(TTS:Chapter 11) Sudut Baca: Tempat Asyik Menggali Aksara


literasiAda satu sudut di setiap kelas di sekolah kami, SD Al-Azhar Syifa Budi Solo yang menawarkan berjuta ilmu pengetahuan bagi para siswa. Sudut kecil dimana deretan buku tertata rapi di dalam rak. Satu sudut dimana kami bisa duduk bersama sambil menceritakan isi buku yang kami baca. Sudut tersebut adalah sudut baca atau kami biasa menyebutnya Reading corner. Tempat anak-anak mengisi waktu istirahatnya dengan membaca buku selain di perpustakaan.

Beberapa waktu yang lalu,  sekolah menyelenggarakan lomba menghias sudut baca.  Lomba ini merupakan bentuk atau upaya sekolah dalam menanamkan pada siswa agar gemar membaca buku. Selaras dengan salah satu program pemerintah khususnya Kemendikbud yaitu menggalakkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencapai salah satu dari sembilan agenda prioritas (Nawacita)  sebagai strategi perwujudan visi  pendidikan tahun 2025 yaitu membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing, berkarakter, dan nasionalis.

 

Jika kita  melihat ke setiap kelas  maka akan dijumpai sudut baca yang telah di hias sebegitu kerennya hasil tangan dingin para guru kreatif di sekolah kami. Bahkan beberapa sudut baca juga menyediakan makanan ringan yang bisa di peroleh anak-anak secara gratis setelah mereka selesai membaca. Selain itu ada juga guru yang menyediakan ‘pohon literasi di samping sudut baca. dimana pohon itu akan tumbuh buah setiap kali ada anak yang membaca buku di sudut tersebut. Berbagai cara kreatif dilakukan oleh para guru agar anak-anak tertarik untuk membaca buku. Karena disadari atau tidak, kenyamanan tempat baca menjadi salah satu alasan seseorang itu mau membaca. Dengan di hias dan di desain sedemikian rupa, tentu harapannya anak-anak akan semakin bersemangat untuk membaca buku. Sehingga membaca tidak lagi sebagai pengisi waktu luang, tapi telah menjadi budaya serta kebutuhan dalam hidup.

Pada dasarnya membaca bukanlah aktivitas yang sulit dilaksanakan. Kuncinya satu, melek  huruf. Kalau kita sudah bisa membaca, berarti kita bisa melaksanakan aktifitas penuh manfaat ini. Dengan membudayakan diri untuk membaca, maka jalan ilmu pengetahuan pun terbuka lebar. Membaca juga mampu menghilangkan stress serta mendatangkan ketenangan /kedamaian jiwa. Hal ini tentu bergantung pada jenis buku yang dibaca. Dan yang tak kalah penting, dengan kita rutin membaca, dapat menstimulus otak secara teratur sehingga dapat membantu mencegak penyakit otak seperti Alzeimer (pelupa). Nah, begitu banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari membaca buku. So, yuk kita galakkan budaya membaca agar semakin bertambah ilmu yang kita dapat sehingga kelak bisa memberi manfaat lebih bagi agama, nusa dan bangsa. Aamiin. Salam literasi

Published by

muhsinsakhi

lahir di sebuah perkampungan kecil di Boyolali tepatnya di desa Sambiroto, Sindon, Ngemplak, Boyolali. Mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Surakarta jurusan FKIP Bahasa Inggris. Saat ini berprofesi sebagai pengajar di SD Al-Azhar Syifa Budi Solo. Tergabung dalam komunitas menulis FLP Solo Raya. Beberapa karyanya dimuat dalam buku antologi bersama seperti “Kapur dan Papan: Kisah Menjadi Guru” (2015), “Dupa Mengepul Di Langit” (2015), “Kapur dan Papan: Mendidik dengan Hati” (2016), “Ensiklopedi Penulis Nusantara” (2016), “Ketika Buku Berkisah Tentang Aku” (2016), “Bayang Terang Pendidikan” (2018) dan “Kaki Api” (2018) serta buku solo yang baru terbit tahun ini berjudul “Catatan Di Balik Ruang” (2020)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s