PRASANGKA


PRASANGKA

matahari-malu

Selalu saja muncul

Dalam segala bentuk, bias

Berjejal, penuhi jalan fikirku

Menjadi belenggu lara

Melahirkan duri-duri tak bertuan

Sehingga menyisakan bekas sesak dan merah

Buram semakin lihai menjerat

Semu kian mengoyak jiwa

Penat mulai terasa di raga

Sebait cinta pun ikut terampas

Lautan bening berubah keruh

Karena buram diiringi noda-noda kelam

Telah mengobrak-abrik kebenaran

Kini tinggal tersisa sepenggal do’a

An-Nur al-Furqon

Terangi semu dan buram

Redam setiap gelap prasangka

Sehingga yang ada hanyalah jelas dan nyata

13 Desember 2008

Published by

muhsinsakhi

lahir di sebuah perkampungan kecil di Boyolali tepatnya di desa Sambiroto, Sindon, Ngemplak, Boyolali. Mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Surakarta jurusan FKIP Bahasa Inggris. Saat ini berprofesi sebagai pengajar di SD Al-Azhar Syifa Budi Solo. Tergabung dalam komunitas menulis FLP Solo Raya. Beberapa karyanya dimuat dalam buku antologi bersama seperti “Kapur dan Papan: Kisah Menjadi Guru” (2015), “Dupa Mengepul Di Langit” (2015), “Kapur dan Papan: Mendidik dengan Hati” (2016), “Ensiklopedi Penulis Nusantara” (2016), “Ketika Buku Berkisah Tentang Aku” (2016), “Bayang Terang Pendidikan” (2018) dan “Kaki Api” (2018) serta buku solo yang baru terbit tahun ini berjudul “Catatan Di Balik Ruang” (2020)

19 thoughts on “PRASANGKA”

  1. WOW .. kata2 yg indah sobat 🙂

    Kini tinggal tersisa sepenggal do’a

    An-Nur al-Furqon

    Terangi semu dan buram

    Redam setiap gelap prasangka

    Sehingga yang ada hanyalah jelas dan nyata << ending yang indah .. huaaaa … kpan ak bs spertimu ?? 😦

    Like

  2. Saya mengucapkan Selamat tahun baru Islam 1430 Hijriyah ,semoga hari ini dan hari esok akan lebih baik dan terlebih baik lagi,agar kita bisa menjadi orang yang bermanfaat dan menjadi rahmat bagi seluruh sekalian alam,bukankah itu tujuan Allah menciptakan kita,untuk menjadi Rahmatan lil alamin

    Salam sejahtera selalu wahai sahabat yang selalu di Rahmati dan di Muliakan Allah SWT

    Salam dari saya *Wanita yang hina dan fakir*

    Like

  3. Kata prasangka memang lebih ke prasangka jelek ya?
    Dan seperti telah saudaraku tulis dengan indah itu, hati yang terbakar oleh prasangka adalah diri sendiri, dan baru orang-orang disekitar yang kemungkinan besar adalah orang kita sayangi…

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s