ketika datang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, walaupun tak sesuai dengan keinginan kamu, tak sesuai ilmunya dengan ilmu yang kamu tuntut, tak sesuai amal ibadahnya dengan yang kamu perbuat, jangan kamu menyombongkan diri terhadapnya. Jangan kamu mendustakannya, apalagi membunuhnya. Ikutilah Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, maka benarlah kamu telah taat kepada Allah Jalla wa ‘azza.

    Benarnya kamu mengikuti Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, maka datangilah Pemimpin yang dari kamu, yang ia menyampaikan Salam dari Tuhanmu sehingga kamu menerima salamnya. Kamu Islam kepadanya, merendahkan diri kepadanya dengan mengucapkan dengan lisanmu dan I’tiqadmu, : “Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah)”. Inilah Islam yang disisi Allah. Disisi Allah adalah Rasul; itulah Pemimpin yang dari kamu. Dia ada ditengah-tengah kamu, dia layaknya manusia seperti kamu juga. Makan, minum, duduk, berbaring, berkahwin, beranak, bahkan berjalan dipasar-pasar seperti layaknya kamupun makan, minum, duduk, berbaring, berkahwin, beranak dan berjalan.

    Wahai saudaraku (Roseryzal), syukurilah bahwa kamu telah menundukkan diri (taslim, Islam, Muslim) kepada orang yang didatangkan kepada kamu sekarang ini sehingga kamu tidak hanya Islam disisi dunia ini melainkan sudah Islam disisi Allah (Islam Kaaaffah). Kamu sudah tidak lagi mengikuti langkah Syaithan, yang Syaithan itu musuh yang nyata. Syaithan itu mengikuti langkah Iblis. Iblis sujud kepada Tuhan Rabbul jalil, tetapi enggan dan menyombongkan diri kepada Adam As yang Pemimpin (khalifah) dimuka bumi saat itu. Sampai-sampai tidak sejengkal bumi ini yang tidak bekas sujud Iblis. Tidakkan dirumahnya, Iblis menjadi imam, dimushalla, dimesjid, di atas langit, di surga, bahkan para Malaikatpun, Iblislah imamnya. Begitulah para pengikut syaithan sekarang ini, sujud kepada Tuhannya tapi enggan dan menyombongkan diri kepada Pemimpin yang diturunkan Allah di hari akhir ini. Bahkan mereka memusuhimu ketika kamupun sekarang menyampaikan Salam dari Tuhan mereka yang Penyayang dikarenakan kamu pun diciptakan Tuhan dari segumpal darah.

    Syukurilah wahai saudaraku (Roseryzal) dengan cara sampaikan Salamku kepada sekalian manusia, sehingga apabila mereka juga seperti kamu yang menerima Salamku, maka tak terlebih mulia engkau dari padaku dan tak terlebih mulia aku dari padamu. Engkau dan aku satu dalam kalimah: “laa ilaaha illallaah, Muhammadur rasuulullaah”. Allah, Rasul, Pemimpin, bukan tiga melainkan satu jua adanya, alias esa. Ditambah sekarang kamu menerima seruan ini, bukan jadi empat namun satu jua adanya. Ketahuilah bahwa Mu`min itu satu. Namun Allah tetap Allah, Rasul tetap Rasul, Pemimpin tetap Pemimpin. Tiga (3) tapi satu (1), satu tetap tiga (3). Inilah pasukanku wahai saudaraku, 3 1 3. Mudah-mudahan kamu shabar serta Allah.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s