NYANYIAN RINDU UNTUK SANG AYAH


father_daughterSore itu langit layuardi terlihat lebih cerah dibanding hari-hari sebelumnya. lukisan alam terpahat indah di ufuk senja yang merekahkemerah-merahan. Sungguh pencampuran gradasi yang sempurna. cermin kesempurnaan Sang Pencipta. Pukul 04.00  waktu Indonesia bagian Barat, aku tiba di rumah. Setelah meletakkan tas kerja kemudian mengganti baju, kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Kulepas penat yang sedari tadi menggelayuti setiap sendi tubuh ini. kipas angin  yang kunyalakan, perlahan menguapkan tetes-tetes keringat yang menyumbul dari sela pori-pori.

Lanjut membaca

(TTS: Chapter 7) Fun Family Gathering


pantai sundakSabtu, 5 Januari 2013- Lagi-lagi mendung kembali menyelimuti kota solo yang mulai beraktivitas. Meski masih pagi, jalanan sepanjang Slamet Riyadi sudah penuh dengan kendaraan yang lalu lalang menuju tempat tujuan masing-masing. Pukul 06.30, saya dengan sepeda motor butut saya mulai melintasi jalanan kota solo dengan hati riang gembira. Alasannya sederhana, hari ini saya dan seluruh guru dan staf TA-TK-SD-SMP Al Azhar Syifa Budi Solo akan mengadakan refreshing ke Gunung Kidul. Daerah wisata yang menyuguhkan keindahan alam berupa pegunungan dan deretan pantai yang masih asri. Dan hari ini kami akan mengunjungi salah satu dari deretan pantai-pantai tersebut yaitu pantai Sundak. Acara bertajuk fun family gathering ini dimaksudkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi diantara keluarga besar Al-Azhar Syifa Budi Solo dan tentu saja sambil melepas penat setelah berbulan-bulan lamanya bergelut dengan pembelajaran di sekolah. Hmm…jadi gak sabar pingin segera menjamah pasir putih dan menikmati debur ombak yang menghempas pantai. He..he.. Lanjut membaca

(TTS:Chapter 6) Menjejak Langkah, Membangun Sportifitas


MENJEJAK LANGKAH, MEMBANGUN  SPORTIFITAS

Menanamkan-sikap-Sportifitas-pada-anakPagi itu Raffa kembali mengamuk.  Dengan keras ia menggebrak meja didepannya. Teman sebangkunya sontak kaget bukan kepalang. Ini sudah yang kesekian kalinya ia menunjukkan sikap tidak sportifnya.  Setiap kali  ada game atau lomba, jika ia atau timnya kalah, ia akan marah. Tidak menerima kekalahan. Ini sudah berlangsung sejak ia duduk dibangku kelas 1.  Akhirnya berbagai alasanpun dikeluarkannya.

Raffa adalah anak yang pandai. Bahkan bisa dibilang ia adalah anak terpandai di kelasnya. Nilai ulangan hariannya hampir semua perfect. Bahkan waktu  kelas 3 semester 1 nilai bahasa inggris dirapornya 100. Hasil akumulasi nilai harian, tugas, mid semester dan semester.  Dari kelas 1-3 ia selalu menjadi juara kelas.  Hal ini cukup untuk menyimpulkan bahwa ia adalah anak yang cerdas secara akademik.

Lanjut membaca

(TTS: Chapter 5) Gadis Kecil yang Mengeja Cinta dalam Persahabatan


friends“Yanda, aku mau curhat” kata ama pagi itu. nama lengkapnya adalah Atiqah haya Amalia Salma. Dia adalah siswa kelas 3 SD Al Azhar Syifa Budi Solo. Dengan wajah sendu, dia mulai bercerita tentang masalah yang tengah dihadapi.  Masalah umum yang sering menghinggapi dunia anak hingga remaja. Yaitu masalah pertemanan.  Ini sudah yang kesekian kalinya dia mengeluhkan masalah yang sama.  Dengan mata yang berkaca-kaca, ia mulai bercerita tentang sahabatnya yang tidak mau berteman dengannya. “Yanda,  Alya bisikin tarina agar tidak mau temenan sama aku.”  Ucapnya ketika itu. matanya mulai berkaca-kaca saat ia bercerita kalau Alya dan Tarina tidak mau diajak main. Ya, anak ini memang sering menangis kalau lagi ada masalah. Saya tidak langsung percaya begitu saja pada apa yang dikatakan Ama. Maka saya pun balik tanya “Ama, tahu dari siapa kalau Alya pengaruhi tarina agar tidak temenan sama ama?”

