NYANYIAN RINDU UNTUK SANG AYAH

Standar

father_daughterSore itu langit layuardi terlihat lebih cerah dibanding hari-hari sebelumnya. lukisan alam terpahat indah di ufuk senja yang merekahkemerah-merahan. Sungguh pencampuran gradasi yang sempurna. cermin kesempurnaan Sang Pencipta. Pukul 04.00  waktu Indonesia bagian Barat, aku tiba di rumah. Setelah meletakkan tas kerja kemudian mengganti baju, kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Kulepas penat yang sedari tadi menggelayuti setiap sendi tubuh ini. kipas angin  yang kunyalakan, perlahan menguapkan tetes-tetes keringat yang menyumbul dari sela pori-pori.

Pukul 04.30, HP kecilku berdering pelan. Mengerang-ngerang di atas meja. Dengan malas, tanganku berusaha meraih benda kecil itu. Satu pesan SMS masuk di inbox. Dari saudara sepupu. Langsung saja ku buka pesan itu. deretan kata yang begitu mendamaikan hati sekaligus mengingatkan ku pada sosok luar biasa yang telah mengajarkan nilai-nilai kebaikan dalam hidup ini.

“Assalamu’alaikum, sin td mlm Q mimp ktmu Bpkmu, Beliau lg prg k Msjd dg wjah yg  snang m senyum.”

Subhanallah ini adalah yang ketiga kalinya sepupu mengabarkan perjumpaannya dengan bapak saat ke masjid. Dalam hati ku mengucap sejuta syukur atas berita baik ini. semoga ini adalah cara Allah mengabarkan kepada kami bahwa Bapak sudah jauh lebih bahagia di alam sana. Amin

SMS tersebut kembali mengingatkan ku pada sosok laki-laki bijak yang dengan sabar dan ikhlas mendidik kami. Menjadikan kami manusia yang mulia di hadapan Robb kami. Menanamkan nilai-nilai agama semenjak kami masih kecil. Membenarkan cara kami mengeja A Ba Ta. Mengajarkan kami gerakan-gerakan sholat. Saling menghargai sesama dan hidup sederhana. Sesederhana kata yang beribu kali kami ucapkan untuk memanggilnya, Bapak.  Secuil kebersamaan yang begitu indah untuk dikenang.

Ingatanku dengan mudah menjangkau secuil peristiwa yang terjadi beberapa bulan silam. Saat raga begitu lelah untuk mengikuti arus kehidupan, saat  jiwa terasa begitu hampa. Sejuta masalah seakan tak jua beranjak pergi dari kehidupan. Sepertinya aku tengah galau. Ah, betapa aku tidak menyukai kata rapuh ini. aku merindukan masa-masa kedekatanku denganNya. Saat aku dapat memadu kasih denganNya disepertiga malam meski  kantuk masih sering menyergap. Aku merindukannya. Sosok  bijaksana, guru sekaligus teman untuk berbagi. Banyak masalah keluarga, pendidikan dan urusan umat sering menjadi bahan diskusi kecil. Aku merindukan saat-saat itu. saat sawah dan ladang menjadi tempat yang nyaman untuk bertukar pikiran.  Bercerita tentang kegiatan sekolah,Masjid, TPQ dan Remaja. Beliau adalah sosok yang demokrat. Menghargai pendapat anak-anaknya. Thanks Dad for everything you have given to us. I’ll keep it all in my deep heart.

Maka malam itu, setelah sholat isya, kupanjatkan do’a kecil. “Ya Robb, izinkan hamba berjumpa dengannya, meski hanya dalam mimpi. Aku sungguh merindukannya. Aku butuh nasihat bijaknya. Aku masih membutuhkan bimbingannya. Kabulkan do’a hamba ya Robb. Amin”

Saat malam merangkak pelan, dan sunyi seolah mendendangkan lagu perdamaian, kulabuhkan raga dalam gelap yang semakin pekat hingga akupun terlelap.  Dan subhanallah, dalam lelap itu sosok yang tengah kurindukan itu datang menghampiri. Beliau memeluk tubuh kecil ini, seolah hendak membisikkan kalimat singkat yang mendamaikan, ‘semua akan baik-baik saja anakku’

Dedicated to my beloved father. You’re my power to stand on. Thanks for being my super Dad.

10 thoughts on “NYANYIAN RINDU UNTUK SANG AYAH

    • Maaf ya, saya salah berkomentar nih, tentu menyenangkan ya bisa berjumpa dengan alm. bapak walau hanya dalam mimpi. Saya sudah lama nggak bertemu alm. bapak saya sendiri dalam mimpi, jadi kangen.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s