PENGIRIM SMS MISTERIUS ITU BERNAMA “M”

Standar

PERHATIAN: Ini adalah kisah nyata, yang terjadi pada diri ini beberapa waktu yang lalu, saat jiwa dan raga tengah terpuruk. Teror SMS dari penggemar misterius terus menerus menerjang, memenuhi kotak pesan di Hp saya. Jika Anda pernah mengalami hal yang sama, atau malah lebih, silakan berbagi di sini. Nasehat sahabat sangatlah penulis butuhkan. Terima kasih….

handphoneSinar mentari indah menyeringai di balik rerimbunan daun yang bergoyang. Burung-burung pipit berkicau riang di balik pohon, beterbangan kesana kemari. Langit tampak begitu bersahaja, dengan awan-awan putih yang menyelimutinya. Sungguh nyanyian pagi yang begitu indah. Sayang, eloknya panorama pagi tak mampu membuat mentari di jiwaku tersenyum bahagia. Sinar mentari tak mampu menyebarkan energi cintanya ke tubuh layuku. Pagi ini, aku hanya ingin di tempat tidur, pejamkan mata dan diam, menutup tubuh ini dengan selimut lembutku.

Hari ahad, 8 Februari 2009 menjadi hari yang “luar biasa” bagiku, mencatat kisah aneh dan tak menentu. Hari dimana aku tak tahu haruskah marah, jengkel, sedih, ataukah bahagia. Entahlah semua bercampur menjadi satu, melebur di dalam kepala yang terhujam onak dan duri. Belum lagi hujan SMS dari sahabat dan “penggemar” misterius yang tak henti melayangkan pesan aneh dan tak kumengerti.

Kurasakan benar, Tidur terus  tidaklah enak, maka ku paksakan tubuh ini untuk menjauh dari peraduannya. Ku buka mata kecilku, uh, sinar surya langsung menghantam bola mataku, menembus kaca genting di langit-langit rumahku.  Semakin berat, tak tahan.

Tanganku meraih Hp kecil yang tergeletak di meja samping tempat tidur. Ada beberapa panggilan tak terjawab. Ternyata makhluk mungil ini telah berdering dari tadi. Sayang telingaku tak menangkap bunyi itu, karena Hp itu aku silent. Setelah ku buka, ada nomor baru yang mencoba menghubungi beberapa kali.

Jarum jam mulai menunjuk angka 12. siang semakin panas. Namun, angin selalu punya cara untuk meleburnya. Tapi, pusing di kepalaku tak jua beranjak pergi, hidung bergantian menghambat masuknya udara, mata semakin perih membuka. Tiba-tiba telingaku kembali menangkap suara dering Hp dari dalam kamarku. Sambungan langsung. Segera kaki ini berlari ke dalam kamar, dan mengangkat telephon tersebut, dari no. asing tadi.

“Assalamu’alaikum, ya, siapa ini?

Halo, assalamu’alaikum….”

tak ada jawaban, cukup lama, dan pada akhirnya sambungan dari seberang terputus. Ah, paling cuma orang iseng, pikirku. Dan siang itu, kulalui hari dengan merebahkan tubuh di kasur biru, bersama buku-buku yang berserakan, tak teratur. Entah sudah berapa hari mereka tergeletak di sana, menemani tidur malamku. Aku tak tahu.

Siang kian menemukan batas akhirnya, beralih senja yang mulai memberi warna di ujung bumi sana. Cahaya kuning keemasan menggumpal di awan-awan. Angin sore kian kencang berhembus. Menari bersama pohon jati, bambu,  dan  mahoni di sekitar rumahku. Tubuhku pun ikut tersapu. hihi…dingin semakin terasa menggerogoti pori-pori tubuh ini. Senja yang syahdu.

Adzan maghrib sudah mulai berkumandang dari berbagai penjuru desa. Lantunan merdu itu mengiringi datangnya petang. Senja kian pudar. Petangpun semakin merangkak. Hp berdering untuk yang kesekian kali. Lagi-lagi dari nomor asing itu. Hanya miscall. Aku simpan saja nomor baru itu di buku teleponku. Ku beri nama “M” (misterius). Setelah men-save nomor tersebut, ku layangkan sebuah pesan kepadanya.

“Assalamu’alaikum,”

“Sorry, who is it?”

