Film “Mengaku Rasul” VS Aliran Sesat

Standar

Film “Mengaku Rasul” VS Aliran Sesat

Berbagai fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia sekarang ini, ternyata selalu memberikan banyak inspirasi bagi para sineas muda Indonesia dalam mencipta sebuah film. Tema-tema yang sedang hangat dimasyarakat, oleh para sutradara film dijadikan ide yang segar untuk diangkat ke layar lebar. Seperti film yang satu ini nich, terinspirasi dari peristiwa yang sedang hangat serta menjadi perbincangan masyarakat, akhirnya film bertajuk religi ini pun dibuat. Apa lagi kalau bukan masalah maraknya pengajaran aliran sesat yang menghiasi negeri ini sejak beberapa tahun terakhir. Ditambah lagi semakin banyaknya orang-orang yang mengaku dan menyebut-nyebut dirinya sebagai seorang rasul. Naudzubillah.

Kondisi yang pelik ini, menggugah hati seorang Helfi Kardit untuk berbuat sesuatu guna meredam ajaran sesat yang semakin merajalela di bumi pertiwi. Karena ia seorang sutradara, maka kontribusi yang ia berikan pun tak jauh-jauh dari profesinya sebagai pembuat film. Nah, akhirnya ia memutuskan untuk membuat sebuah film yang mampu membentengi masyarakat dari pengaruh aliran sesat. Dan film “mengaku Rasul” pun dibuat. Film ini diklaim sebagai pencerahan dan antisipasi kepada kaum muda untuk menghadapi ajaran sesat yang banyak bermunculan di negeri ini

Film ini dibintangi oleh aktor senior, Ray Sahetapy, yang berperan sebagai Guru samir yang sekaligus menjadi tokoh utama dalam film tersebut. Guru Samir adalah seorang pendiri sebuah padepokan yang mengajarkan ajaran-ajaran yang menyimpang dari ajaran Islam. Dengan dalih sebagai tokoh agama serta mengklaim dirinya sebagai seorang rasul, ia pun menyebarkan ajaran agamanya kepada masyarakat setempat.

Cerita ini diawali dengan kisah hidup seorang gadis bernama, Rianti (Jian Batari) yang merasakan kepahitan hidup setelah dikhianati oleh Ajie ( Alblen Fillindo Fabe), pacar Rianti. Rianti memergoki Ajie sedang bersama seorang wanita. Ajie sendiri, diceritakan disini sebagai seorang anak band. Namun, Hubungan mereka tidak dapat dilanjutkan karena mendapatkan penolakan dari orang tua Rianti. Nah, dari sinilah perjalanan Rianti kepada jalan sesat dimulai. Karena patah hati dan penolakan yang dilakukan oleh orang tuanya, Rianti memutuskan untuk pergi dari rumah, hingga akhirnya ia terdampar disebuah padepokan yang dipimpin oleh Guru Samir dan Ki Baihaqi (Reza Pahlevi). Di padepokan inilah, perubahan besar terjadi pada diri Rianti. Puncaknya saat sang guru mengizinkan para muridnya untuk melakukan jihad terhadap orang tua yang menentang keyakinan mereka, termasuk Rianti.

Film ini juga bercerita tentang penisbahan diri sang Guru sebagai rasul dan kemampuannya yang bisa memberikan penghapusan dosa serta pemberian sertifikat jaminan untuk masuk surga kepada para muridnya.

Pemenang Indonesian Idol 2006, Ihsan Tarore (Reihan) juga ikut ambil bagian dalam film ini. Termasuk juga Five V yang tampil selama 30 detik sebagai Cameo. Sedangkan untuk penggarapan musiknya, Helfi menggandeng seorang konduktor perempuan, Tya Subiakto dan juga penyanyi religi ,Opick untuk mengisi original soundtrack dalam film ini

Film ini telah diputar secara serempak di seluruh bioskop di Indonesia pada 5 juni lalu. Pada dasarnya film ini dibuat untuk meredam ajaran sesat yang semakin meraja lela di bumi pertiwi ini. Nah, film ini sangat cocok untuk Anda yang pingin tahu lebih detil tentang seluk beluk ajaran sesat yang berkembang di masyarakat kita saat ini. Selamat menonton!!

Jenis Film
DRAMA
Pemain
RAY SAHETAPY, VONNY CORNELLYA, JIAN BATARI, M. IHSAN TARORE, HENGKY TARNANDO, BABY ZELVIA, ALBLEN FILLINDO FABE
Sutradara
HELFI KARDIT
Penulis
TAUFIK DARAMING TAHIR, HELFI KARDIT
Produser
CHAND PARWEZ ZERVIA
Produksi
STARVISION

7 thoughts on “Film “Mengaku Rasul” VS Aliran Sesat

  1. semakin banyak saja film bertema religi…🙂

    >>semoga saja mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat Indonesia, setelah sekian lama dinina bobokkan dengan film-film romantisme dan horor…

  2. wah…indonesia makin aneh aja ya dunia perfilmannya.
    Bahaya tuch berakting menjadi orang lain.
    Mengatasnamakan religi tapi…
    Bukannya yang berakting itu bukan muhrim?
    Terus di dunia film kayaknya ISLAM jadi buat mainan.
    Berjilbab digunakan cuma waktu berakting…
    Pokoknya gitu lah…
    Hati-hati terhadap film2 kayak gitu mas-mas dan mbak-mbak

    >>”Terus di dunia film kayaknya ISLAM jadi buat mainan.
    Berjilbab digunakan cuma waktu berakting…”
    nah, yang seperti itulah yang benar-benar mesti diwaspadai. tapi tenang mas agoes, dalam waktu dekat akan muncul film religi “Ketika CInta Bertasbih” yang insyaallah akan memenuhi harapan saudara dan kita semua. karena para pemainnya dipilih yang benar-benar sholeh, secara luar dalam. ya sholeh dalam film dan juga sholeh dalam kehidupan sehari-hari.ada audisinya malah, jika mas agoes dah merasa sholeh dan pintar baca Qur’an, gak da salahnya ikut audisinya. he..he..

  3. ikrarestart

    oh ya kasih komentar di ikrarestart.wordpress.com yang berjudul tanda tanya di balik penayangan film religi emang sih masih belum saya sempurnakan tetapi cukuplah buat baca2 dan mengerti tentang film2 berkedok religi

    >>Sudah berkomentar kok, coba di liat, tapi masih menunggu moderasi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s