(TTS: Chapter 12) English Show Time: Inspirasi dari Panggung Teater


16252132_1263197253703097_8745862501848146370_oSalah satu program yang kami luncurkan ditahun pertama saya menjabat sebagai koordinator untuk pengembangan bahasa inggris disekolah adalah English Show Time.  Sebuah program yang terinspirasi dari pertunjukan di panggung teater. Program ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam berbahasa inggris yang menyenangkan. Pembelajaran bahasa inggris yang dibalut dengan pertunjukan-pertunjukan menarik dan menghibur.  Kegiatan ini kami laksanakan seminggu sekali dan diselenggarakan disela-sela jam istirahat.  Sehingga bisa menjadi alternatif bagi para siswa untuk mengisi waktu istirahat dengan kegiatan-kegiatan yang bisa menambah wawasan serta keterampilan siswa.

Continue reading “(TTS: Chapter 12) English Show Time: Inspirasi dari Panggung Teater”

Advertisements

Setiap Anak Itu Istimewa. Let’s Be Respect.


childrenSetiap anak terlahir unik. Mereka membentuk karakter dari interaksi dengan lingkungan. Dengan kata lain, lingkungan berperan penting membentuk karakter setiap anak. Jangan salahkan jika anak menjadi pendiam atau sebaliknya, hiperaktif. Karena tidak ada yang salah dengan pribadi pendiam dan hiperaktif. Mereka memang berbeda, dan perbedaan yang ada pada diri mereka adalah sebentuk cara Tuhan dalam mengabarkan kepada hambaNya bahwa ada manusia-manusia yang memiliki kepribadian unik. Mereka membutuhkan pemahaman dan sikap positif dari lingkungan bahwa pendiam atau hiperaktif bukan sebuah kesalahan. Einstain, Thomas alfa edison, Bill gates adalah segelincir manusia yang ketika kecilnya tergolong hiperaktif. Sejarah pada akhirnya mengakui peran besar mereka terhadap kemajuan peradaban. Soe hok gie dan Ahmad Wahib menghabiskan masa remajanya dengan menikmati buku-buku sejarah dan sastra. Mereka berdua bergulat dengan kegalauan akan kondisi sosial yang tengah terjadi kala itu. Hal itu tidak membuat mereka serta merta meratapi keadaan, tapi mereka tuangkan ide dan pemikiran-pemikiran mereka dalam sebentuk buku catatan harian.
Continue reading “Setiap Anak Itu Istimewa. Let’s Be Respect.”

(TTS:Chapter 11) Sudut Baca: Tempat Asyik Menggali Aksara


literasiAda satu sudut di setiap kelas di sekolah kami, SD Al-Azhar Syifa Budi Solo yang menawarkan berjuta ilmu pengetahuan bagi para siswa. Sudut kecil dimana deretan buku tertata rapi di dalam rak. Satu sudut dimana kami bisa duduk bersama sambil menceritakan isi buku yang kami baca. Sudut tersebut adalah sudut baca atau kami biasa menyebutnya Reading corner. Tempat anak-anak mengisi waktu istirahatnya dengan membaca buku selain di perpustakaan.

Beberapa waktu yang lalu,  sekolah menyelenggarakan lomba menghias sudut baca.  Lomba ini merupakan bentuk atau upaya sekolah dalam menanamkan pada siswa agar gemar membaca buku. Selaras dengan salah satu program pemerintah khususnya Kemendikbud yaitu menggalakkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencapai salah satu dari sembilan agenda prioritas (Nawacita)  sebagai strategi perwujudan visi  pendidikan tahun 2025 yaitu membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing, berkarakter, dan nasionalis.

Continue reading “(TTS:Chapter 11) Sudut Baca: Tempat Asyik Menggali Aksara”

(TTS: Chapter 10) Mendesign Kelas Inspiratif


membersihkan_kelasRuangan itu terlihat begitu sederhana dan nyaman. Buku-buku tertata rapi diatas loker. Dan sebuah almari tempat menyimpan perabot kelas serta beberapa tempelan gambar media pembelajaran dan kotak berisi mainan anak-anak. Selebihnya kosong. Tidak ada tempelan kata-kata bijak, tidak ada karya-karya anak yang dipajang. Semua tertata dengan begitu sederhana dan rapi.