“Can I help you?”

selang beberapa menit setelah pesan terkirim, Hp kembali berdering, ternyata dari si M. saat ku buka pesan itu, muncullah kata-kata tidak jelas di layar handphone.

“Rian as: Halaiomko”. Ehm, Rian as, apakah aku punya teman atau kenalan bernama Rian?ku coba memutar memoriku, mengingat-ingat nama itu. Sayang aku tak menangkap nama Rian di kotak ingatanku. Rian as? Halaiomko. Apa maksudnya?ah, entahlah, kata itu terasa asing di telinga. Karena masih penasaran, ku kirimkan pesan ke dua. Meminta kejelasan atas kata-kata itu. Seperti sebelumnya, tak lama setelah ku kirimkan pesan itu, balasan dari si M pun datang. Saat ku buka, tak tertulis satu huruf pun di sana. Kosong. Puhff…bodoh amat. Kuletakkan Hp itu. Kemudian melangkah menuju sujud penghambaan.

Usai sholat maghrib, kembali kulemparkan tubuh ini ke kasur kesayangan. Ku oleskan balsem di leher dan kepala. Jari-jari kecilku menari-nari lincah di leher, kemudian merangkak naik menuju kepala. Memijit-mijit bagian yang terasa pening. Jari-jari itu kini berpindah ke atas meja, meraba-raba, mencari Hp kecilku. Sekedar mengecek adakah pesan yang masuk. Setelah layar diaktifkan, tampak dua pesan di sana. Lagi-lagi dari si M. pesan yang sama, kosong. Emosiku mulai naik. Aku semakin jengkel dengan orang itu. ‘Nich orang memang tidak ada kerjaan ya?’. Ku tarik nafas dalam-dalam. Sabar…sabar….tenang sobat. Ini adalah ujian hidup. Ku rebahkan kembali tubuh ini. Pokoknya aku hanya ingin meletakkan kepala ini di atas bantal. Karena hanya itu yang bisa kulakukan untuk mengurangi pusing di kepala, meski hidung, mata dan tenggorokan tetap sama.

Belum sempat pening ini menurun, Hp kembali berbunyi. Dengan malas kuraih benda mungil itu. Kembali ku aktifkan layar, ku buka, dan setelah kulihat, puhff….izinkan daku cukup berkata “SAMA”. Kepala ini malah semakin berat, mata seolah mau copot, apa lagi jika digunakan untuk bersujud, masyaAllah. Tidak tahan. Hujan me-teror- SMS itu semakin menekan pikiranku. Maka ku putuskan kaki ini tuk melangkah menuju ruang depan. Menyalakan TV, dan menikmati acara yang ada. Sambil berharap semoga semua ini segera berakhir……….Tapi, sepertinya harapan itu tinggallah harapan, Hp itu kembali berulah. Ku tengok jam dinding. Pukul 19.36. kali ini ku biarkan pesan itu tetap tertutup di sana. Namun, dasar penasaran, ku ambil juga Hp itu. Maka seperti rutinitas sebelumnya, ku ambil Hp itu, kemudian ku buka pesannya, dari si M lagi, tentu dengan pesan favoritnya, kosong. Tenang…tenang..Sin. Bagaimanapun hujan SMS itu jelas telah mengganggu pikiranku, di tengah kondisiku yang kurang fit, SMS itu berubah menjadi teror. Aku mulai berpikir, apakah aku pernah menyakiti seseorang? Sampai kemudian orang itu dendam kepadaku. Jika ya, siapa? Kapan? Karena apa? Astaghfirullahal’adzim. Jiwa ini pun semakin tenggelam dalam keterpurukan.

Ternyata ujian kesabaranku tidak berhenti sampai di sini. Pukul 19. 57 teman kecilku ini kembali bernyanyi. Nyanyiannya tidak lagi membuatku tersenyum. Aku benar-benar tidak mau ambil pusing. Silakan berdering sesukamu sobat. Cukup lama juga aku tak buka pesan itu. Walau pada akhirnya, jari-jari ini pun kembali menyentuhnya. Dan masyaAllah, setelah ku buka, ternyata bukan dari si M, melainkan dari seorang ikhwan, teman seperjuangan di mentoring. Inilah sepenggal SMS itu:

“Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Akh, ana mohon nasihat, akh sebenarnya ana tidak kuat akh, misal melihat cewek yang memakai celana dan pakaian yang ketat. Ana juga sering pusing dan mata ana jadi sering sakit. Apalagi ana baru mengalami masa puber, bagaimana Akh? Ana ingin yang di bawah minimal 5 tahun. Tolong bantu dengan do;a, mudah-mudahan dapat menjemput istri sholihah, muslimah…sukron Jazakallah akh”

Diri ini terdiam beberapa saat, ah sobat, kau meminta nasehat ke tempat yang kurang tepat. Nasihat apa yang dapat ku berikan? Sedang diri ini masih begitu lemah menjaga Iman. Aku merasa tak pantas untuk memberikan nasihat itu. Coba kau tanyakan ke Ustadz, insyaAllah akan peroleh jawaban yang menyejukkan. Namun, kutulis juga pesan balasan, kujawab semampuku sambil berdo’a agar di jauhkan dari sifat nifak dan tinggi hati. Ku pencet setiap huruf yang tertera di muka Hp. Belum selesai pesan tertulis, benda ajaib ini kembali bernyanyi. Ada pesan masuk, alhamdulillah, aku sedikit lega, karena bukan dari si M. ku buka pesan tersebut. Dari kalimat dan pesan yang ada, cukuplah bagiku untuk tahu siapa pengirim pesan itu, walau tidak tahu persis siapa, tapi pasti dari adik mentor. Namun, pesan itu seolah menjadi bumerang juga bagiku. Sekali lagi saudaraku. Sungguh sebenarnya aku takut menuliskan semua itu. Diri ini hanyalah manusia hina, yang juga tengah berjuang keras melepas belenggu nafsu dan jerat langkah setan. Aku benar-benar takut di cap munafik oleh-Nya. Tapi, aku sadar, bagaimanapun, sahabat adalah sahabat, jika mereka butuh bantuan, maka wajib bagi kita mengulurkan tangan ini. jika kita berjuang bersama-sama, saling menguatkan satu sama lain, insyaAllah, badai sebesar apapun, jerat sekuat apapun, dapat di lewati, dengan ijin Allah. Amin

Dengan kepala yang semakin kacau, dan kegalauaan akibat hujan SMS itu, aku mainkan jari-jari titipan Allah ini di atas tombol Hp. Ku tuliskan pesan-pesan sederhana kepada para sahabat.  Masyaallah, lagi-lagi aku dibuat kaget dengan Hp yang berdering tiba-tiba. Ehm, sambungan langsung, dari si M, manusia misterius yang kaya dan ‘baik hati’ itu, tahu khan?. Tak ada niatan sedikitpun dalam benakku tuk mengangkat telephon itu. Kubiarkan Hp itu terus berdering, cukup lama, sebentar berhenti kemudian kembali bergetar. Untung sudah aku silent di sela-sela pemberhentian tersebut. Sehingga tak terdengar berisik di telinga, meski getarnya masih mengganggu.

Setelah Hp itu tidak lagi berulah, kembali kuselesaikan membalas pesan yang sempat tertunda. Ku kirimkan pesan itu satu persatu ke tempat masing-masing. Setelah selesai, aku tinggalkan Hp itu di atas kursi. Kemudian pergi ke dapur, untuk membuat susu, sambil berharap semoga dengan minum segelas susu dapat menurunkan tekanan di otak ini. Gitu….

hampir setengah jam lebih makhluk hitam itu tidak memainkan musiknya, seolah diam, membeku. Tangan kananku tak henti memijit-mijit kapala dan mata yang terasa perih. Segelas susu yang kuminum tadi, alhamdulillah membuat tubuhku terasa hangat. Keringat mulai keluar dari pori-pori. Mataku kembali menikmati program-program TV yang mulai membosankan.

Ketenangan itu ibarat setetes air di padang gersang. Begitu berharga, namun tidak mudah tuk di gapai.  Dan malam ini, di depan Televisi, di saksikan petang, ketenanganku telah terenggut,   dirampas dan Diambil paksa oleh Mr/Mrs. M. makhluk misterius yang mulai bertingkah aneh dan menyebalkan. Aku sebenarnya bosan juga untuk menyampaikan ini, sama bosannya dengan mereka yang mendengar berita ini, mungkin. Hujan SMS itu ternyata belum reda juga. Malah semakin menggila. Dua SMS kembali jejali kotak pesanku. Dari M, dengan isi yang sama, namun berbeda dengan pesan sebelumnya. Tapi tetap saja gak penting.

