Antara “AKu”, si Merah, dan si Putih

Standar

Antara “Aku”, si Merah dan si Putih

merdeka

source: muqowamah.multiply.com

Disudut ruang kecil itu sebuah pertengkaran kecil tengah terjadi antara dua makhluk beda penciptaan. Sebut saja si merah dan si putih. Mereka tengah berlomba mengambil hati makhluk lain bernama “Aku”.

Si Putih: “Maghrib telah mengumandang. Suaranya indah nian. Siapa yang menjalankan perintah sholat tepat pada waktunya dan penuh keikhlasan, maka sungguh Tuhan akan hadiahkan sebuah tempat yang luar biasa indah di sana, Tuanku berkenan?”.

Si merah tidak mau kalah. “Pertandingan sepak bola berlangsung seru. Sayang tuanku jika harus dilewatkan”.katanya bersemangat.

Si “Aku” masih terduduk di depan TV sambil berpikir apakah sholat dulu ataukah menunggu sampai pertandingan sepak bola selesai? Di layar kaca pasukan Sir Alex Ferguson, The Red Devil terus menggempur pertahanan Christiano Ronaldo cs, Real Madrid. Sesekali Real balik menyerang. Namun selalu terhenti di pertahanan setan merah. Hasil sementara The Red Devil unggul 1-0 atas Los Galacticos. Duel sengit terus terjadi selama pertandingan berlangsung.

Si Merah pun merasa diatas angin, “Betul khan, pertandingannya semakin seru, tuanku. Apalagi Manchester United telah unggul 1-0, lihat saja sebentar lagi si Putih real madrid akan dipukul telak 3-0”. Si “Aku” semakin yakin untuk menyaksikan pertandingan sepak bola sampai akhir dan melupakan kewajibannya terhadap Tuhannya. Apalagi jagoannya untuk sementara telah unggul 1-0 atas Real Madrid.

Malam kian larut, kedua jarum jam kompak menunjuk angka 12. si “Aku” mulai tertidur. TV masih menyala, namun kini menyajikan program berita malam. Pertandingan Manchester United VS Real Madrid berakhir 2-0 untuk keunggulan setan merah.

Beberapa jam kemudian, kumandang adzan subuh menggema dari berbagai penjuru desa. Ayam jantan mulai memberi tanda, fajar telah tiba. Si “Aku” masih tertidur di depan TV. Pukul 05.00 si “Aku” mengintip jam dari balik layar HPnya. Ia teringat belum sholat isya’. Segera Ia matikan TV yang terjaga semalaman. Si “Aku” mulai resah, menyesal karena tidak menyegerakan sholat isya’. Kesempatan sholat isya’ telah habis. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Gundahlah yang semakin terasa dihatinya. Semangat yang ia bangun setiap pagi, tiba-tiba lenyap. Ia malas untuk bangun. Sholat subuh tidak lagi ada dipikirannya. Ia kembali tidur. Lengkap sudah kemenangan setan merah atas pasukan putih Real Madrid.

21 thoughts on “Antara “AKu”, si Merah, dan si Putih

  1. Siti Fatimah Ahmad

    Assalaamu’alaikum

    Pertamanya mahu maklumi bahawa laman saudara Ahsin sudah saya addkan ke ruang Menuju Dunia Sahabat di Laman Menulis Gaya Sendiri. Kita tukaran link ya.. agar memudahkan silaturahmi pada masa akan datang. Terima kasih.😀

  2. Siti Fatimah Ahmad

    Assalaamu’alaikum

    Terima kasih kerana mengingatkan saya tentang kisah di atas.. ada masanya kita mulai lalai dengan dunia saat dunia itu menggoda kita semahunya dari mengingati Allah swt. Ada masanya kita tertipu oleh lakon diri yang tidak tahu sedar diri bahawa siapa yang wajib didahulukan dalam waktu yang wajib kita lalui.

    Ada masanya kelalaian itu begitu manis dimakan sedangkan ia satu jeratan dan rantaian kukuh sang setan yang mahu kita terjebak dengan helahnya. Mudahan kita terpelihara dari semua kealpaan dunia dan menitipkan kemanisan buat diri menemui Sang pencipta yang selalu ada di mana-mana untuk kita mencari-Nya. Salam manis buat Ahsin di seberang sana.😀

  3. Assalamua’alaikum,
    Pertentanagn dalam hati manusia, antara melakukan hal baik dan tidak, selalu terjadi, hampir setiap saat/kesempatan. InsyaAllah kalau kita kuat iman, kita akan bia memenangkan pertentangan itu, dengan melakukan atau mengutamakan kebaikan. (Dewi Yana)

  4. Siti Fatimah Ahmad

    ASSALAAMU’ALAIKUM..

    KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.

    SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD-

  5. subhanallah…., astagfirullahaladzim, sebuah pagi yang tidak indah, sebuah permulaan hari yang tidak indah, dan bukan (sebagaimana postingan ku beberapawaktu yang lalu) “pagi yang indah”…….postingan yang menggelitik dan satire bangets…..keep on movin akhi…..tetep semangat!!!!

  6. Assalamu’alaikum,
    Sebuah pertarungan yang akan terus berlangsung sejak zaman Nabi Adam AS dan dialami oleh setiap orang. Sebuah pertarungan yang akan dimenangkan oleh kekuatan iman yang dimiliki seseorang. Mudah-mudahan kita memperoleh anugerah Allah berupa kemenangan dalam setiap pertarungan tersebut. Dan berbahagialah orang yang telah memenangkan pertarungan itu.
    Terima kasih .
    Wassalam

  7. Ini biasanya dialami banyak blogger ya mas. Okeh sing nglalekne sholate, muga-muga sesuk wis ora meneh ya, salam sangka wandisukoharjo.com neng Kendal untuk mas Ahsin di Simo.😆

  8. AloNg CaPR

    Assalamualaikum. Bukan senang hendak menepis bisikan makhluk durjana yang mempunyai jawatan tetap sampai akhirat untuk menyesatkan manusia. Mereka menggunakan cara yang halus agar kita alpa terhadap Allah.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s