Saya Menulis, Maka Saya Ada

Standar

13029727_868576606603855_1709210705183733101_o

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

-Rumah Kaca, h. 352-

(Pramoedya Ananta Toer)

Berkata-katalah, lambat laun menguap jua. Namun ketika engkau menuliskanya, sejatinya engkau tengah mendokumentasikan pemikiranmu dalam sebentuk tulisan yang tidak mudah menguap sebagaimana kata. Mungkin demikian yang hendak Pak Pram sampaikan lewat kutipan kalimat beliau di atas.

Lanjutkan membaca

Diorama Cinta Di Istana Tuhan

Standar

cover buku

Tanggal dan bulan yang terlupakan, tahun 1992

Diawali dengan scene bocah-bocah kampung yang berjalan cepat ditengah guyuran hujan yang semakin deras. Dengan tas plastik yang dijinjing di tangan, sedang tangan lainnya memegang payung kecil yang sudah bolong. Mereka berlari menerobos hujan. Ditengah jalan yang berbatu, kaki-kaki mungil itu menapakkan langkah. Rasa lega tergurat jelas di wajah polos mereka  ketika langkah kecil itu mulai menapaki setiap tangga kecil menuju serambi. Salam tulus do’a keselamatan mereka haturkan untuk sahabat-sahabat mereka yang lebih dahulu duduk melingkar di meja bundar yang sudah usang dan berlubang. Ditengah hujan yang semakin lebat salah seorang dari kelompok kecil itupun mulai membuka salam kemudian mengajak serta bocah-bocah kecil itu membuka juz amma, sebagian membawa al-Qur’an yang telah berubah warna. Mereka tidak tahu persis sejak kapan kitab-kitab itu mulai mengisi rak-rak kecil di surau itu. yang mereka tahu, kitab itu telah begitu usang. Lembar kertasnya berwarna kuning kecoklatan, dan disatukan dengan sehelai benang. Jika ditaksir kitab itu sudah berumur puluhan tahun.

Lanjutkan membaca

Buku, Film dan Sastra

Standar

buku sastraJika pada akhirnya aku hidup diantara deretan buku, itu adalah takdirku. Jika kemudian aku hanyut ditengah layar lebar yang menyuguhkan segudang cerita, itu pilihanku. Dan ketika aku terjebak di dalam dunia yang begitu asyik memaknai, merenungi dan menguliti sajak, aku lebih senang mengatakan bahwa ada yang menuntunku kearah sana.

Buku, film dan sastra adalah tiga hal yang membentuk karakter dan cara pandangku terhadap kehidupan. Mungkin lebih tepatnya, mengajarkanku memaknai setiap scene yang diciptakan oleh Tuhan. Ada makna yang mengalun lembut dari baris kata yang tertuang. Ada ketulusan untuk berbagi kisah dan kasih lewat lembar-lembar kertas. Ada cinta yang mengiringi setiap gores sajak yang mereka ukir. aku belajar tentang keikhlasan, keindahan, kejujuran dan  kebijaksanaan. Semakin banyak ilmu yang kita dapat, akan menjadikan kita semakin bijak dalam bersikap. Pada akhirnya seonggok daging yang semakin menua ini semakin menyadari betapa ia begitu kecil dihadapan Tuhan.

Ada yang bilang, jangan engkau asyik bercengkrama dengan sastra. karena ia hanya akan membuatmu lalai dari mengingatNya. Bagiku sastra adalah cermin keindahan Tuhan. Tuhan itu indah dan mencintai keindahan. Lewat sastra aku belajar tentang kebermaknaan dari berbagai sudut pandang. Sastra adalah miniatur kecil sebuah pentas kehidupan yang menyuguhkan segudang pembelajaran hidup. Kita dituntut untuk mengambil pelajaran dari setiap scene yang dilakonkan.

Buku, film dan sastra. mereka sekedarlah kawan yang mengajarkanku banyak hal. Teman berbagi cerita.