Continue reading “(TTS: Chapter 10) Mendesign Kelas Inspiratif”

(TTS: Chapter 3) The Teacher, I’m in Love


THE TEACHER, I’M IN LOVE

teacher[6]Jika ada satu hal yang harus saya syukuri dalam usia saya yang sudah mencapai angka 24 ini tentu adalah takdir manis menjadi seorang pendidik. Satu profesi yang sempat saya black list dalam kamus masa depan saya. Saya pernah berikrar dalam hati, bahwa saya tidak mau menjadi seorang GURU. Alasan konyol tersebut sudah pernah saya ceritakan dalam tulisan saya sebelumnya. Sungguh ironis memang, apa yang dulu saya benar-benar hindari, tapi  kini seolah berbalik menyerang hati dan  pikiran saya. Semua berubah 360 180 derajat. Dari yang paling dihindari (bukan berarti saya membenci profesi ini) menjadi hal yang paling saya syukuri saat ini. mungkin terlalu dini untuk mengatakan bahwa hati saya sudah terpaut 100% dengan dunia pendidikan, sedang saya baru 2 tahun menjadi seorang guru di institusi formal. Maka, saya lebih nyaman mengatakan bahwa saya bersyukur Allah pilihkan jalan ini untukku, karena saya mulai merasakan kenyamanan saat duduk  bersama bocah-bocah kecil yang diwajahnya terlukis cita-cita yang luarbiasa tentang masa depan. ada nilai-nilai pengabdian, kebersamaan dan keikhlasan dalam mendidik. Dan hati nurani saya berkata ya, pelajarilah. Masih banyak yang harus saya pelajari memang untuk menjadi pendidikan yang benar-benar mendidik. Dan saya bahagia ketika saya memperoleh banyak ilmu serta pengalaman dari orang-orang hebat di sekitar saya.

Continue reading “(TTS: Chapter 3) The Teacher, I’m in Love”

WISATA YUK, KE UNIVERSITAS PENULISAN


MENJELAJAHI SETIAP RUANG DI UNIVERSITAS PENULISAN

Jonriah Ukur Ginting atau lebih akrab di sapa mas Jonru, seorang penulis sekaligus writerpreneur Indonesia ini pernah mengatakan dalam salah satu artikelnya yang dimuat di majalah Arafah, edisi 30 Desember 2008 lalu, 0029-1begini bunyinya:

Ada sebuah kampus bernama universitas penulisan. Untuk bergabung didalamnya, anda tak perlu ikut tes apapun, tak perlu membayar biaya apapun. Anda hanya perlu menulis, menulis, dan menulis. Tak usah memperhatikan teori penulisan. Intinya menulislah terlebih dahulu…..”

Membaca sebait tulisan di atas, tampak ada yang menarik dan membuat penasaran. Emm, Memang ada ya, universitas penulisan yang seperti itu? Tidak perlu ikut test masuk, tak perlu keluarkan biaya pendidikan, kerjanya hanya menulis, menulis dan menulis. Ini beneran universitas, atau universitas dalam tanda kutip? He..he…penasaran juga khan?

Continue reading “WISATA YUK, KE UNIVERSITAS PENULISAN”

Sepenggal Cinta tuk Sang Bidadari


0003-21Hari ini aku melihat seribu bidadari

bersenandung riang di tepian sungai firdausyi

melantunkan syair-syair cinta yang menyentak jiwa

begitu syahdu

dengan senyum ikhlas dari kedua bibir indahnya.

Sungguh di wajahnya terpancar keindahan antara langit dan bumi

Hari ini, satu bidadari telah pergi

penuhi panggilan suci

menjadi abdi cinta sang lelaki mulia

meleburkan hasrat dalam indahnya naungan illahi

sebuah pesona cinta Ar Rassyi

Continue reading “Sepenggal Cinta tuk Sang Bidadari”

“Siapa sich Saya ini?”


“Siapa sich Saya ini?”

14

Di awal pembuatan blog sederhana ini, saya pernah menyajikan satu artikel ringan tentang pengenalan diri, “Who am I?”.

Who am I? Tak sekedar menemukan identitas diri secara dangkal. Tapi, lebih dari itu, ia mencoba menyelam lebih dalam guna mendapatkan mutiara yang terpendam di dasar samudra, sebuah jati diri, tantang karakter dan kebiasaan.