Lanjut membaca

(TTS: Chapter 4) Raihan, The Master of Shakehand


shakehandSudah cukup lama saya ingin bercerita tentang anak ini. sejak pertama saya mengenalnya satu setengah tahun yang lalu. Saat ia masih duduk dibangku kelas 4 SD. Perawakannya cukup besar untuk anak kelas 4. Cara berjalan yang khas. Berkaca mata. Gaya rambut ditata kesamping. Kancing kerah bagian atas selalu dikancingkan. Mirip tokoh kutu buku yang sering digambarkan dalam sinetron atau film indonesia. Ya, sangat mirip. Bahkan cara berbicara dan gesture begitu berbeda dengan anak-anak yang lainnya. He’s so unique i mean. Tingkahnya aneh meski ia cukup lemah dalam bidang akademik. Ya, Raihan sempat tinggal kelas. Tahun lalu adalah tahun dimana ia harus menikmati hari-harinya dengan siswa-siswa yang baru namun dengan guru-guru yang sama. Dua tahun di bangku kelas 4 menjadikan dia sekarang bisa belajar sekelas dengan adik perempuannya. Raihan memang lemah dalam akademik. Tapi dia punya kelebihan yang jarang diperhatikan orang, atau bahkan mungkin dianggap aneh oleh sebagian orang. He’s the special one with his unique characters. Thinks out of the box though sometimes make the others should think deeply to understand him. Cara berpikirnya sering kali membuat teman sebayanya bahkan guru-gurunya geleng-geleng kepala, bukan karena takjub, tapi karena aneh. Sulit dipahami, bahkan akupun terkadang harus berpikir cukup lama untuk memahami pola pikirnya. Ya, lagi-lagi dialah raihan. Bocah 12 tahun yang sekarang duduk di bangku kelas 5.

Lanjut membaca

(TTS: Chapter 3) The Teacher, I’m in Love


THE TEACHER, I’M IN LOVE

teacher[6]Jika ada satu hal yang harus saya syukuri dalam usia saya yang sudah mencapai angka 24 ini tentu adalah takdir manis menjadi seorang pendidik. Satu profesi yang sempat saya black list dalam kamus masa depan saya. Saya pernah berikrar dalam hati, bahwa saya tidak mau menjadi seorang GURU. Alasan konyol tersebut sudah pernah saya ceritakan dalam tulisan saya sebelumnya. Sungguh ironis memang, apa yang dulu saya benar-benar hindari, tapi  kini seolah berbalik menyerang hati dan  pikiran saya. Semua berubah 360 180 derajat. Dari yang paling dihindari (bukan berarti saya membenci profesi ini) menjadi hal yang paling saya syukuri saat ini. mungkin terlalu dini untuk mengatakan bahwa hati saya sudah terpaut 100% dengan dunia pendidikan, sedang saya baru 2 tahun menjadi seorang guru di institusi formal. Maka, saya lebih nyaman mengatakan bahwa saya bersyukur Allah pilihkan jalan ini untukku, karena saya mulai merasakan kenyamanan saat duduk  bersama bocah-bocah kecil yang diwajahnya terlukis cita-cita yang luarbiasa tentang masa depan. ada nilai-nilai pengabdian, kebersamaan dan keikhlasan dalam mendidik. Dan hati nurani saya berkata ya, pelajarilah. Masih banyak yang harus saya pelajari memang untuk menjadi pendidikan yang benar-benar mendidik. Dan saya bahagia ketika saya memperoleh banyak ilmu serta pengalaman dari orang-orang hebat di sekitar saya.

Lanjut membaca

(TTS: Chapter 2) Me and my Life: The Story of New Violet Tie


Me and my Life: The Story of New Violet Tie!

