Software Anti Situs Porno

Standar

Software Anti Situs Porno

Dalam beberapa bulan terakhir ini masyarakat Indonesia seolah telah dijamu oleh berbagai menu berita seputar aksi pornografi dan pornoaksi. Mulai dari media cetak sampai media elektronik berbondong-bondong mengupas tuntas seputar pornografi

Dimedia elektronik misalnya, aksi panggung Dewi Persik yang terlewat berani telah menjadi perbincangan masyarakat. Bahkan menjadi isu Nasional. Terbukti dengan adanya pencekalan-pencekalan yang dilakukan oleh para pemimpin daerah yang melarang sang dewi untuk melakukan konser di daerah mereka. Setelah itu ada kisah yang tak kalah hebohnya yang kali ini juga datang dari dunia entertainment yang memang tak pernah sepi dari kontroversi. Pemberian bonus maaf “kondom” dalam album Julia Perez sontak membuat gerang para ulama serta masyarakat, pun Mentri Pemberdayaan Wanita. Ditambah lagi info dari situs topten review.com berdasarkan hasil survey yang dilakukan situs tersebut, menunjukkan Indonesia menempati urutan ketujuh dari Negara-negara pengakses materi seputar pornografi setelah Maroko. Sedang di urutan pertama di duduki oleh Pakistan, India, Mesir Turki dan Aljazair. Jika kita perhatikan, hampir Negara-negara yang terdaftar dalam urutan teratas tersebut adalah Negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan. Mengingat mayoritas masyarakat yang menolak keras maraknya pornografi dan pornoaksi adalah umat islam sendiri. Apa lagi gambar-gambar tersebut menjadi salah satu penyebab rusaknya moral bangsa dan sehingga memicu timbulnya kekerasaan dalam kehidupan masyarakat.

Sebuah riset yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan , pornografi setara dengan kokain dimana keduanya mampu menimbulkan kecanduan bagi penikmatnya. Lewat pemotretan positron emission tomography menunjukkan bahwa seorang yang sedang menikmati gambar porno mengalami proses kimia di dalam otak mereka. Proses ini serupa dengan mereka yang tengah mengisap kokain. Itulah mengapa ketika seseorang mencoba-coba membuka situs porno, maka akan muncul lagi keinginan untuk menikmati gambar-gambar porno di internet. Meski awalnya karena coba-coba. Bahkan masih menurut penelitian, menikmati gambar porno ternyata lebih berbahaya dari pada mengonsumsi kokain. Lho kok bisa? Pengaruh kokain dalam tubuh manusia masih bisa dilenyapkan, tetapi bagi penikmat gambar porno, sekali mereka menikmati pornografi, maka gambar itu akan terekam dan mendekam dalam otak selamanya.

Sebuah data menyebutkan ada sekitar 25 juta pengguna internet di negeri ini. Pada mei mendatang jumlahnya diramalkan membengkak menjadi 50 juta orang, seiring dengan rencana pemerintah mengekspansi akses internet di sekolah-sekolah umum. Program pemerintah ini seharusnya patut disambut baik oleh siswa dan orang tua, karena berarti akan mengurangi jumlah masyarakat yang buta teknologi khususnya internet. Dari kotak kecil ini siswa mampu menemukan banyak info-info penting yang tidak mereka dapat di pelajaran sekolah. Dengan demikian masyarakat Indonesia pun diharapkan mampu mengejar ketertinggalannya dari bangsa-bangsa lain. Tapi dengan semakin maraknya pengguna internet dikalangan siswa, tidak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan akan penggunaan internet, semakin banyak penguna internet semakin besar pula kemungkinan pengakses situs-situs terlarang tersebut. Hal ini lantas membuat para ibu yang mempunyai anak usia sekolah berubah menjadi was-was dan merasa resah. Seorang anak cenderung ingin tahu tentang banyak hal termasuk hal-hal yang belum sepantasnya mereka ketahui dan tonton. Dan di dunia maya segala sesuatunya bisa mereka dapatkan dengan mudah, termasuk mengakses situs-situs porno. Diduga sebagian besar pengakses situs-situs porno adalah anak-anak kecil dan para remaja yang baru menginjak masa-masa pubertas.

Rasa was-was ini mungkin bisa sedikit di obati dengan semakin maraknya penemuan software-software anti situs porno yang mampu memblokir sambungan situs porno di internet. Masyarakat bisa mendownload software ini secara gratis.

Menurut Riki Arif Gunawan, Kasubdit Perangkat Lunak Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo), software tersebut sekaligus diperlengkapi petunjuk cara menginstalnya. Software memang berbahasa Inggris, namun tips-tips menginstalnya berbahasa Indonesia. Cara menginstalnya pun mudah. Hanya saja, “software ini Cuma bisa dioperasikan pada program windows. Ini kekurangannya,” ujar Riki. Adapun nama software ini adalah Naomi dan K9 web protection, buatan mancanegara. ( Republika, 13 Rabiul Akhir 1428 H/ Hal. A1)

Selain itu, meskipun software ini bisa menyaring situs-situs porno,tapi tidak semua situs porno bisa diblock, apalagi dengan semakin pintarnya para pembuat situs porno dengan membuat format situs yang sulit dilacak oleh software ini.

Jika memang demikian, peran serta orang tua, masyarakat dan pemerintah dalam usaha mengatasi pengakses situs porno yang semakin meningkat dari hari ke hari benar-benar harus digalakkan. Salah satunya adalah dengan membekali nilai-nilai akhlak pada diri sang anak serta masyarakat Indonesia., Pemerintah juga harus bersikap tegas terhadap permasalahan ini, salah satunya adalah dengan memberikan sanksi tegas bagi penyebar dan pembuat situs porno di dunia maya. Karena merekalah sejatinya akar dari permasalahan ini. Dan yang tak kalah penting adalah penanaman nilai moral pada diri masyarakat Indonesia agar tidak tergiur untuk mengakses situs-situs yang memang bisa merusak moral bangsa. Bagaimana menurut saudara, adakah solusi lain untuk mengatasi maraknya pengakses situs porno yang notabene adalah anak muda atau kaum pelajar?

Fakta-fakta mencengangkan seputar situs porno

Setiap detik, 28.258 orang di dunia melihat tayangan pornografi di internet (berupa Gambar dan Film)

Setiap detik 372 orang mencari materi pornografi lewat mesin pencari di internet

Jumlah situs pornografi di internet mencapai 4,2 juta situs, 18/12 % dari total situs yang ada di dunia maya

Jumlah materi pornografi yang dicari lewat search engine mencapai 68 juta pencari di setiap harinya

Jumlah penyebaran materi pornografi lewat email mencapai 2,5 miliar atau 8% dari total email

Persentase percakapan berkonotasi seksual para kaum muda di chat room mencapai 89 % dari total frekuensi percakapan

Rata-rata umur anak termuda yang mengakses situs porno untuk pertama kalinya adalah 11 tahun

Sumber : Sony set ( 500 + gelombang video porno Indonesia)

3 thoughts on “Software Anti Situs Porno

  1. rifalpradana

    Terima Kasih telah mengunjungi situs Kami. Semoga Pornografi & Pornografi bisa diberantas dari dunia ini. Maju terus pak Nuh, Kami mendukung Anda. Hidup Indonesia

    >>Sama-sama, terima kasih juga atas kunjungannya. semoga tali silaturahmi senantiasa terjalin, mesti hanya lewat kotak kecil ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s