Nah, berbicara tentang pengenalan diri, beberapa waktu yang lalu, kamar dassboard saya memperoleh taut dari Sdri. Dinda (Hidayanti), dan ini berarti ada undangan silaturahmi ke “rumah”nya. Hari itu juga saya langsung meluncur ke kediamannya di www.hidayanti.wordpress.com. Setelah menikmati aneka jamuan “makan” (ilmu-red) dan meninggalkan jejak di kolom komentar, saya pun berpamitan dan kembali kerumah saya. Dan sungguh “senang”nya diri ini karena sebelum pulang, sahabat Dinda memberikan oleh-oleh kepadaku berupa “PR” tuk memposting artikel “who am I”, tuk menunjukkan sejauh mana diri ini mengenal pribadinya.

Continue reading ““Siapa sich Saya ini?””

Terbanglah Bersama Mimpi Mu Wahai Saudaraku


Terbanglah Bersama Mimpi Mu Wahai Saudaraku

Saudara pernah bermimpi? “Wah, bukan pernah lagi, malahan sering tuh. Saat tidur pulas, hampir pasti saya bermimpi. Dan mimpinya pun macam-macam. Pernah suatu ketika, saya bermimpi melihat makhluk yang menyeramkan, kemudian mimpi naik pesawat terbang, wow asyik banget gak tuh. Trus saya juga pernah…” -stop-

Oke dech, klo gak salah tuh mimpi yang sering orang kata sebagai bunga tidur itu yach? Yang datang manakala mata ini terpejam, dan lenyap seketika bersamaan dengan terbukanya alam sadar. Yach, klo gitu mah gak seru kalee!!Cuma sesaat sich. Ada yang lebih seru loh. Tahu nggak, ada mimpi yang dapat bertahan lamaaaa bangetttt, tidak cepat kadaluarsa, dan tentu saja tidak akan melarikan diri, mesti sang  mata  mulai terbuka dari mimpi semu. Dijamin 100% halal. (InsyaAllah)

Continue reading “Terbanglah Bersama Mimpi Mu Wahai Saudaraku”

Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Ramadhan


Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Ramadhan

Ramadhan wahai saudaraku, bukanlah bulan tuk bermalas-malas ria. Bukan pula ia menjadi alasan tuk memperbanyak tidur dan berdiam diri. Sebaliknya, ramadhan adalah bulan dimana seorang hamba semestinyalah berlomba-lomba dalam memperbanyak amal sholeh di bulan ini. Karena setiap kebaikan yang kita lakukan di bulan penuh maghfiroh ini, kan diperoleh pahala yang berlipat ganda. Hal ini dikarenakan Ramadhan adalah bulan yang begitu istimewa, selain karena berkah, rahmat dan ampunan Allah begitu deras mengalir tuk para hambanya di bulan Ramadhan, peristiwa-peristiwa besar dan penting yang sempat disaksikan oleh Rasulullah pun terjadi pada bulan ini.

Continue reading “Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Ramadhan”

Kang Abik Bedah KCB di UMS


Habiburrahman El Shirazy Bedah KCB di UMS

Kang Abik, demikian ia lebih akrab disapa. Siapa sich yang gak kenal ama dai sekaligus novelis yang satu ini. Melejit lewat novel fenomenalnya, Ayat-ayat Cinta (AAC), yang kemudian semakin melambung setelah novel itu diangkat ke layar lebar. Yup, Habiburahman El Shirazy alias kang Abik, sekarang tengah sibuk melakukan perburuan manusia untuk menjadi pemeran utama dalam film terbarunya yang juga diadaptasi dari novel best sellernya, Ketika Cinta Bertasbih (KCB).

Subhanallah, jika biasanya pribadi ini hanya mampu melihat keindahan tuturnya lewat rentetan kata yang begitu bermakna. Jika sebelumnya diri ini hanya mampu dibuat kagum oleh karya-karyanya yang begitu menyentuh dan menggugah jiwa. Dan jika biasanya diri ini hanya mampu menatapnya lewat layar kaca atau media massa. Tapi pagi itu Continue reading “Kang Abik Bedah KCB di UMS”