Sshtt…Hati-hati, ada Biblioholic di sekitarmu…

Standar

widescreen-wallpaperTerkadang tingkah manusia itu memang aneh dan misterius. Banyak hal-hal diluar nalar sering kali dilakukan makhluk bernama manusia. Mereka bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, tentu saja berdasar pada hasrat alami mereka. Dan itulah manusia, meskipun demikian, ia tetaplah makhluk “aneh” yang unik dan istimewa. Mereka diberi kelebihan akal untuk berkreasi dan bertindak sebagai pemimpin bagi dirinya dan lingkungan. Sesuatu yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Allah yang lain. Bukan begitu?

Masih berbicara tentang keanehan. Bukan hal baru ketika kita menyaksikan ada seorang laki-laki yang  melakukan atraksi ekstrim yang mampu memacu adrenalin kita saat menyaksikannya. Tak jarang kita ngeri melihatnya, lihat saja aksi seorang magician, Master Limbat yang dilindas katrol, namun tetap segar bugar. Aneh bin ajaib. Entah ilmu apa yang ia gunakan. Tidak masuk akal, tapi itu terjadi. Di dunia literature atau perbukuan. Ada juga orang-orang yang melakukan hal-hal diluar nalar demi sebuah buku, membunuh misalnya. Don Vincente, seorang biarawan penjaga perpustakaan sebuah biara milik ordu Cisterian di Tarragona, Spanyol Timur laut barangkali adalah orang pertama yang melakukan bibliokriminal atau kejahatan karena buku. Ketakjuban dan kegilaannya terhadap buku mendorongnya melenyapkan nyawa manusia. Sekurang-kurangnya ada 8 orang yang telah ia bunuh pada 1830-an di Spanyol.

Obsesinya terhadap buku, terutama buku-buku langka mendorongnya untuk mencuri buku-buku langka baik di perpustakaan maupun di toko buku. Bahkan ia tak segan melakukan pembunuhan untuk mendapatkan buku yang ia inginkan. Tercatat ada pendeta, penyair, hakim, dan anggota dewan kota yang ditemukan tewas disekeliling Barcelona. Dan kesemuanya memiliki hubungan dengan buku.

Sepintar-pintarnya manusia menyembunyikan sesuatu, toh pada akhirnya akan terkuak juga. Demikian halnya tindak kejahatan yang telah dilakukan seorang Don Vincente. Aparat kepolisian menaruh curiga kepadanya. Mereka pun berencana melakukan penggeledahan di rumah Don Vincente. Dan setelah dilakukan penggeledahan, ditemukanlah barang bukti yaitu sebuah buku berumur tiga setengah abad, Furs e Ordinations de Valencia, yang dulu sempat diperebutkan oleh Vincente dan Augustino Paxot, sang pemilik toko buku yang toko bukunya ludes terbakar oleh sang jago merah.

Don Vincente akhirnya mengakui perbuatannya, setelah dijamin bahwa perpustakaannya akan aman dan dilindungi . bahkan ia tak peduli hukuman apapun yang ditimpakan kepadanya.  Akan tetapi ketika ia ditanya dalam persidangan mengapa ia harus membunuh banyak orang, Don Vincente hanya menjawab enteng, “Manusia, cepat atau lambat toh akan mati juga, sedangkan buku yang bagus mesti dirawat selamanya”. Sebuah pesan singkat yang terasa bermakna dari seorang bibliokriminal. Terkadang kita memang harus belajar dari orang-orang aneh untuk menjadi orang yang super “aneh”. He..he…peace…

Yang kedua ini, masih tentang dunia perbukuan, tapi terkait penyakit aneh yang menjangkiti para pencinta buku. Tentu tidak asing dengan istilah alcoholic atau workaholic. Keduanya adalah kecenderungan mengagumi sesuatu secara berlebihan. Dalam dunia literature, ada istilah biblioholic, yaitu hasrat untuk membeli, membaca, menyimpan, dan mengagumi buku yang cenderung berlebihan. Seperti ditulis Tom Raabe dalam bukunya yang kocak tentang kebiasaan pecandu buku, Biblioholism, The Literary Addiction (Fulcrum Publishing: 1991). Ada 2 jenis biblioholisme, yaitu Bibliomaniabibliofil (Cinta buku). Keduanya tentu saja berbeda, yang membedakan keduanya adalah masalah motivasi, seperti yang diutarakan oleh Putut Widjanarko dalam bukunya “Memposisikan buku di Era Cyberspace (Mizan, 2000). Ia menuliskan, seorang bibliomania membeli buku hanya untuk menumpuknya, sedangkan bibliofil mengharap dapat menguras seluruh isi dan kebijakan dari buku-bukunya. (Gila Buku) dan

Adalah Boulard, ahli hukum asal Prancis yang hidup pada abad ke 18. ia begitu bernafsu untuk membeli buku hingga rumahnya tidak cukup untuk menampung seluruh koleksi buku-bukunya. Alhasil, ia harus membeli 6 rumah lagi untuk menyimpan buku-bukunya itu. Sampai meninggalnya, Boulard memiliki koleksi buku sebanyak 600 ribu- 800 ribu jilid buku. Dan ketika diloakkan, semuanya baru habis setelah lima tahun. Problem kegilaan Boulard, dia tidak membaca buku-buku yang ia beli. Puffh…orang yang aneh bukan?

