catatan kecil

(TTS: Chapter 8) A Teacher With The Thousand Names


name-story“Yanda ganteng” sapa gavril pagi itu. saya hanya tersenyum mendengar sapaan bocah usia 8 tahun tersebut.  Sapaan itu menjadi semakin sering kudengar, sejak ia duduk di bangku kelas 3. Lebih tepatnya ketika saya menjadi guru bahasa inggrisnya di kelas 3. Meski Saya sudah mengenalnya sejak ia duduk di bangku kelas 1, tapi waktu itu saya tidak mengenal betul anak itu. selain saya masih berstatus sebagai guru magang, juga karena saya cuma beberapa kali masuk kelasnya sekedar mendampingi guru bahasa inggris  yang mengajar ketika itu.

Continue reading “(TTS: Chapter 8) A Teacher With The Thousand Names”

Advertisements
catatan kecil

(TTS: Chapter 4) Raihan, The Master of Shakehand


shakehandSudah cukup lama saya ingin bercerita tentang anak ini. sejak pertama saya mengenalnya satu setengah tahun yang lalu. Saat ia masih duduk dibangku kelas 4 SD. Perawakannya cukup besar untuk anak kelas 4. Cara berjalan yang khas. Berkaca mata. Gaya rambut ditata kesamping. Kancing kerah bagian atas selalu dikancingkan. Mirip tokoh kutu buku yang sering digambarkan dalam sinetron atau film indonesia. Ya, sangat mirip. Bahkan cara berbicara dan gesture begitu berbeda dengan anak-anak yang lainnya. He’s so unique i mean. Tingkahnya aneh meski ia cukup lemah dalam bidang akademik. Ya, Raihan sempat tinggal kelas. Tahun lalu adalah tahun dimana ia harus menikmati hari-harinya dengan siswa-siswa yang baru namun dengan guru-guru yang sama. Dua tahun di bangku kelas 4 menjadikan dia sekarang bisa belajar sekelas dengan adik perempuannya. Raihan memang lemah dalam akademik. Tapi dia punya kelebihan yang jarang diperhatikan orang, atau bahkan mungkin dianggap aneh oleh sebagian orang. He’s the special one with his unique characters. Thinks out of the box though sometimes make the others should think deeply to understand him. Cara berpikirnya sering kali membuat teman sebayanya bahkan guru-gurunya geleng-geleng kepala, bukan karena takjub, tapi karena aneh. Sulit dipahami, bahkan akupun terkadang harus berpikir cukup lama untuk memahami pola pikirnya. Ya, lagi-lagi dialah raihan. Bocah 12 tahun yang sekarang duduk di bangku kelas 5.

Continue reading “(TTS: Chapter 4) Raihan, The Master of Shakehand”