Inilah Tips Agar Anak Senang Membaca


otak-manusia-butuh-membaca

Jika ada aktifitas yang begitu sederhana namun memiliki dampak luar biasa, maka itu tidak lain adalah membaca. Membaca adalah jendela ilmu pengetahuan. Semakin banyak anda membaca semakin banyak pula yang anda tahu. Ia adalah senjata pamungkas yang mampu merobohkan dinding kebodohan, kemiskinan dan ketersia-siaan. Bukan tanpa alasan mengapa wahyu yang diturunkan pertama kali oleh Allah kepada rasulNya adalah perintah membaca. bukan sholat, puasa atau bahkan zakat. Karena dari membacalah manusia mampu memahami tata cara sholat, puasa dan ibadah-ibadah lain yang Allah SWT perintahkan. dengan membaca kita bisa semakin mengenal Allah dan alam ciptaanNya.
Dunia telah dikemas sedemikian rupa menjadi sebentuk buku kecil yang dapat ditenteng kemana-mana. Orang tidak perlu pergi ke paris untuk sekedar tahu bahwa ada menara yang begitu anggun dan menjadi tempat wisata paling romantic bernama Eiffel. Bahkan mereka tidak perlu kembali ke zaman Hittler untuk mengetahui bahwa telah terjadi pembantaian besar-besaran terhadap etnis Yahudi yang kita kenal dengan tragedi Holocaust. Maka kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada orang-orang yang dengan  penuh kesadaran menuliskan pengalaman yang mereka alami maupun mereka lihat kemudian merekamnya dalam lembar-lembar kertas sehingga kita dapat mengambil hikmah darinya. Dan cara kita berterima kasih adalah dengan membaca apa yang telah mereka tuliskan.

Membaca terbukti juga mampu mendongkrak prestasi siswa di sekolah. Anak-anak yang gemar membaca mampu memahami bacaan lebih mudah. Perbendaharaan kata mereka jauh lebih banyak dibanding anak-anak yang tidak pernah membaca sama sekali. Mereka secara tidak langsung telah belajar menjadi pembaca yang baik. Pengetahuan mereka luas. Otakpun semakin cerdas. Namun,  Permasalahannya yang dihadapi sekarang adalah rendahnya minat baca masyarakat kita. Apalagi di era digital dimana anak-anak telah disuguhi gambar-gambar yang sering kali kurang mendidik bahkan cenderung memberikan pengaruh negative bagi perkembangan anak itu sendiri. Anak-anak lebih akrab dengan video game atau play station. Waktu luang mereka dihabiskan untuk menonton TV dan  bermain game. Membaca bagi mereka adalah aktivitas yang membosankan dan tidak menarik sama sekali.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan minat anak pada membaca. salah satunya adalah dengan membacakan cerita pada anak. Kegiatan ini tampak sepele. Namun, pengaruhnya sangat besar dalam menumbuhkan kecintaan anak pada buku. Sebuah studi yang dilakukan di Modesto, California menunjukkan bahwa (1) anak laki-laki yang dibacakan buku oleh ayahnya mendapat nilai membaca yang lebih tinggi, dan (2) ketika si ayah gemar membaca di waktu luang mereka, putra-putri mereka pun gemar membaca dan mendapat nilai yang lebih tinggi dibandingkan anak laki-laki yang ayahnya tidak membaca atau tidak terlalu suka menbaca di waktu luang. Anak-anak cenderung menirukan apa-apa yang mereka lihat dan dengar. Ketika mereka melihat ayah atau ibu mereka suka membaca, muncul keinginan dalam diri anak untuk meniru aktivitas yang dilakukan orang tua mereka. Dan berawal dari iseng meniru-niru, pada akhirnya membaca mulai menjadi aktivitas yang rutin.

Pada tahun 1985, sebuah komite nasional Amerika Serikat bernama Commission on Reading yang diatur oleh Akademi Pendidikan Nasional dan Institut Pendidikan Nasional mengeluarkan laporan hasil risetnya yang berjudul Becoming a National of Readers (Menjadi Bangsa yang suka Membaca) diantaranya aktifitas yang paling utama untuk membangun pengetahuan yang dibutuhkan untuk berhasil dalam membaca adalah membacakan buku kepada anak-anak. Hal ini adalah satu praktik yang harus dilanjutkan di seluruh tingkatan kelas. (bersambung)

Published by

muhsinsakhi

lahir di sebuah perkampungan kecil di Boyolali tepatnya di desa Sambiroto, Sindon, Ngemplak, Boyolali. Mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Surakarta jurusan FKIP Bahasa Inggris. Saat ini berprofesi sebagai pengajar di SD Al-Azhar Syifa Budi Solo. Tergabung dalam komunitas menulis FLP Solo Raya. Beberapa karyanya dimuat dalam buku antologi bersama seperti “Kapur dan Papan: Kisah Menjadi Guru” (2015), “Dupa Mengepul Di Langit” (2015), “Kapur dan Papan: Mendidik dengan Hati” (2016), “Ensiklopedi Penulis Nusantara” (2016), “Ketika Buku Berkisah Tentang Aku” (2016), “Bayang Terang Pendidikan” (2018) dan “Kaki Api” (2018) serta buku solo yang baru terbit tahun ini berjudul “Catatan Di Balik Ruang” (2020)

2 thoughts on “Inilah Tips Agar Anak Senang Membaca”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s