Ku Sambut Ramadhan dengan Luka

Standar

Ku Sambut Ramadhan Dengan Luka

 

Hari-hari menuju mihrab kemuliaan semakin dekat. Meski masih 7 hari lagi, namun senandungnya sudah mulai berirama di hati. Menimbulkan kerinduan yang teramat sangat untuk segera bersua. Berbahagia bersama dalam lapar, bersyukur dengan nikmat berbuka, mengumandangkan ayat-ayat mulia, bercengkrama dengan Illah di malam buta, bertarawih, mengisi keringnya hati dengan untaian hikmah para ulama’, serta mempererat tali ukhuwah diantara sesama. Subhanallah, rindu semakin tak tertahankan.

 

Duhai ramadhan yang mulia, tahukah engkau bahwa manusia hina ini benar-benar rindu tuk berjumpa dengan mu. Diri ini rindu pula untuk berlama-lama dengan Rabb-mu dalam waktu yang penuh barakah. Dalam dzikirku, shalatku, puasaku, dan dalam setiap langkah hidupku semata mengharap ridho dan ampunanNya. Namun, maafkan duhai ramadhanku, hari ini, hanya rindu dan harap yang dapat aku bawa untuk menyambut kedatanganmu. Ku tahu dan sadar, itu tidaklah cukup untuk menyambut sosokmu yang luar biasa. Setiap detik yang kau tawarkan menyimpan berjuta keberkahan dari Robbmu. Engkau adalah bulan terindah dan termulia diantara bulan-bulan yang ada.

 

Akhir-akhir ini, tak kudapatkan ketenangan jiwa, Serasa ada yang hilang memang. Hati ini terasa kering, raga ini terasa letih. Bergelut dengan dunia yang memang tidak pernah lengang. Hari-hariku tersita untuk tugas-tugas dunia. Sehingga tak jarang, ku lalai terhadap perintahnya. Astaghfirullahal’adzhim. Sholatku tidak lagi seindah dulu, baca qur’anku tidak lagi serutin dulu. Waktuku benar-benar dirampas oleh kesibukan dunia. Dan aku yang lemah iman ini belum mampu mengembalikan semua itu. Sungguh akupun tahu, aku termasuk orang yang merugi karena kondisi ini atau bahkan mungkin seorang yang lebih dari merugi karena hari-hariku semakin terpuruk. Semoga Allah senantiasa membuka pintu rahmatNya.

 

Terkadang rasa iri itu tiba-tiba muncul, mengusik ketenangan jiwaku. Mengoyak jala keimananku.Ya, aku iri pada saudara-saudaraku diseantero penjuru dunia. Aku pun iri pada Sahabat-sahabat blogger, yang mungkin kata sebagian orang, dunianya orang-orang yang tidak berani menunjukkan jati diri, karena identitas yang kurang jelas, atau entahlah. Lepas dari itu, dunia baru ini benar-benar memberikan sesuatu yang baru dalam kehidupan ini. Ku temukan banyak manfaat di dalamnya. Ukhuwah yang semakin lama semakin meluas, nasihat dan semangat dari para sahabat yang tiada mengharap balas, ilmu pengetahuan yang disuguhkan, dan yang tidak kalah pentingnya, DO’A. Ya, doa dari para sahabat dunia maya, khususnya bumi wordpress.

 

Biarkan diri ini memunculkan rasa iri dalam hati wahai saudaraku. Karena belum mampu melakukan sesuatu yang lebih bagi agama ini. Bagi bangsa ini, bahkan untuk diri ini sekalipun.  Sungguh aku adalah manusia yang khilaf. Yang tak luput dari dosa dan noda.  Menyambut Ramadhan mulia ini pun, serasa ada yang kurang. Hatiku keruh dan jiwaku rapuh.

 

Biarkan diri ini dipenuhi rasa iri terhadap hamba-hamba-Mu yang lebih dulu syahid dipangkuanMu, yang memiliki kebeningan hati, yang tetap tegak dam istiqomah berada di jalur takwa, yang tidak pernah lupa dari mengingatMu. Seorang hamba yang hidup berpegang pada prinsip yang benar dan yang selalu Engkau cintai karena kebaikan akhlaknya. Sehingga sepuluh ribu malaikat pun tak segan untuk mendo’akan mereka agar senantiasa memperoleh rahmat Mu. Subhanallah aku benar-benar iri.

