Syair

Ia Bersandar Dalam Tengadah


Ia Bersandar Dalam Tengadah

Wajah-wajah sayu itu…

duduk tengadah di gerbang-gerbang utama

terdiam ringkih dalam balutan usia yang mulai menua

mereka….

mempertahankan setiap aliran nafas

dengan bergantung pada tangan-tangan derma

saat tangan-tangan itu terus bersambut

di atas tangan-tangan mereka

maka tarikan nafas itupun sejenak mampu bertahan

dengan kehendak-Nya

namun, saat kosong dalam tengadahnya

ia pun tak berdaya atas segalanya

pasrah…..

10 Agustus 2008

Advertisements

14 thoughts on “Ia Bersandar Dalam Tengadah”

  1. antum sering merangkai kata akhi Muslim…

    teruskan ya!

    Tapi jangan lupa menuntut ilmu juga, ngaji kepada para asatidz yang berilmu. semoga kita diberikan hidayah-Nya selalu.

    >>Insyaallah Akh, do’anya agar diri ini senantiasa dilapangkan oleh Allah tuk semangat menuntut ilmu.

  2. Ketika umat manusia berbondong-bondong mencari cinta ILLAHI..sesungguhnya di jiwa-jiwa yang menahan lapar , ditangan-tangan yang mengadah..cinta ALLAH hadir dan bersemayam.

    >>Sungguh beruntung mereka yang didalam hati mereka, cinta Allah senantiasa hadir dan bersemayam.
    semoga kita salah satunya.

  3. assalam…

    kenapa aku gak bisa bikin puisi yang bagus yah??
    🙂

    >>jangan bilang tidak bisa mas, cukup katakan “belum bisa”. karena untuk bisa itu masih terbuka lebar, jika kita terus berusaha dan sabar.
    tapi saya yakin kok sebenarnya mas Yakhanu bisa. hanya mungkin belum mau mencoba saja.

  4. pasrah..?
    hidup penuh perjuangan
    rencanakanlah hari ini untuk esok
    janganlah bersembunyi dalam bayangan
    tampillah dengan gagah berani dan jangan kapok
    salam.

  5. kadang apa yang kita anggap penting ternyata hanya hal-hal kecil

    kadang kita kekanak-kanakan
    saat mengatakan kita orang2 dewasa

  6. yakinlah
    ketidak berdayaanmu adalah
    cara berdekatan dengan penciptamu
    karena pasti
    tengadahmu
    adalah keterpaksaan yang engkaupun tak harapkan

    >>Subhanallah….
    tiada ku bisa berkata-kata yang begitu menyejukkan seperti yang bapak ungkapkan.
    semoga Allah mengampuni dosa-dosa ini.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s