Pagi itu, senin 3 oktober 2011. Pukul 06.15 seperti biasa saya sudah siap dengan seragam mengajar saya, baju biru lengan panjang, celana panjang warna biru tua, peci hitam dan yang tak kalah penting dasi warna ungu yang baru saya beli hari jum’at sebelumnya. Setelah semuanya dirasa siap, tas, handphone dan dompet telah disaku, sayapun melajukan kendaraan dengan kecepatan rata-rata menuju kota solo yang sudah mulai ramai oleh kendaraan.

Hari senin adalah waktunya upacara bendera. Pagi itu jadwal peserta upacara adalah kelas 2,3 dan 5. Kegiatan upacara memang dibagi menjadi dua kelompok, senin pertama kelas 1, 4 dan 6 sedang senin berikutnya adalah kelas 2,3 dan 5. Hal ini dikarenakan luas lapangan sekolah yang tidak mampu menampung jumlah siswa yang begitu banyaknya.  Maka diambillah keputusan untuk membagi peserta upacara menjadi dua kelompok besar yang melaksanakan upacara secara bergiliran.

Lanjut membaca

Seuntai Kata bernama ‘Kematian’


senandung kematian

Senin, 5 September 2011

12.30. Malam ini entah kenapa aku ingin mengingat mati. Satu fase kehidupan yang pasti akan dialami setiap makhluk yang bernyawa. Aku, engkau bahkan semut kecil sekalipun. Aku membayangkan diriku terbujur kaku, hanya berbalut selembar kain kafan putih. Tidak ada kemeja kesayangan, kalung, cincin, atau sepatu keluaran terbaru yang sering kita pakai.  Hanya sendiri, gelap dan sepi. Lambat laun, rupa yang kita bangga-banggakan saat masih muda dulu, perlahan remuk, membusuk, dipenuhi belatung yang mencari santapan makan malam. Hingga tinggal tersisa tulang belulang yang menunggu giliran untuk lenyap. Kembali kebentuk asal. Tanah.

Lanjut membaca

Belajar Kebijaksanaan


Malam ini kugerakkan jemariku diatas tombol keyboard warna putih, kubiarkan menari mengikuti irama alam pikiranku. Mengalun lembut bagai simfoni malam yang menyelimuti makhluk dalam tidur lelapnya. Aku terdiam beberapa saat, melayangkan imajinasiku terbang mencari kebijaksanaan di alam bebas. kejujuran mulai dipertanyakan, keadilan menjadi bahan permainan, sopan santun menjadi begitu asing ditengah hiruk pikuk hedonisme. Ah, kata ini juga terasa asing, tak berguna karena kami tak banyak mengerti. Sederhananya kita telah dibutakan oleh dunia. Tuhan adalah materi. Tuhan adalah yang menawarkan kenikmatan tak berbatas, dan nafsu adalah raja.  Seperti itulah dunia kita sekarang. Jangan heran…..

Lanjut membaca

Life is a Happiness


Terkadang saya berpikir, mengapa saya harus mencemaskan dunia sedang dunia hanyalah persinggahan sementara. Ibarat seorang musafir, kita adalah orang asing yang melakukan pengembaraan panjang dan mampir sejenak kerumah warga untuk melepas penat dan meminta seteguk air pelepas dahaga. Setelah itu kita harus melanjutkan perjalanan.  Karena perjalanan hidup kita tidaklah singkat, ada beberapa tempat yang harus kita singgahi. Kehidupan sebenarnya adalah setelah kematian kita didunia. Saat jasad kita mulai rapuh, tak berdaya akhirnya kita biarkan terbujur kaku di bawah tanah, maka estafet tetap akan dilanjutkan oleh ruh kita yang harus melewati berbagai zona kehidupan sampai tiba di dua pintu yang bernama surga dan neraka.

