(TTS: Chapter 7) Fun Family Gathering

Standar

pantai sundakSabtu, 5 Januari 2013- Lagi-lagi mendung kembali menyelimuti kota solo yang mulai beraktivitas. Meski masih pagi, jalanan sepanjang Slamet Riyadi sudah penuh dengan kendaraan yang lalu lalang menuju tempat tujuan masing-masing. Pukul 06.30, saya dengan sepeda motor butut saya mulai melintasi jalanan kota solo dengan hati riang gembira. Alasannya sederhana, hari ini saya dan seluruh guru dan staf TA-TK-SD-SMP Al Azhar Syifa Budi Solo akan mengadakan refreshing ke Gunung Kidul. Daerah wisata yang menyuguhkan keindahan alam berupa pegunungan dan deretan pantai yang masih asri. Dan hari ini kami akan mengunjungi salah satu dari deretan pantai-pantai tersebut yaitu pantai Sundak. Acara bertajuk fun family gathering ini dimaksudkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi diantara keluarga besar Al-Azhar Syifa Budi Solo dan tentu saja sambil melepas penat setelah berbulan-bulan lamanya bergelut dengan pembelajaran di sekolah. Hmm…jadi gak sabar pingin segera menjamah pasir putih dan menikmati debur ombak yang menghempas pantai. He..he..
Yupz, pukul 07.15 kami berkumpul di area parkir guna pengarahan dan doa memohon keselamatan selama perjalanan. Sebelum berangkat, Bunda Sofyan selaku Pelaksana Harian Al-Azhar Syifa Budi Solo, memberikan sedikit kata sambutan untuk para peserta kemudian ditutup dengan do’a oleh Yanda Roni. Kami di bagi dalam 4 kelompok besar sesuai dengan jumlah bus yang akan mengantarkan kami menuju pantai Sundak. Saya berada di bus pertama yang dipimpin oleh yanda Firin. Pukul 7.30 bus kami pun melaju pelan diantara puluhan kendaraan yang telah memenuhi jalan. Mendung masih menghias langit kota solo saat kami hendak meninggalkan kota kecil ini. Dan wisata alam pun dimulai. Untuk sejenak, saya ucapkan selamat tinggal Solo. Gunung Kidul, we’re comiiiiiin’.
Perjalanan menuju Gunung Kidul membutuhkan waktu yang lumayan panjang. Butuh waktu kurang lebih 3 jam untuk sampai ke pantai Sundak. Dengan medan yang naik turun serta tikungan-tikungan yang lumayan tajam, mengharuskan kami harus super hati-hati agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Namun tiga jam terasa tidak begitu lama, karena pesona alam gunung kidul benar-benar memanjakan mata kami dengan keindahan alam nan hijau dan asri. Jam tangan saya menunjuk pukul 11.15 saat bus yang kami tumpangi tiba di pantai Sundak. Subhanallah, birunya laut membuat kami semakin tidak sabar untuk segera menjejakkan langkah di pantai ini. Tak ayal turun dari bus, kami langsung berhamburan menuju pantai yang memiliki keindahan ombak dan pasir putihnya. Setibanya di pantai, panitia memberikan sebuah game berupa tarik tambang antar rombongan bus. Bus 1 vs bus 2 dan bus 3 vs bus 4. Alhamdulillah kelompok saya berhasil masuk final. Dan lebih kerennya lagi bus 1 berhasil menjadi juara setelah di final mampu menumbangkan kelompok dari bus 4. Yeah, we’re the champion, dude!!! Usah main game, saatnya kami menikmati debur ombak yang tak henti-hentinya menampar pasir putih di tepi pantai. Kami biarkan ombak menerjang tubuh kami bertubi-tubi hingga kami terhempas sampai ke bibir pantai. Rasanya, sesuatu banget. He..he..beberapa yanda ada yang bermain sepak bola dan bola voli, sedang bunda-bunda asyik berfoto ria di tepi pantai mengambil backround ombak dan tebing. Acara hari ini semakin lengkap karena banyak doorprice yang dibagikan oleh panitia. Asyiknya saya termasuk dari orang-orang yang beruntung memperoleh doorprice tersebut. Alhamdulillah. Thanks God!! ^_^
Disela-sela acara kami sempatkan untuk makan siang dan sholat berjamaah di masjid dekat pantai tersebut. Tak terasa, jarum jam menunjukan arah pukul 14.15, kami pun bergegas meninggalkan pantai melanjutkan perjalanan berikutnya. Selamat tinggal pantai sundak, semoga suatu saat nanti kita dapat kembali bersua dan engkau tetap indah dengan pesona ombak dan pasir putihmu.
Okay, brothers and sisters, it’s the time to explore the next place which is as good as Sundak beach. The historical city with the art and culture. Jarak tempuh menuju jogja juga tidaklah singkat, ditambah arus kendaraan yang lumayan padat merayap sore itu. Alhamdulillah, kami tiba di Jogja sekitar pukul 17.15. Usai foto-foto bersama di depan gedung BI dan kemudian sholat maghrib dan isya berjamaah di masjid Agung, kami mulai menyusuri jalanan Malioboro, salah satu objek wisata terkenal di Jogja. Banyak hal-hal menarik yang kami temukan di tempat ini. selain aneka kerajinan khas Jogja yang terpajang di sepanjang jalan Malioboro, kami juga menyaksikan kreatifitas anak-anak muda yang luar biasa. Ada yang menampilkan musik tradisional angklung, sekelompok remaja yang berpakaian unik dan menarik, seperti karakter-karakter hantu, tokoh pewayangan dan pahlawan, laki-laki tuna netra yang mengamen dengan suara merdunya, seniman lukis yang lihai memainkan kanvas di atas kertas dan yang tak boleh ketinggalan adalah kuliner Jogja yang terkenal enak dan lezat. Suasana malam Jogja memang begitu mengesankan. Tua dan muda semua tumpah ruah di sepanjang jalan guna menawarkan barang serta kreatifitas mereka kepada para wisatawan. Tak heran mengapa musisi sekelas Kla Project sampai menciptakan sebuah lagu khusus untuk Jogja. Keren!!!
Setelah 2 jam lebih kami bercengkrama dengan suasana malam minggu di Jogja, kami pun bergegas kembali ke bus untuk persiapan pulang. Tepat pukul 08.00 malam akhirnya kami meninggalkan jogja. Hujanpun mulai turun mengiringi perjalanan pulang menuju Solo. Malam semakin larut dan dingin semakin menyeruak. Kantukpun kian menyergap. Akhirnya kamipun terlelap disepanjang perjalanan. Pukul 11.00 malam akhirnya kami tiba di Solo. Diiringi hujan rintik-rintik kami turun dari bus menuju sekolah. Perjalanan hari ini ditutup dengan rasa kantuk dan capek yang teramat sangat. Jadi pingin cepat sampai rumah dan merebahkan tubuh di atas tempat tidur dengan selimut tebal. Pastinya nikmat! Wassalamu’alaikum.

10 thoughts on “(TTS: Chapter 7) Fun Family Gathering

    • iya sob, masih asri karena memang baru dibuka. jadi belum banyak bangunan-bangunan disekitar pantai. kalau ke gunung kidul, Jogja bisa sekalian menyambangi pantai BKK (baron, Kukup, Krakal) itu satu deretan dengan pantai sundak.🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s