“Mas, nikei no. aku  08572835xxx.” Aneh, no ini khan sama dengan no. yang ia pergunakan untuk menghujani pikiranku sekarang. Ngapain di tulis, kalau mau ngasih tahu tuh, namamu sobat. Your identity.  Understand!!!! hah…..

Dan setelah pesan itu, terhitung ada 8 SMS yang tiada henti merajam Hp kecilku. Semuanya dari M, dengan 5 pesan kosong, dan 3 pesan yang kesemuanya berbunyi sama.

“Hubungi saya di kantor, hubungi saya”.

(bersambung……)

19 thoughts on “PENGIRIM SMS MISTERIUS ITU BERNAMA “M”

  1. waw, cerita yang mengagumkan walaupn cerita ini belum selesai . .

    blognya hebat banget mas. Padahal di wordpress, tapi tampilannya asli keren. NI temanya pake yang default atau nyari ndiri mas. Bagi ilmu dun . . . heheheh

  2. saya belum lama ini juga mengalami hal yang mirip. Ada yang menghubungi saya setiap saya jawab tak ada suara. Bahkan seperti sengaja dinyalakan, entah apa maksudnya. saya dengan hanya suara orang-orang bising, berisik, sang penelpon tak terdengar. berulang kali sampai saya bingung. apa orang ini kenal saya apa nggak. Kemudian saya kirim SMS: ada apa? apa perlu dibantu?” Jawabannya menyakitkan: “kamu tak bisa menghargai orang lain”. Saya tanyakan kenapa, tidak ada jawaban. akhirnya saya yakin ini salah alamat dan saya SMS kembali: “maaf salah sambung”. EE dianya malah marah-marah, katanya tidak usah sok, sudah tahu rahasiaku katanya. Selidik punya selidik benar-benar salah alamat, karena semua data yang disebutkan tak ada satupun yang sama dengan diri saya. Tapi anehnya orang itu tetap ngotot menganggap saya orang yang sangat dia kenal.

  3. nakjaDimande

    hmm.., berarti saya salah.. saya pikir si pemilik blog cantik ini adalah s’org perempuan.. karena telah singgah ke kamar saya dan meninggalkan nama mba mina… jgn2 misterius juga niy😀

    namun.., keren mas..!! ga habis pikir, bagaimana bisa menulis cerita serem dengan indah..**semakin putus asa saya :D**

  4. Maey Moon

    saya inisial M nih!

    tapi saya anti menyiksa kehidupan orang seperti itu,.

    kalo minta tolong mending yang jelas atuh,.

    yha ndak??

  5. Hm…
    Hampir sama dengan tulisan Karafuru San yang [url=http://karafuruworld.wordpress.com/2008/08/27/apa-ini]ini[/url]…
    Tenang aja, Kang Ahsin… Asal sudah berikhtiar untuk meminta penjelasan, Insya Allah kesabaran itu akan digantikan Allah dengan sesuatu yang Kang Ahsin nantikan…

    Untung Kang Ahsin kemarin blogwalking… Karafuru San jadi teringat kalo udah hampir sebulan nggak blogwalking…

    Gara-gara ngurus si bayi ini :

    [url=http://karafuru.dragonadopters.com/dragon_44361][img]http://www.karafuru.dragonadopters.com/dragonimage_44361_50346_pixel.gif[/img][/url]

  6. hiks.. mas. saya jadi harus menggunakan akun wp saya yg lama buat komen disini😦

    o ya… pengirim sms itu bernama M..
    bukan saya kan mas ?? bukan saya kan ???

  7. salam …

    wah cerita yang kerent dan bikin hati dag-dig -dug

    hayo pelacakan di lanjutkan terus nsampai tuntas dan baca juga kisah saya yang bigitu meresahkan terhadap para nasabah Bank di manapun ….Makasih

  8. adi isa

    belum pernah mengalami hal begitu..
    tapi kalau penggemar rahasia, gue pernah…
    tapi daripada buang pulsa dan nggak mau nyebutin namanya
    mending nggak dilayani

  9. mas8nur

    Assalamu’alaikum wr.wb. Salam kenal, mas.
    Aku pikir tadi cerita flora-fauna soalnya detil banget nuansa alamnya. Semakin kebelakang bikin penasaran. Kapan dong sambungannya, soalnya mau ngasih saran takutnya endingnya ketahuan siapa tuh Mr/ Ms M.😉

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s