Dua cerita diatas hanya segelincir cerita aneh dari orang-orang yang ‘aneh’. Dan sebagai pembaca yang budiman, kita dianjurkan untuk mengambil hikmah dari cerita tersebut. Hayo apa hikmah yang bisa kita dapat? _berpikir:mode on_

17 thoughts on “Sshtt…Hati-hati, ada Biblioholic di sekitarmu…

  1. wah bang ngambil hikmahnya ditoko mana? hahahah………….lari sebelum disuruh dzikir empat ratus kali lalu pus up heheh
    makasih ya postingannya bang
    salam hangat sellau
    met berakhir pekan

    blue bayangkan jika kita kopdar mungkinkah blue diceramahin oleh abang selama dua hari dua malam……………….yuk

  2. Assalamu’alaikum,
    Selamat kembali Mas. Ke mana saja ? Tulisannya menarik. Saya baru menyadari, sebagai penggemar buku, bahwa buku itu termasuk zat adiktif. Saya sering ketagihan beli buku, pada hal buku yang ada banyak yang belum dibaca.
    Soal kriminal yang berkaitan buku di kita juga banyak. Anak SD pun banyak yang pinjam buku tidak dikembalikan ke perpustakaan sekolah. Bahkan teman -teman banyak yang mengorbankan persahabatan demi sebuah buku.
    Terima kasih Mas.
    Salam

    • @Abdul Aziz: Wa’alaikumsalam wr.wb.
      Terima kasih pak Aziz, sebenarnya gak kemana-mana, cuma sok sibuk aja.he..he..saya pun demikian. saya sangat suka beli buku. setiap pergi ketoko buku, yang niat awalnya cuma ingin baca-baca, ketika menemukan buku yang bagus, diri ini pun tak bisa tuk tak membelinya. sering kali itu menjadi problem, karena uang yang sejatinya buat mengerjakan tugas atau beli buku kuliah, habis buat beli buku di toko buku. hal positif yang terkadang bisa menjadi negatif.

  3. Alhamdulillah sehat 2 aja, ahsin juga jarang update artikel ya, kemana aja saudaraku?

    saya juga penggemar buku, apa2 yang menurut saya menarik dan belum saya ketahui, akan saya beli…

    gimana ahsin, apakah penggemar buku juga?

    • @Qarrobin: alhamdulillah penggemar buku juga. si ahsin ni sebnarnya gak kemana-mana maz, tapi rasa malas yang sering kali muncul berbarengan dengan jadwal kuliah yang semakin padat.membuat ahsin tuk sementara meninggalkan gubuk kecilnya ni. tapi alhamdulillah sekarang bisa bergabung kembali dengan saudara-saudara tercinta. semoga bisa istiqomah dalam kebaikan.

  4. saya suka mengumpulkan buku dan kapan-kapan dibacanya alias tidak harus langsung dibaca

    >>demikian halnya dengan si ahsin. saya sangat suka dengan buku, termasuk menbacalah tentu. tapi untuk bisa menghabiskan buku dalam waktu singkat itulah kesulitan saya.

  5. HHmmmm …
    Gemar membaca itu harus
    Mengoleksi buku itu juga bagus
    Tapi kalo sampe biblioholic …

    hhmmm …

    (jangan-jangan saya termasuk hobi belanja buku … tapi tidak suka membacanya … hehehehe cuma buat keren-kerenan supaya dianggap “terpelajar” …)(hahahaha)

    BTW ini pengetahuan baru bagi saya
    Thanks ya

    >>hhm…tampang-tampangnya sih gitu. he..he.. (just kidding, sir). tidaklah pasti, si bapak nih orang yang rajin baca buku, suka koleksi buku, bahkan menjadikan buku sebagai menu harian. he..he..terima kasih kembali.

  6. pertama…semoga kita tidak termasuk orang yang aneh….:)

    >>amin…tetapi kata “aneh” tidak selalu berkonotasi negatif loh. aneh=unik, lain dari pada yang lain.

  7. kalo membaca sesuatu ilmu yg baik yang bisa di manfaatkan, berguna dan dibagi ke orang banyak ya gapapa….malah bagus yang penting tahu budget dan tahu waktu🙂

    >>Siip, setuju. tapi itulah kendalanya, seorang biblioholic terkadang tidak sampai berpikir pada budget dab waktu. apa yang mereka suka, ya mereka harus mendapatkannya, bagaimanapun caranya.

  8. saya sampe ngaplo mbaca ini, aneeh bgt ^^”

    hikmahnya.. jangan berlebih-lebihan..😀 ~maksa~

    >>ngaplo tu bahasa mana ya? nih orang pasti juga “aneh”. he..he..
    setuju: Allah Ta’ala tidak menyukai hamba-Nya yang suka berlebih-lebihan dalam urusan dunia.

  9. harumhutan

    mubazir ya klu 9ituh,cuma beli buku berribu2 sampe beli rumah wat tempat bukuna tapi nda pernah dibaca….

    lebiih baik beli satu buku tapi banyak manfaatna,dibaca dan tidak mubazir..🙂
    aku suka membaca tp nda biblioholic

  10. mengoleksi dan gemar membaca buku2 itu adalah baik dan positif,
    tapi kalau sampai jadi biblioholic seperti itu, kayaknya kok malah jadi aneh,
    jangan sampailah kayak gitu,nauzubillah.
    Salam.

  11. AloNg CaPR

    Assalamualaikum. Terima kasih kerana berkongsi ilmu yang baik di blog ini. Saya sendiri tak sangka ada juga orang yang terlalu suka menulis sanggup melakukan pembunuhan. Sesuatu yang positif jika disalah guna memang akan menjadi rosak.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s