catatan kecil, inspirasi

Buku, Film dan Sastra


buku sastraJika pada akhirnya aku hidup diantara deretan buku, itu adalah takdirku. Jika kemudian aku hanyut ditengah layar lebar yang menyuguhkan segudang cerita, itu pilihanku. Dan ketika aku terjebak di dalam dunia yang begitu asyik memaknai, merenungi dan menguliti sajak, aku lebih senang mengatakan bahwa ada yang menuntunku kearah sana.

Buku, film dan sastra adalah tiga hal yang membentuk karakter dan cara pandangku terhadap kehidupan. Mungkin lebih tepatnya, mengajarkanku memaknai setiap scene yang diciptakan oleh Tuhan. Ada makna yang mengalun lembut dari baris kata yang tertuang. Ada ketulusan untuk berbagi kisah dan kasih lewat lembar-lembar kertas. Ada cinta yang mengiringi setiap gores sajak yang mereka ukir. aku belajar tentang keikhlasan, keindahan, kejujuran dan  kebijaksanaan. Semakin banyak ilmu yang kita dapat, akan menjadikan kita semakin bijak dalam bersikap. Pada akhirnya seonggok daging yang semakin menua ini semakin menyadari betapa ia begitu kecil dihadapan Tuhan.

Ada yang bilang, jangan engkau asyik bercengkrama dengan sastra. karena ia hanya akan membuatmu lalai dari mengingatNya. Bagiku sastra adalah cermin keindahan Tuhan. Tuhan itu indah dan mencintai keindahan. Lewat sastra aku belajar tentang kebermaknaan dari berbagai sudut pandang. Sastra adalah miniatur kecil sebuah pentas kehidupan yang menyuguhkan segudang pembelajaran hidup. Kita dituntut untuk mengambil pelajaran dari setiap scene yang dilakonkan.

Buku, film dan sastra. mereka sekedarlah kawan yang mengajarkanku banyak hal. Teman berbagi cerita.

Advertisements
catatan kecil

SURAT CINTA UNTUK SAHABAT


Satu tahun lebih ternyata kita telah merajut benang persaudaraan itu, diruang kecil bernama blog ini. Kau, aku dan kita semua saling berbagi kisah dan kasih. Bahagia, sedih, marah, jengkel, kecewa semua adalah rasa yang wajar dalam jalinan persahabatan. Entah mengapa semua itu terasa indah untuk dikenang. Karena persahabatan kita tulus, bukan begitu sahabat? insyaallah. Ibarat masakan dengan beraneka rasa: manis, asin, asam, bahkan yang pahit dan pedas sekalipun rasanya tetap enak dan tidak hambar, karena bumbu utamanya adalah cinta.

Sahabat, sungguh aku bersyukur atas persahabatan ini. Meski kita jauh, tidak saling bertatap muka bahkan berjabat tangan (ikhwan only), tapi lewat tulisan-tulisan ini kita akhirnya saling mengenal dan memahami. Aku bersyukur karena aku peroleh banyak manfaat di sini. Ilmu, pengalaman, motivasi, nasihat, inspirasi dan tentu saja sahabat, adalah nikmat yang lebih dari cukup sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengucap syukur kepadaNya. Thank U Allah…terima kasih Kau izinkan tangan ini untuk menulis setiap kata, otak kecil ini untuk terus berpikir dan menangkap inspirasi serta hati ini untuk senantiasa menemukan jalan cintaMu.

Sahabat, bukankah kita adalah makhluk sosialis yang saling membutuhkan satu sama lain, makhluk humanis yang memiliki rasa dan hasrat untuk mencintai dan dicintai. Dan dalam persahabatan, semua itu bias kita dapatkan. Maka bersyukurlah karena kita memiliki sahabat.

Sahabat, izinkan aku mengucap maaf untuk khilaf yang terkadang tidak aku sadari. Sungguh bukan maksud hati membuat kalian marah, tersinggung dan sedih. Namun, ego dan keterbatasan ilmu itulah sehingga terkadang hati, pikiran dan lisan tidak mampu berkompromi sehingga mengeluarkan bisa beracun yang sering kali tidak mengenal mangsanya.

Baiklah, kau, aku dan kita hari ini bertekad untuk menatap masa depan dengan penuh optimis, terus belajar, berpikir positif dan tidak akan menyerah pada kemunafikan. Dan aku, kau serta kita semua akan terus berusaha melawan nafsu dan tidak akan menggadaikan harga diri dengan kemunafikan.  Kita bertekad bersama-sama menggapai kemuliaan disisi-Nya, memperoleh kebahagian yang hakiki. Semoga kita bisa. Amin