Agar mimpi tidak sekedar impian

Standar

Aku bermimpi rumah kecilku penuh dengan buku-buku tua, mereka terbang, menari dan berputar di langit-langit kamarku. Aneh, barisan kata tiba-tiba keluar dari balik buku-buku itu seperti kunci lagu yang keluar dari petikan gitar melodi. Tak terdengar suara, hanya hembusan angin yang mengalirkan kata-kata indah menembus kepala kemudian  bermuara di otak kecilku.

Aku kembali bermimpi, tiba-tiba jari-jari ini begitu lincah menggores kata. Seperti aliran air yang begitu tenang menelusuri tanah kehidupan. Ratusan ide melayang-layang di atas kepala, alhasil berlembar-lembar kertas penuh dengan goresan tinta kata.

Lanjutkan membaca

Sshtt…Hati-hati, ada Biblioholic di sekitarmu…

Standar

widescreen-wallpaperTerkadang tingkah manusia itu memang aneh dan misterius. Banyak hal-hal diluar nalar sering kali dilakukan makhluk bernama manusia. Mereka bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, tentu saja berdasar pada hasrat alami mereka. Dan itulah manusia, meskipun demikian, ia tetaplah makhluk “aneh” yang unik dan istimewa. Mereka diberi kelebihan akal untuk berkreasi dan bertindak sebagai pemimpin bagi dirinya dan lingkungan. Sesuatu yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Allah yang lain. Bukan begitu?

Lanjutkan membaca

I’M A MUSLIM NOT MOSLEM

Standar

I’M A MUSLIM NOT MOSLEM

Ada satu ulasan menarik yang saya temukan saat membaca buku berjudul “Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim” karya Ustadz Salim A Fillah. Buku ini kaya akan ilmu pengetahuan. Beliau sangat pandai mengkaitkan berbagai macam peristiwa dari zaman yang berbeda dan sayangnya hal tersebut sungguh mampu memberikan wacana baru bagi umat Islam yang haus akan ilmu. Ditulis dengan bahasa yang lembut dan mengalir serta kaya akan referensi-referensi, menunjukkan sang empunya buku memiliki wawasan yang tinggi akan ilmu pengetahuan.

OK! Sebenarnya setiap bab memiliki daya ketertarikan tersendiri. Dan yang akan saya kemukakan ini hanyalah satu dari sekian banyak hal-hal menarik yang bisa kita dapatkan dari buku tersebut.

Nah, apa satu hal yang menarik tersebut? Dalam bab yang berjudul “Muslim” saya temukan sebuah kajian atau tepatnya satu ulasan menarik mengenai pengucapan kata Muslim dan Masjid dalam kosa kata bahasa Inggris. Tema ini menarik perhatian saya karena berkaitan dengan bidang ilmu yang sedang saya tekuni.

Lanjutkan membaca

KIAT-KIAT JITU MENUMBUHKAN SIKAP GEMAR MEMBACA

Standar

“BUKU ADALAH JENDELA DUNIA DENGANNYA SEOLAH KITA JELAJAHI DUNIA INI. BERSAMANYA KITA RAIH ILMU-ILMU PENGETAHUAN”

“Buku adalah jendela dunia”, demikian pepatah ini begitu mendunia. sebuah rangkaian kata yang telah melewat dalam telinga masyarakat dunia. Sebuah kalimat yang apabila di kaji lebih dalam akan menemukan makna yang tepat terkait dengan pentingnya aktifitas ini bagi kemajuan sebuah peradaban. sebuah realita bahwa tradisi membaca dikalangan masyarakat Indonesia sampai saat ini masih sangat rendah, terutama untuk masyarakat Indonesia yang notabene berpendidikan rendah. simak beberapa fakta berikut ini:

Berdasarkan data yang diberikan Mendiknas, ada lebih dari 200 juta penduduk Indonesia yang melek huruf. Tapi presentase akses masyarakat terhadap Koran hanya 2,8 persen?!

Tahun 1999 saja , rasio jumlah penduduk dengan surat kabar: Indonesia hanya 1 : 43-satu surat kabar dibaca oleh 43 orang, bandingkan dengan Malaysia (1 : 8,1), Jepang (1 : 1,74), serta lndia (1: 38,14). Lanjutkan membaca