catatan kecil

(TTS: Chapter 4) Raihan, The Master of Shakehand


shakehandSudah cukup lama saya ingin bercerita tentang anak ini. sejak pertama saya mengenalnya satu setengah tahun yang lalu. Saat ia masih duduk dibangku kelas 4 SD. Perawakannya cukup besar untuk anak kelas 4. Cara berjalan yang khas. Berkaca mata. Gaya rambut ditata kesamping. Kancing kerah bagian atas selalu dikancingkan. Mirip tokoh kutu buku yang sering digambarkan dalam sinetron atau film indonesia. Ya, sangat mirip. Bahkan cara berbicara dan gesture begitu berbeda dengan anak-anak yang lainnya. He’s so unique i mean. Tingkahnya aneh meski ia cukup lemah dalam bidang akademik. Ya, Raihan sempat tinggal kelas. Tahun lalu adalah tahun dimana ia harus menikmati hari-harinya dengan siswa-siswa yang baru namun dengan guru-guru yang sama. Dua tahun di bangku kelas 4 menjadikan dia sekarang bisa belajar sekelas dengan adik perempuannya. Raihan memang lemah dalam akademik. Tapi dia punya kelebihan yang jarang diperhatikan orang, atau bahkan mungkin dianggap aneh oleh sebagian orang. He’s the special one with his unique characters. Thinks out of the box though sometimes make the others should think deeply to understand him. Cara berpikirnya sering kali membuat teman sebayanya bahkan guru-gurunya geleng-geleng kepala, bukan karena takjub, tapi karena aneh. Sulit dipahami, bahkan akupun terkadang harus berpikir cukup lama untuk memahami pola pikirnya. Ya, lagi-lagi dialah raihan. Bocah 12 tahun yang sekarang duduk di bangku kelas 5.

Continue reading “(TTS: Chapter 4) Raihan, The Master of Shakehand”

Advertisements