 

Kini, izinkan sang pemilik rasa iri ini berusaha mengukir kembali masa-masa indah itu, berbekal rasa iri, izinkan diri ini tuk mengubahnya menjadi sebuah kekuatan motivasi untuk bisa seperti mereka. Atau bahkan lebih baik dari mereka, insyaallah. Izinkan diri ini untuk terus melangkah dengan penuh semangat, menggapai cita-cita mulia. Disertai iringan do’a dari para sahabat.

 

Ya, ramadhan kali ini harus memberikan kedalaman arti bagi hidup ini, meninggalkan bekas emas untuk menyongsong esok hari. Tak akan aku biarkan setan-setan (Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk) memenuhi kekosongan jiwa ini. Ramadhan kali ini tidak akan aku sia-sia kan. Insyaallah….

 

Ya Rabbi Robbul ‘Izzati, ridhoilah setiap langkah ini. Kuatkan iman kami agar tetap istiqomah di jalan yang kau ridhoi. Tumbuh dan jagalah ghiroh kami untuk berjuang dijalan Mu. Dimulai hari ini, dengan keridhoanMu. Teguhkan iman ini untuk menyongsong Ramadhan mulia. Amin…..

 

 

 

21 thoughts on “Ku Sambut Ramadhan dengan Luka

  1. ariefdj™

    ..mks atas pencerahannya.. salam..

    >>Saling mengingatkan pak arief.
    semoga rahmat Allah senantiasa mengalir kedalam hidup kita. Amin

  2. akutertusuk
    aku tertusuk kerinduan
    duhai Ramdhan
    sambut, aku datang

    >>inilah satu-satunya tusukan yang tidak membuat orang yang tertusuk merasakan sakit. tapi malah semakin menimbulkan rasa rindu yang teramat sangat.

  3. vaipbudiawan

    suka cita menyongsong kita
    raihlah Ramadhan ini
    sebagai tonggak sejarah
    tuk menempuh sisa-sisa langkah
    hidup dalam ridho-Nya
    mohon amopunkan kedhoifan dan kelalaian
    sebagai abdi-Nya
    raihlah ketaqwaan kepadanya

    Samoga Alloh mengampuni kita …Amiin!!

    >>amin…mumpung nyala lilin itu belumlah padam.yuk persiapkan diri ini menyongsong ramadhan mulia

  4. kalau romadhon adalah rumahMU
    tolong jendelanya jangan KAU kunci
    biar aku bisa masuk kedalamnya….
    karena lewat pintu aku sudah begitu malu

    sampaikan aku pada romadhonMU…..

    >>Syair yang begitu indah.
    semoga jendela itu menjali lapang.
    hati kita dibersihkannya, sehingga tak perlu malu kita lewat pintu rahmatNya.
    karena itulah wujud kasih Allah kepada hambaNya. Insyaallah

  5. mas ahsin, postingannya menyentuh sekali,,
    terima kasih ya

    >>Sama-sama. diri ini hanya mampu berharap semoga apa yang di tulis dalam blog ini mampu memberikan manfaat bagi para sahabat, dan terutama menjadi pengingat bagi diri ini.

  6. Shubhanallah! Ramadhan sudah dekat, Alhamdulillah… terimakasih sobat engkau telah mengingatkan jiwaku yang rapuh dan lemah iman ini…. Insyaallah dengan ramadhan kali ini mari kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa… begitu juga sobat-sobat semuanya … semoga di bula penuh berkah, penuh rahmat dan penuh ampunan dapat menjalanidengan husuk dan istiqomah, amien.

    >>Amin, Insyaallah Pak salim

  7. ILYAS ASIA

    seorang kawan menasehatikuti :

    tenangkan hatimu dengan MENIKAH

    menikahlah, sempurna agamamu

    selamat menjalankan ibadah ramadhan

    >>Seorang sahabat mengucap selamat kepadaku:
    “Selamat menjalankan ibadah ramadhan”

  8. Ya… ‘Kusambut Ramadhan dengan Luka’… Luka yang masih membekas, tuk bisa tersembuhkan di Ramadhan tahun ini…

    Ya Allah, sampaikanlah kami di bulan itu…

    >>Selamat menyambut bulan nan Mulia ini yach,

  9. Ramadhan kali ini memiliki arti khusus bagi saya. Awal dari sebuah perubahan. InsyaAllah akan jadi lebih baik.

    Salam kenal,yud

    >>Amin….
    salam kenal juga, semoga sukses dalam perubahan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s