Belajar Keikhlasan

Standar

Belajar Keikhlasan

Perjalanan Sobron ( Bagian III )

Sobron, hari ke tiga

Waduh, ternyata dah kangen rumah nih. Ingat bapak, ibu, kakak dan tingkah lucu si kecil Syifa. Sedang apa ya kira-kira mereka?. Kalau dah gini, bawaannya ingin cepat pulang dan tidak semangat. Tapi toh saya tetap harus mengikuti setiap pelajaran yang di jadwalkan. Itu klo saya ingin lulus Studi Islam II. Memang untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan dibutuhkan sedikit pengorbanan dan kesabaran. Jadi, ayo semangat, semangat. Tinggal satu hari lagi kan!

Nah, sekarang kan saya ceritakan kegiatan yang telah saya lakukan seharian ini. Di mulai dengan bangun tidur pukul 03.00, hiihiii, dingin banget, lagi-lagi co-imam beraksi. Tak henti-hentinya mereka meneriakkan yel-yel yang selalu saja sama, “ Ayo bangun, bangun, sholat malam dulu!” kurang kreatif ni para co-imam, dari hari pertama yel-yel yang di pakai itu melulu, terus yang baik gimana? Ya kagak tahu, pikir aja sendiri. Uh, kagak tanggung jawab ni. Masa hanya bisa kasih kritik, solusinya mana?

Dengan agak berat, saya bangun juga. Yah beginilah kalau iman masih sebiji jagung, di suruh bangun tuk sholat malam, eh malah semakin asyik aja bergelut dengan selimut, tapi memang beratnya bukan main.

Sholat malam pun rampung saya kerjakan tepat pukul 04.00 waktu insan beriman. Gaya baru ni, ngikut-ngikut para anak-anak rohis kampus yang sering saya lihat dalam beberapa undangan atau pamflet kajian. Selang beberapa saat kumandang adzan subuh menggema dari berbagai penjuru kota. Sholat pun ditegakkan dilanjutkan kultum dan tadarus al Qur’an.

Fajar telah menyingsing, subhanallah segarnya, kicau burung gereja di atap-atap rumah penduduk semakin menambah semarak pagi. Indahnya bukan main, damai sekali. Apa lagi di tambah makan pagi yang lezat.semakin semangat ni menyambut mentari.

Waktu sholat dzuhur tiba, entah kenapa co-imam melarang para mahasiswa tuk sholat di masjid depan asrama. Tidak hanya waktu dzuhur aja, subuh, maghrib, isya dan asyar tetep saja di larang. Padahal ni, aula asrama tidak mampu menampung jumlah mahasiswa yang mencapai 200 orang itu. Paling-paling hanya hari jum’at saja yang di perbolehkan. Itu pun hanya ketika waktu sholat jum’at. Selebihnya kagak jamin deh. Saya nggak habis pikir, Itukan juga rumah Allah. Setiap orang tentunya bebas kan untuk beribadah di sana. Masyaallah, kenapa jadi marah-marah gini sih. Tadi kan Cuma mau cerita tentang kegiatan hari ini.

Puuhh…., baiklah, langsung aja ya, hari ni tepat hari jum’at, ketika malam mulai beranjak, senja masih merekah di ufuk barat. Pertanda sholat maghrib, seiring berjalannya waktu, malam pun semakin larut. Malam ini ada kajian ubudiyah. Dan materinya, hi..hi… membuat bulu kudukku berdiri, apalagi saya juga

pernah mendengar kalau mahasiswa putri banyak yang kerasukan dan melihat hal-hal yang menyeramkan. di asrama ini juga. Di tambah, beribu-ribu mayat terbentang luas di sekitar asrama, ya namanya makam haji. Ya banyaklah pemakamannya.

Materi ubudiyah hari ini adalah bagaimana cara merawat jenazah. Loh jadi tidak hanya orang hidup aja ya, yang butuh perawatan, orang yang dah mati pun butuh perawatan. Di kasih bedak, libstik, baju mewah, sekalian mobil mewah jangan lupa di siapkan, kan mau pergi ke pesta. Stop, no…no…no…, udah mulai ngacok kan, bahasa apa lagi ini. Ya, orang nasrani mungkin demikian, tapi untuk orang Islam, cukup dengan selembar kain putih bersih yang menjadi pakaian bagi si mayat. Toh, nanti juga akan membusuk di makan belatung.

Tidak seperti yang saya pikirkan pertama kali, takut? Hilang sudah. Bagaimana tidak para mahasiswa pada nggak serius, yang ada malah tertawa, tertawa dan tertawa. Pokoknya seru abissss….

Kajianubudiyah selesai, saya pun kembali ke asrama, nggak langsung tidur, saya tumpahkan tinta-tinta hitam ke atas kertas, sehingga akhirnya terciptalah catatan kecil ini.

Sobron, 12 Mei 2007

lihat juga: The story of bathroom (sobron hari kedua)

Nyantri ala anak sobron (Sobron hari pertama)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s