NYANTRI ALA ANAK SOBRON

Standar

NYANTRI ALA ANAK SOBRON ( Bagian satu )

Sobron, hari pertama

Kenalan yuk dengan Sobron.

              masjid.jpg  Sobron, demikian kata itu begitu akrab di telinga para mahasiswa UMS. Lengkapnya adalah pondok pesantren Hajah Nuriah Sobron. Yup, tempat ini sudah tak asing lagi bagi kami. Terlebih yang pernah menyelesaikan studi islam I dan II di tempat yang sama. Namun demikian sebenarnya program ini memiliki nama asli Baitul Arqom, tapi biasa di sapa akrab Sobron, karena lokasinya di pondok Sobron.  Oke, Baitul Arqom adalah salah satu program pendidikan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Ilmu Dasar (LPID) UMS. Dan kegiatan ini diperuntukkan bagi para mahasiswa yang ingin menempuh studi Islam I dan II.  Nah, untuk menyelesaikannya pun tidak dibutuhkan waktu yang cukup lama, sampai satu semester misalnya. Tidak sampai satu minggu, Saudara sudah dapat menyelesaikan 2 SKS,  lah enak dong! Cukup empat hari penuh mahasiswa di didik layaknya di pesantren. Tapi, klo tidak lulus, ya terpaksa ngulang tahun depan, bersama adik-adik kelas. Malah bisa nambah kenalan kan!

Masuk pertama ke pondok ini, tentu sudah tidak asing lagi, selain karena tempatnya yang tidak banyak mengalami perubahan, juga karena pada semester pertama saya telah mengikuti acara serupa. Jadi perasaan atau kesan pertama masuk area ini, ya biasa-biasa saja, hanya sedikit teringat dengan baitul arqom pertama. Kali ini jelas lebih rileks dan tidak canggung lagi seperti Baitul Arqom pertama.

Bagi para mahasiswa. Kira-kira apa yang akan mereka lakukan pertama kali ketika tiba di Sobron?. Apa ya….?  Hampir bisa di pastikan mereka akan melangkahkan kakinya menuju papan pengumuman, sebegitu pentingnya kah? Sampai harus segera melihat papan pengumumam. Ya…. tidak juga, tapi paling nggak mereka akan tahu dimanakah gerangan mereka akan di tempatkan, karena di sana  terpampang daftar penempatan kelas dan asrama. Saya berada di kelas D dan di asrama A. Anak-anak yang menempati asrama itu pun tak jauh beda dengan anak-anak pas Baitul Arqom pertama. Hanya ada beberapa muka baru yang masuk dalam asramaku.

Acara pembukaan di mulai pukul 07.30. dan di laksanakan di aula yang terletak di lantai dua.

Acara pembukaan berlangsung kurang lebih  satu jam, kemudian di lanjutkan dengan rentetan acara yang tak kalah  seru dan menarik. Yang di komandoni oleh Ustadz pembimbing, acara-acara ini bahkan lebih menarik, karena materi mampu di bawakan secara santai tapi tetap berisi. Jadi tidak membosankan, meski demikian  ada juga Ustadz yang mengajarkan materi secara serius. Tapi bukankah yang demikian lebih menarik karena pengajarannya jadi bervariasi. Tidak akan membuat para mahasiswa menjadi jenuh.

Ya, seperti itulah  acara berlangsung, walau melelahkan tapi kami masih bisa tersenyum dan tetap semangat. Jika disuruh membandingkan antara Baitul Arqom pertama dan kedua jelas yang kedua saya lebih menikmati. Kali ini Saya belajar untuk lebih ikhlas dalam mengikuti setiap kegiatan. Kalau di Baitul Arqom pertama jujur saya cenderung mengejar nilai, walau pada kenyataannya sulit, karena saya adalah orang yang tidak punya nyali tuk berbicara di depan umum. Padahal yang di nilai adalah keaktifan dan keberanian para mahasiswa dalam menjawab setiap pertanyaan yang di suguhkan oleh para pembimbing. Meski demikian saya berusaha tuk memberanikan diri mengeluarkan kata-kata, meski terlihat agak gugup, selain juga tuk melatih mental, walau pada dasarnya ini lebih di dorong karena ingin mendapat nilai.  Inilah perbedaannya, di Baitul Arqom kedua ini saya jadi bisa belajar dari baitul Arqom pertama, bahwa nilai bukanlah segala-galanya. Meski tidak munafik bahwa nilai juga mendasari segala aktinitas ini, tapi saya bisa menempatkan mana yang seharusnya menjadi prioritas, mana yang tidak. Dan saya telah melakukannya. Sehingga hasilnya, saya tidak merasakan kekecewaan, tapi sebaliknya ketenangan dan keikhlasan yang coba saya tanam dalam hati adalah hasil dari pembelajaran yang saya peroleh. Bukankah kesuksesan itu bukanlah hasil yang kita peroleh , melainkan bagaimana cara kita memperoleh hasil tersebut. Dan inilah yang coba saya praktekkan dalam Baitul Arqom kedua ini.

Come back to the first topic, right!. Ada banyak Jenis kegiatan yang saya lakukan disini, diantaranya adalah diskusi, presentasi, permainan, ishoma, sholat dan kultum. InsyaAllah saya mengikutinya dengan tertib. Amin! Acara yang terakhir sekaligus menjadi penutup serangkaian acara pada hari ini adalah penempatan pikiran di bawah alam sadar. Konsentrasi….konsentrasi…..Sssstttt…..ssstttt…..( Met mimpi indah ya, semoga besok Allah membangunkan kita dengan wajah yang senantiasa tersenyum. Biar dapat banyak pahala . Amin.

Sobron, 9 Mei 2007

One thought on “NYANTRI ALA ANAK SOBRON

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s