Lanjut membaca

Menulis dengan hati


Bismillahirrohmanirrohim, akhirnya untaian kata inilah yang ingin pertama kali ku tulis, sebelum rangkaian kata lain yang akan engkau baca disini. Bukan tanpa maksud aku tuliskan basmallah di awal. Aku ingin Allah menjaga hati ini, jika sudah kotor, maka pintaku Dia kan bersihkan dari noda-noda yang telah melekat kuat di hati. Aku ingin merangkai kata dengan niat yang benar dan tulus. Berbagi cerita dengan perasaan tenang dan damai. Bukan kebencian atau bahkan kemunafikan. Aku ingin apa yang aku tuliskan, berdampak positif bagi diri dan orang lain. Bukan sebaliknya, menyesatkan dan merisaukan. Aku ingin menghiasi kebenaran dengan kata-kata indah, sehingga kebenaran pun terasa indah untuk dirasakan. Seperti kata Ust. Muhammad Fauzil Adhim, “Keindahan tanpa kebenaran ibarat makanan lezat tanpa gizi. Kebenaran tanpa keindahan, ibarat obat sakit gigi, ia dicerna hanya saat sakit; saat benar-benar membutuhkan.” Aku hanya ingin menuliskan kata secara sederhana sehingga engkau akan mudah menangkap apa yang aku maksudkan. Seperti kata orang bijak, kesederhanaan menunjukkan kebijaksanaan. Dan kesederhanaan menunjukkan kematangan ilmu. There is a worth of meaning in simple words. Then the worth of word comes from our inner world. Segala asa menjadi tidak akan bernilai tanpa tindakan dan bukti, maka yang harus ku lakukan sekarang adalah menuliskan kebenaran untuk kebaikan bersama. Semangat!!!^_^

TAK BERGERAK SAMA DENGAN MATI


TAK BERGERAK SAMA DENGAN MATI

Apa jadinya jika air dimuka bumi ini tiba-tiba terhenti begitu saja? Air-air disungai terhenti. Air hujan berhenti berkondensasi. Air terjun tertahan di puncak gunung. Air mata tak lagi menetes. Segala zat berwujud cair berhenti bergerak. Cukup berhenti bergerak tidak hilang.

Keseimbangan bumi pada akhirnya terkoyak,hilir akan kehabisan pasokan air, kemarau berkepanjangan, akhirnya makhlukpun akan binasa.  Air akan menggenang, kemudian mengeruh, sirkulasi terhenti, perlahan lenyap akhirnya tak memberi manfaat.

Begitu pula pada manusia. Jika mereka tidak lagi mampu atau tidak mau untuk melakukan pergerakan, maka tidak ada manfaat yang bisa diberikan . karena berhenti sama dengan mati. Akal yang tidak mau digunakan untuk berpikir lama-lama tumpul kemudian berkarat akhirnya tak berguna. Mati. Lisan yang tidak mau digunakan untuk berkata kebaikan sama dengan mati. Hati yang tidak mau digerakkan untuk memaknai kehidupan pada akhirnya akan mati. Ingat tidak bergerak sama dengan mati. Hanya dengan bergerak, manusia bisa memberi manfaat setidaknya bagi diri sendiri. Seperti air, semakin jauh ia mengalir, semakin banyak kemungkinan manfaat yang bisa ia berikan bagi makhluk disekitarnya. Maka bergeraklah, lakukan tindakan-tindakan yang memberi kebaikan, tidak apa-apa memulai dari hal-hal kecil. selagi nafas masih terjaga dan ruh masih di dada, maka bergeraklah untuk kebaikan. Hidup sekali bermanfaat selamanya. Bravo!!!

(TTS: Chapter 1) Akhirnya aku menjadi guru!!!


“kamu mau ambil jurusan apa sin?” Tanya teman satu kelasku saat SMA.

“Yang pasti aku tidak mau jadi guru, aku mau ambil jurusan arsitek atau farmasi.”kataku penuh keyakinan ketika itu, seolah berusaha menepis keraguan yang ada dalam diri.

Saat itu kami baru saja selesai UN, seperti kebanyakan siswa lulusan SMA, kami mulai memperbincangkan jurusan yang akan kami ambil seusai lulus SMA. Teman-temanku pun mengutarakan jurusan yang akan mereka ambil. Ada yang pingin ambil jurusan managemen ekonomi, bahasa inggris, farmasi, tehnik mesin, bahkan beberapa teman kami sudah ada yang diterima di PTN lewat jalur PMDK.

Lanjut membaca